Home / Headline / Gruduk UBD, Ratusan Ojek Online minta Oknum Mahasiwa Ujaran Kebencian di DO

Gruduk UBD, Ratusan Ojek Online minta Oknum Mahasiwa Ujaran Kebencian di DO

Ratusan driver online saat mendatangi UBD Palembang, guna mencari salah satu mahasiwa yang melakukan ujaran kebencian. (Foto-Reigan/Koransn)

Palembang, KoranSN

Ratusan driver ojek online se-Kota Palembang, Senin (27/11) mendatangi kampus Universitas Bina Darma (UBD) di Jalan A Yani Palembang. Kedatangan mereka untuk mencari Redi Oktar, oknum mahasiswa di kampus tersebut yang melakukan ujaran kebencian terhadap profesi ojek online di jejaring media sosial (Medsos) Facebook.

Menggunakan atribut lengkap, jaket hijau dan helm hijau, kedatangan driver ojek online ini juga meminta kepada pihak Kampus UBD agar memberikan Drop Out (DO) kepada Redi Oktar. Selain itu para ojek oline menuntut agar Redi Oktar meminta maaf di hadapan seluruh driver ojek online atas komentarnya di media sosial dengan akun @redioktar_ yang memosting kata-kata yang tidak sopan.

Menanggapi hal tersebut, Heri salah satu driver ojek online, mengatakan, kedatangan dirinya bersama rekannya yang lainnya untuk menggelar aksi damai dan menanyakan apa alasan Redi Oktar menulis itu.

“Kami datang ke sini dengan aksi damai mau ketemu oknum mahasiswa itu, apa alasan dia berkomentar seperti itu,” ungkap Heri salah seorang driver ojek online.

Pantauan di lapangan, akibat kedatangan ratusan ojek online ini ke UBD, membuat arus lalu lintas di kawasan tersebut macet total. Hal ini dikarenakan, banyaknya sepeda motor driver ojek online yang terparkir sehingga membuat kendaraan roda dua dan roda empat yang melintasi lokasi memperlambat kendaraannya.

“Dia itu kan orang pintar, sekolahnya tinggi tetapi kenapa asal bicara. Untuk itu, sebagai hukumannya kami minta Redi harus di DO dari kampus ini,” tegas Eko driver lainnya.

Sementara, perwakilan dari Paguyuban Ojek Online Palembang, Sujan mengatakan, bahwa ini adalah sebuah penghinaan terhadap ojek online di seluruh Indonesia, karena oknum mahasiswa ini mengatakan hal-hal yang tak seharusnya dikatakan. Untuk itu oknum mahasiswa yang bersangkutan harus meminta maaf secara langsung serta membuat permintaan maaf diseluruh media sosial.

“Redi Oktar ini melakukan penghinaan, ya wajarlah kalau teman-teman di sini marah. Apalagi dari kami ojek online, juga banyak yang sudah lulus sarjana. Jadi dia harus meminta maaf di seluruh akun Medsos, tanpa terkecuali. Kemudian teman-teman lainnya juga menuntut agar dia di DO,” jelas Sudan.

Sementara itu, dengan dikawal puluhan personil kepolisian, Redi Oktar, oknum mahasiswa semester 5 jurusan Komputerisasi Akuntansi UBD, yang mengunggah ujaran kebencian hingga menyulut emosi ratusan driver ojek online ini mengatakan, bahwa ia akan meminta maaf kepada seluruh driver ojek online dengan memposting ke seluruh akun Medsos di Palembang.

“Saya akui memang itu kesalahan saya. Tidak tahu kalau dampaknya bisa seperti ini. Saya akan meminta maaf dengan memposting ke seluruh Medsos. Sekali lagi, saya minta maaf saya khilaf,” katanya.

Sementara Dekan Fakultas Vokasi Universitas Bina Darma, Syarifudin menuturkan, menanggapi aksi damai yang dilakukan ojek online, pihaknya telah memanggil oknum mahasiswa tersebut dan akan mengevaluasi yang bersangkutan sesuai dengan aturan berlaku.

“Saya menghargai aksi damai yang dilakukan teman-teman ojek online tadi, namun untuk tuntutan Drop Out akan kita evaluasi lagi, sesuai dengan peraturan yang berlaku di sini,” ujar Syarifudin.

Ia menambahkan, untuk mengeluarkan seorang mahasiswa dari kampus bukan perkara mudah. Untuk itu, pihaknya bersama petinggi UBD bakal mengkaji lagi terkait permasalahan tersebut.

“Ya, tidak bisa kalau sembarang langsung DO. Semuanya harus melalui proses. Yang jelas, Redi Oktar akan mendapatkan teguran dari pihak kampus,” tandasnya. (rgn)

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Pemkot Palembang Diminta Tuntaskan Dugaan Pungli di Pasar Cinde

Pelmbang, KoranSN Ratusan pedagang Pasar Cinde mendatangi Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Senin (11/12/2017). Kedatangan ...

error: Content is protected !!