Gubernur: TPP Itu Bukan Hak Tapi Penghargaan

Alex Noerdin.
Alex Noerdin.

Palembang, KoranSN

Gubernur Sumsel Alex Noerdin meminta Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk tidak banyak protes terkait pengurangan besaran tunjangan penghasilan pegawai (TPP) yang dibayarkan tahun 2016 ini, apalagi, TPP itu menurut Alex bukanlah hak PNS tetapi wujud penghargaan terhadap PNS.

Hal ini diungkapkan Alex Noerdin usai menghadiri rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (14/11/2016).

Dikatakannya, selama ini TPP diberikan kepada semua PNS dengan nilai yang sama, namun karena dirasa tidak adil, karena ada PNS yang rajin dan ada yang malas-malasan, maka diberlakukan absensi untuk besaran TPP yang diberikan.

“TPP itu bukan hak, TPP itu adalah penghargaan karena kinerjanya bagus, tadinya seluruhnya kita kasih, kemudian dak adil yang masuk malas malasan dengan yang rajin sama, jadi kita harus berdasarkan absensi,” ungkap Alex.

Kedepan kata Alex, selain absensi, besaran TPP juga berdasarkan kinerja. “Rencananya tahun berikutnya berdasarkan kinerjanya juga,” kata mantan Bupati Musi Banyuasin ini.

Baca Juga :   Hendri Zainuddin Minta Mularis Tak Buat Gaduh Hanura

Di sisi lain, Alex juga mengakui tahun ini ada pengurangan besaran TPP yang diberikan, karena kondisi keuangan Sumsel yang tidak memungkinkan untuk membayarkan TPP secara penuh.

“Kita masih mending, TPP tahun 2016 masih dibayarkan walaupun ada pemangkasan, daerah lain itu sudah dihapuskan, tapi gaji dan tunjangan yang sah, tidak pernah terlambat dan tidak pernah dikurangi, jadi tidak boleh terlalu banyak protes dan sebagainya,” pungkas Alex.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumsel, Laonma PL Tobing mengatakan, pembayaran TPP berdasarkan pola perhitungan remunerasi.

Namun, lanjut Tobing, proses menuju sistem kinerja ini akan panjang karena harus ada konsultan untuk mengkaji kinerja mana saja yang akan dinilai. Menurutnya, jika pengadaan konsultan ini baru disiapkan tahun depan, maka minimal dua tahun mendatang baru dapat diterapkan.

“Ya, karena konsultan ini tentunya akan menilai setiap orang itu berapa beban kerja yang harus dikerjakannya,” terangnya.

Baca Juga :   Perjalanan Dinas Akhir Tahun Jadi Tradisi

Disinggung soal pembayaran rapel TPP untuk tahun 2016, Tobing menambahkan, nantinya rapel pembayaran ini akan dibayarkan pada bulan Desember mendatang, namun melihat kondisi keuangan daerah. Untuk alokasinya sendiri, sambung Tobing, pihaknya belum dapat memperkirakannya.

“Ya, mungkin nantinya pembayaran yang akan dilakukan sekitar Rp 500 ribu sampai dengan Rp 1 juta, untuk semua golongan, atau sama rata,” katanya.

Ia menegaskan, saat ini unutuk pencairan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2016 sedang proses, dan tinggal menunggu nomor perdanya. “Jadi tunggu saja, dan lebih baik untuk berpikir kerja jangan pikirkan TPP,” tandasnya. (awj/wik)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

Feby Deru Pamerkan Koleksi Kriya Sriwijaya Kepada TP PKK se-Sumsel

Palembang, KoranSN Rapat konsuktasi (Rakon) PKK se-Sumsel yang berlangsung di Griya Agung, Jumat pagi (23/10/2020) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.