Home / Gema Sriwijaya / Gunakan Helikopter, Jendral Tito Ziarah ke Makam Bibi di Martapura

Gunakan Helikopter, Jendral Tito Ziarah ke Makam Bibi di Martapura

Kapolri Jendral Tito Karnavian menaburkan bunga diatas makam bibinya. (foto/Ilung)
Kapolri Jendral Tito Karnavian menaburkan bunga diatas makam bibinya. (foto/Ilung)

Martapura, KoranSN

Dengan menggunakan helikopter, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Tito Karnavian datang ke Kota Martapura untuk ziarah ke makam bibinya Hj Aida yang telah dimakamkan belum lama ini, di pemakaman Limas Terukis Martapura Sabtu (29/10/2016) sekitar pukul 08.00 WIB.

Didampingi kakak perempuannya Prof Diah Natalisa yang saat ini menjabat Deputi di Kemenpan RI, Tito tiba di Kota Martapura dengan menggunakan helikopter yang mendarat di Halaman Kantor Pemkab OKU Timur.
Usai sarapan bersama di kediaman Bupati OKU Timur, Tito didampingi Kholid dan Fery serta unsur muspida kemudian bertolak ke makam untuk melaksanakan ziarah dan doa bersama.

Tito yang pada saat itu mengenakan jaket hitam dan peci, setibanya di makam bibinya langsung duduk bersila di tikar tepat di hadapan nisan bibinya. Sedangkan kakaknya duduk di sebelah Tito. Walau raut mukanya terlihat tegar, namun nampak kesedihan di wajah jendral bintang empat tersebut.

Setelah semua berkumpul, dan duduk bersila, Bupati OKU Timur HM Kholid MD yang sebelumnya diminta oleh Kapolri untuk membacakan doa kemudian mengambil pengeras suara dan membacakan doa takziah untuk almarhumah.

Selain memanjatkan doa untuk ayahanda Tito dan bibinya, Kholid juga mendoakan agar Tito dan keluarga besarnya diberi kesabaran dan ketabahan dalam menjalankan tugas negara sebagai kepala kepolisian.

Usia membacakan doa takziah, Tito memberikan sambutan dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat yang hadir yang telah memberikan doa dengan tulus.

Dalam kesempatan itu juga Tito menyebutkan bahwa almarhumah Hj Aida merupakan bibi sekaligus seperti orangtuanya sendiri yang mengasuhnya sewaktu kecil di Martapura. Tito mengaku masa kecilnya kerap dihabiskan di Martapura dengan diasuh oleh Hj Aida dan suaminya Rozi yang makamnya tepat disebelah Hj Aida.

“Bisa dikatakan musibah beruntun. Ibu saya empat bersaudara. Yang pertama wafat sekitar dua tahun lalu, yang kedua adalah ibu saya, yang ketiga adalah bibi saya ini Hj Aida yang meninggal, minggu lalu. Satu minggu sebelumnya adik kandung dari ibu saya meninggal dunia, dan dua hari lalu orangtua saya meninggal. Jadi, ada tiga musibah,” jelas Tito.

Menurut Tito, saat bibinya tersebut masih dirawat di rumah sakit dirinya tidak sempat untuk hadir karena kesibukan yang luar biasa. Ia mengaku sudah berniat untuk pulang ke Martapura bertepatan ketika membawa jenazah ayahandanya ke Palembang untuk dimakamkan.

Usai memanjatkan doa dan mengucapkan terimakasih kepada seluruh masyarakat dan unsur Muspida yang hadir, Tito dan kakaknya kemudian melakukan tabur bunga di makam bibi dan pamannya yang sudah dianggap seperti orangtuanya sendiri.

Tito kemudian bertolak ke rumah bibinya dan kemudian langsung melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Palembang dengan menggunakan helikopter. Tito berada di Kota Martapura hanya beberapa jam saja dan kemudian langsung berangkat kembali ke Kota Palembang. (ilg)

Publisher : Anton Wijaya

Anton Wijaya

Lihat Juga

Warga Keluhkan Tumpukan Sampah di Talang Jawa Tak Pernah Diangkut Petugas

Lahat, KoranSN Sejumlah warga yang biasa beraktifitas di Jalan Letnan marzuki mengeluhkan tumpukan sampah di ...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!