Hak Tak Terpenuhi, Karyawan PT BSS Mogok Kerja

Suasana mogok kerja karyawan PT BSS. (foto SN/Sunardi)

Muratara, KoranSN

Lantaran hak sebagai karyawan tak terpenuhi, sejumlah karyawan PT Buana Sriwijaya Sejahtera (BSS) di Desa Biaro Lama Kecamatan Karang Dapo Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) melakukan Aksi mogok kerja.

Aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan itu karena mereka mempertanyakan status sebagai karyawan di PT BSS yang sudah lama bekerja, dan meminta hak tunjangan kerja bagi pegawai tetap, fasilitas kerja karyawan, safety dan ekstra puding karyawan, penurunan basis dan harga dasar premi panen, pengaturan jam karyawan.

Selanjutnya, mereka juga meminta penyelesaian skorsing (penonaktifan bekerja) atas nama Bayu Sengara dan Pairul Puadi, pergantian biaya berobat karyawan atas nama Karmila Yati, mengajukan pemutusan kerja karena sakit berkepanjangan atas nama Desi Harianto serta pinjaman atau penyedian kantor seketariat PUK SPPP SPSI PT BSS.

Pantauan SN, Rabu (8/2/2017), ratusan karyawan PT BSS tetap mendatangi perusahaan tempatnya bekerja, tetapi mereka sepakat dan kompak untuk tidak melakukan aktivitas kerja, sebelum adanya kesepakatan bersama unsur pimpinannya.

Baca Juga :   50 Peserta Ikut “Hysteria Irmas”

Ketua PUK SPPP SPSI PT BSS, Kusairi Tahar, mengatakan dirinya bersama rekan-rekan melakukan mogok kerja dengan tuntutan kesejahteraan karyawan.

“Sekitar 150 orang karyawan yang melakukan aksi mogok kerja, semuanya kita datang ke areal perkantoran perusahaan namun kita tidak melakukan aktivitas,” kata Kusairi.

Dia mengatakan, ada 10 macam tuntutan Karyawan PT BSS dan semuanya itu tentang kesejahteran kerja karyawan yang selama ini tidak dipenuhi.

“Ada 10 macam itu lah yang menjadi tuntutan kami, jika dipenuhi kami akan kembali bekerja sebagai mana mestinya,” katanya.

Lanjut Kusairi, aksi yang dilakukan tersebut sudah ditanggapi oleh pihak perusahaan dan sudah dilakukan audiensi. “Kita sudah melakukan audensi dengan GM manager inti dan manager plasma tetapi belum ada solusinya,” ungkapnya.

Senada dikatakan Mansur CA (43) Wakil Ketua SPSI PT BSS mengatakan jika tuntutan tersebut tidak di indahkan oleh pihak perusahaan pihaknya akan terus melakukan Aksi mogok kerja.

“Kalau hari ini belum ada penyelesaian tututan kami maka mogok kerja ini akan berkelanjutan, sampai pihak perusahan menyanggupi 10 macam tuntutan kita,” bebernya.

Baca Juga :   KPU Muratara Terima Dana Hibah Rp 28 Miliar Untuk Pilkada

Sebagai karyawan pihaknya berharap tidak ada benturan langsung. Karena tuntutan itu merupakan hak bagi karyawan. “Kami tidak menuntut hal yang berlebihan hanya meminta hak kesejahteraan kami,” harapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Muratara Efriyansah meminta agar semua perusahaan yang beraktivitas di Bumi Beselang Serundingan untuk memperhatikan masyarakat terutama yang berada di sekitar perusahaan, dan tidak merugikan masyarakat.

“Perusahaan bekerja samalah dengan semua pihak terutama minta dukungan penuh kepada masyarakat. Jika ada perusahaan yang tidak bisa diajak bekerja sama maka harus ditindak dan diberikan sangsi sesuai dengan aturan,” tegasnya. (snd)

Iklan Polres Lahat

Publisher : Anton Wijaya

Avatar

Lihat Juga

TNI dan Polri Bantu Pemda OKI Tekan Kurva Penyebaran Covid-19

Kayuagung, KoranSN Ratusan personil gabungan TNI, Polri dan Sat Pol PP di Ogan Komering Ilir …