Hadiri Rakor PJIGN, Mendagri Puji Kepemimpinan Alex Noerdin

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahyo Kumolo saat memberikan buku kepada Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Hotel Aryaduta, Kamis (15/3/2018). (foto-humas pemprov)

Palembang, KoranSN

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI Tjahyo Kumolo datang ke Palembang menghadiri Rapat Koordinasi dan Bimbingan Teknis Penguatan Jaringan Informasi Geospasial Nasional di Tingkat Daerah Regional Sumatera yang diselenggarakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) di Hotel Aryaduta, Kamis (15/3/2018).

Dalam sambutannya, Tjahyo Kumolo sempat memuji keberhasilan kepemimpinan Gubernur Sumsel Alex Noerdin selama hampir 10 tahun memimpin Sumsel.

“Pemikiran beliau ini sama dengan Bung Karno. Pada tahun 60 Bung Karno selalu pidato dan selalu saya baca bukunya, “Setiap manusia harus punya impian dan imajinasi dan punya konsepsi. Dengan punya konsepsi ada keberanian”. Kalau Pak Alex gak berani dan nekat, Sumsel tidak akan sehebat dan seindah ini, bahkan punya bandara dan infrastruktur hebat,” tegasnya.

Dibawah kepemimpinan Alex, satu hari tak kurang 57 pesawat take off dan landing di Palembang. Bahkan bisnis kuliner Palembang yakni pempek paling populer di Indonesia selain Yogyakarta.

“Hampir 7 ton pempek dikirim ke luar Palembang setiap hari. Nomor dua dipecahkam Yogyakarta yaitu Bakpia. Ini belum termasuk Ikan Patin, Udang dan Ikan Belida. Saya kira Pak Alex yang segera mengakhiri jabatannya sudah selesai memenuhi janji politiiknya karena sudah dijawab sekarang,” tambahnya.

Baca Juga :   Agung Laksono: Jika Ada Perbedaan, Bersatulah!

Terkait masalah percepatan kebijakan satu peta menurut Tjahyo, saat ini masih menemui berbagai kendala diantaranya, adalah kelembagaan yang belum terbentuk dan terkait kebijakan pemerintah. Kemudian teknologi yang belum memadai.

“Ini hambatan yang harus dicermati bersama. Gubernur wajib bentuk OPD sebagai simpul jaringan sebagai rangka pembangunan untuk informasi geopasial,” jelasnya.

Selanjutnya kata Mendagri, seluruh daerah perlu mengoperasionalkan fungsi simpul jaringan dan infrastruktur tersebut. Kebijakan satu peta ini penting menyatukan seluruh informasi peta produksi oleh berbagai sektor kementerian dan lembaga dalam satu peta secara integrasi.

Hal ini juga penting guna mempermudah penyelesian konflik yang timbul akibat tumpang tindih pemanfaatan lahan serta membantu penyelesaian batas daerah di seluruh tanah air.

Sementara itu Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengatakan, tidak akan terlalu banyak bicara soal simpul jaringan karena akan ada ahlinya yang berbicara.

Namun mengenai BIG tidak punya cabang di daerah menurutnya, tidak sepenuhnya benar.

“Kalau dalam artian resmi tidak, tapi secara teknis sudah ada di Bappeda yaitu di UPTD tata ruang. Disitu kita tentu sudah akrab dengan bakostranal, nah inilahyang mengurusi masalah pemetaan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga :   Kualitas Udara Sumsel Tidak Sehat

Selebihnya Alex Noerdin menggunakan kesempatan tersebut untuk mensosialisasikam Asian Games karena kebetulan peserta perwakilan Rakor yang hadir berasal dari daerah seluruh Sumatera.

“Asian Games ini tinggal hitungan hari, kita buuh dukungan semua pihak. Sekalian semua yang hadir saya undang ke Jakabaring untuk melihat komplek olahraga terbesar di Indonesia,” jelas Alex.

Di tempat yang sama Kepala Badan Informasi Geospasial Hasanuddin Z Abidin mengatakan, posisi saat ini integrasi sudah berjalan. Rencananya Agustus 2018 nanti Kebijakam Satu Peta (KSP) bisa segera diluncurkan di seluruh Indonesia.

“Saat ini percepatan kita lakukan di regional Sumatera. Selanjutnya Papua, Maluku, baru kemudian Sulawesi dan Kalimantan. Saat diluncurkam 10 Agustus nanti semua daerah akan terkoneksi. Kalau kondisi simpul jaringan di tingkat daerah Sumsel sudah hijau artinya tidak ada masalah jaringan,” jelasnya. (den/hms)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

HD Sinkronkan Program Strategis Provinsi dengan Kabupaten/Kota

Palembang, KoranSN Untuk mempercepat jalannya pembangunan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, dibutuhkan komitmen …