Selasa , Januari 22 2019
Home / Gema Sriwijaya / Guru Ngaji Pertanyakan Insentif Tahun 2017

Guru Ngaji Pertanyakan Insentif Tahun 2017

Masito, salah satu guru ngaji yang ada di Desa Bukit Ulu Kecamatan Karang Jaya. (Foto-Sunardi/KoranSN)

Muratara, KoranSN

Masito (43), salah satu guru ngaji yang bertempat di Desa Bukit Ulu, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), mempertanyakan insentif guru ngaji yang memang sudah dianggarkan melalui Dana Desa (DD), karena sepanjang tahun 2017, dirinya hanya menerima uang yang tidak sesuai dengan anggaran tersebut.

“Saya tahu dari ketua Badan Permusyawatan Desa (BPD) Bukit Ulu, jika insentif untuk guru ngaji sebesar 1 juta rupiah perbulan untuk satu orang guru ngaji, selama 12 bulan sepanjang tahun 2017. Sedangkan saya hanya menerima uang dari Kades sebesar 4 juta rupiah, yang pertama 1 juta dan yang kedua 3 juta rupiah. Jadi kemana sisanya insentif untuk guru ngaji tersebut,” katanya, Senin (22/10/2018).

Baca Juga :   5 Pimpinan Kecamatan Golkar Terpilih dengan Aklamasi

Ia juga mempertanyakan ada orang yang mendapat insentif guru ngaji, padahal orang itu tidak ngajar ngaji sama sekali.

“Nah satahu saya semenjak ada dana desa ini guru ngaji menjadi 8 orang tetapi pada kenyataannya yang aktif ada 6 orang. Jadi bagaimana itu bisa terjadi,” tukasnya.

Ia berharap kepada pemerintah agar insentif guru ngaji untuk dirinya segera dibayarkan.

“Jika itu hak saya, saya minta dibayarkan sisanya yang tahun 2017, sedangkan insentif guru ngaji tahun 2018 ini baru dibayar sebesar 2 juta rupiah,” ujarnya.

Sementara Ketua BPD Bukit Ulu Kecamatan Karang Jaya, M.Haris membenarkan jika insentif guru ngaji pada tahun 2017 sebesar 1 juta rupiah perbulannya untuk satu orang guru ngaji selama setahun.

“Kita berbicara ini sesuai dengan perbup yang ada, disana disebutkan bahwa bantuan insentif taman belajar keagamaan/TPA sebesar 1 juta rupiah perorang selama 12 bulan untuk 5 orang perdesa,” ungkapnya.

Baca Juga :   Petani PALI Dibekali Pelatihan Penggunaan Alsintan Modern

Ia menambahkan, tidak hanya kasus itu saja yang dipermasalahkan saat ini, tapi masih banyak lagi kasus-kasus lainnya yang belum terbongkar. “Tidak hanya disini saja yang bermasalah, kita sudah punya datanya termasuk perbub 2017,” tambahnya.

Terpisah, Kades Bukit Ulu Kecamatan Karang Jaya, Alpian Efendi saat dikonfirmasi mengatakan jika insentif salah satu guru ngaji di desanya sudah selesai dibayar semua.

“Sudah, kita sudah membayar gaji atau insentif guru tersebut, dan sudah kita lunasi,” katanya.

Kades menjelaskan, untuk insentif guru ngaji pada tahun 2017 yang dibayarkan hanya guru ngaji yang mempunyai SK. “Yang dibayar itu yang ada SK-nya saja, sebanyak ada 5 orang yang kita bayar,” akunya. (snd)

Hotel Grand Inna Palembang Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Wako Pagaralam Jadikan Mobil Jadul Truntung Sebagai Mobdin

Pagaralam, KoranSN Walikota (Wako) Pagaralam, Alpian Maskoni SH ingin mengenang masa lalu sering naik mobil ...