Giliran Staf Dinas Kesehatan Banyuasin Diperiksa KPK Jadi Saksi Yan Anton

Gedung KPK. (foto-net)
Gedung KPK. (foto-net)

Palembang, KoranSN

Staf Dinas Kesehatan Pemkab Banyuasin, Daelani, Selasa (1/11/2016) diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjadi saksi Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian. Demikian dikatakan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Biro Humas KPK, Yuyuk Andriati.

Menurut Yuyuk, selain memeriksa Staf Dinas Kesehatan Banyuasin. Dalam pemeriksaan tersebut, penyidik KPK juga memeriksa Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin, ‘RUS’ (tersangka dalam perkara ini) dan M Khadafi alias Ahmad Dafi dari pihak swasta.

“Dalam pemeriksaan ketiga saksi semuanya hadir. Mereka diperiksa untuk menjadi saksi Yan Anton Ferdian yang merupakan tersangka dugaan kasus suap proses perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan proyek pengadaan barang dan jasa di dinas pendidikan dan dinas-dinas lainnya di lingkungan Pemkab Banyuasin. Sedangkan untuk saksi M Khadafi alias Ahmad Dafi, sebelumnya Senin (31/10/2016) yang bersangkutan diperiksa namun tidak hadir, sehingga pemeriksaan dilakukan hari ini,” tandasnya.

Diketahui, untuk mengungkap dugaan kasus ini, satu hari sebelumnya, Senin (31/10/2016) KPK telah memeriksa dua direktur perusahaan yakni, Direktur CV Azfar Roqima, Ikhsandri dan Direktur CV Musi Indah, Wijiyono.

Baca Juga :   Kapolresta: Laporan MSM Dicabut Pelapor

Selain kedua direktur tersebut, dihari yang sama KPK juga memeriksa M Khadafi alias Ahmad Dafi dari pihak swasta. Namun dalam pemeriksaan saat itu M Khadafi alias Ahmad Dafi tidak hadir sehingga pemeriksaan dilakukan hari ini.

Diberitakan sebelumnya, Yuyuk mengungkapkan, jika selain melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Untuk mengungkap dugaan kasus ini KPK telah memeriksa Yan Anton Ferdian sebanyak lima kali dengan status tersangka.

Bukan hanya itu, lanjut Yuyuk, Jumat 28 Oktober 2016 KPK juga telah memeriksa Ketua DPRD Banyuasin, Agus Salam untuk menjadi saksi tersangka Yan Anton Ferdian.

Sekedar informasi, dugaan kasus ini terungkap setelah Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK terhadap Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, Minggu 4 September 2016 di rumah dinas Bupati Banyuasin. Dalam OTT tersebut KPK juga mengamankan barang bukti uang Rp 299,8 juta dan uang Dolar Amerika senilai 11.200 USD.

Baca Juga :   Rayakan Kelulusan dengan Pesta Miras, 2 Oknum Siswa SMA Diciduk Polda Sumsel

Usai dilakukan OTT, KPK menetapkan Bupati Yan Anton Ferdian sebagai tersangka. Selain Yan Anton, dalam perkara ini KPK juga telah menetapkan lima tersangka lainnya, mereka yakni; ‘UU’ (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘STY’ (Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan Bidang Program dan Pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin), ‘RUS’ (Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin), ‘ZM’ (Direktur CV PP), serta ‘K’ (pihak swasta). (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Ketua KPK Prihatin 26 dari 34 Provinsi Terjadi Kasus Korupsi

Jakarta, KoranSN Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengaku prihatin karena 26 dari 34 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.