Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020

Gerilyawan Tewaskan 71 Tentara Niger

Satu pasukan khusus AS menunjukkan bagaimana cara menangkap seorang tersangka, saat pelatihan untuk militer Afrika, di Diffa, Niger. (foto-antaranews)

Niamey, KoranSN

Gerilyawan ISIS dan Al Qaida menewaskan 71 tentara dalam serangan kamp militer terpencil di Niger dekat perbatasan dengan Mali, menurut juru bicara militer dalam penyerbuan mematikan terhadap militer Nigeria sepanjang sejarah.

Gerilyawan tersebut melancarkan serangan mematikan di seluruh kawasan Sahel Afrika Barat tahun ini, meski adanya komitmen dari ribuan pasukan kawasan dan asing untuk memerangi mereka.

Kekerasan yang melanda Mali dan Burkina Faso meningkat, menyebabkan sejumlah petak wilayah tanpa pemerintahan, tetapi juga meluas ke Niger, yang memiliki perbatasan panjang dan berpori dengan dua negara tetangganya.

Baca Juga :   Israel: Lokasi di Golan Akan Diberi Nama Trump

Ratusan gerilyawan menyerang markas di Kota Inates, Niger barat selama tiga jam pada Selasa sore, demikian juru bicara militer Kolonel Boubacar Hassan melalui stasiun TV pemerintah, Kamis (12/12/2019).

Insiden terjadi di tempat yang sama saat ISIS cabang Afrika Barat menewaskan hampir 50 tentara Niger dalam dua serangan pada Mei dan Juli.

“Pertempuran itu (merupakan) kekerasan yang jarang terjadi, yang dikombinasi oleh peluru artileri dan penggunaan kendaraan kamikaze oleh musuh,” katanya.

Ia menambahkan bahwa 12 tentara lainnya terluka dan sejumlah lainnya hilang, sementara “jumlah signifikan” gerilyawan juga ikut tewas.

Dua sumber keamanan, yang identitasnya dirahasiakan, menyebutkan 30 tentara masih belum ditemukan.

Baca Juga :   Serangan Udara Guncang Wilayah Utara Ibukota Yaman

Presiden Mahamadou Issoufou tiba di Niger pada Rabu malam setelah mempersingkat kunjungannya ke Mesir, menurut informasi kantornya di Twitter.

Serangan tersebut terjadi di akhir tahun maraknya kekerasan di Inates, komunitas penggembala ternak di dekat pinggiran Sungai Niger, 200 km dari utara ibu kota Niamey.

Selain penyerbuan terhadap militer, gerilyawan yang ingin menegaskan kontrol juga menargetkan warga sipil, menewaskan dua kepala desa tahun ini, menurut dua sumber setempat. (Antara/Reuters/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Mahkamah Internasional Perintahkan Myanmar Lindungi Rohingya

Den Haag, KoranSN Mahkamah Internasional (ICJ) memerintahkan Myanmar untuk mengambil langkah-langkah mendesak guna melindungi populasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.