Harga Beras Melambung, Petani Karet Hanya Bisa Pasrah

Beras premium di salah satu toko di Pasar Inpres Pendopo. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, KoranSN

Pasca perayaan tahun baru 2018, harga beras premium di Pasar Inpres Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI mengalami kenaikan signifikan.

Dari sebelumnya pada tanggal 25 Desember 2017, satu karung beras ukuran 20 kg seharga Rp 215.000,00 kini melejit hingga Rp 220.000,00 s.d Rp Rp 230.000,00 per karung beras ukuran 20 kg.

Sementara, untuk harga perkilogram, beras yang sebelumnya seharga Rp 11.000,00 per kg kini menjadi Rp 12.000,00 per kg.Kenaikan juga terjadi pada komoditi telur ayam. Dari semula yang hanya Rp 19.000,00 s.d Rp 20.000,00 per kg, kini menjadi Rp 24.000,00 sd Rp 25.000,00 per kg. Bahkan, kondisi naiknya telur ayam itu sudah berlangsung selama dua bulan terakhir.

Tidak hanya itu, beras ketan pun mengalami lonjakan harga. Dari sebelumnya Rp 17.000,00 per kg, kini menjadi Rp 24.000,00 per kg.

Sejumlah ibu rumah tangga pun terpaksa harus berhemat di awal tahun 2018 ini.

“Bingung jadi dek, barang-barang serba naik galo. Sementaro pemasukan tidak pernah naik. Apolagi sekarang, kondisi hargo karet semakin menurun. Pikirke bae, sekilo karet cuma Rp 7.000,00. Jadi idak sebanding lagi hargo karet sekilo dengan hargo beras sekilo,” keluh Erna (34) ibu rumah tangga yang juga kesehariannya sebagai petani karet upahan.

Baca Juga :   Polres Muara Enim Gelar Cerdas Cermat Antar Satpam

Dia mengaku tidak bisa berbuat apa-apa, selain berharap Pemkab PALI bisa memberi solusi agar harga-harga kebutuhan pokok cepat turun.

“Belum lagi nak duit anak sekolah, jadi sekarang cuma pasrah bae dek. Kalu bae ado bantuan dari Pemkab PALI,” tukasnya.
Keluhan juga diungkapkan Nita, salah satu pengunjung pasar pendopo.

“Sudah tahun baru bukannya turun malah tambah naik, kami sebagai petani yang hanya mengandalkan harga getah karet sangat terbeban dengan tidak sebandingnya antara penghasilan dan biaya hidup. Salahsatu cara agar penghasilan kami mencukupi adalah dengan berhemat,” keluh Nita, salahsatu pengunjung pasar Pendopo, Kamis (4/1/2018).

Berhematnya sebagian besar masyarakat karena tingginya harga sejumlah bahan pokok berimbas pada sepinya transaksi di pasar tersebut.

Baca Juga :   Tiga Kecamatan Terendam Banjir

“Sepi pak, sudah lama keadaan pasar sepi, sejak harga getah anjlok, dan diperparah situasi saat ini, dimana harga kebutuhan pokok naik sementara harga karet masih bertahan murah. Naiknya harga beras maupun telur, mungkin karena cuaca saat ini yang cukup ekstrem, sehingga pasokan berkurang,” ucap Rio, salah satu pedagang di Pasar Pendopo.

Sebelumnya, Plt kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten PALI, Irawan Sulaiman melalui sekretarisnya, Razulik SH bahwa saat ini kenaikan harga-harga kebutuhan pokok masih normal.

“Kami masih pantau kebutuhan pokok di pasaran, dan kenaikan harga sejumlah bahan pokok masih belum signifikan,” terangnya. (ans)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pelajari Retribusi Menara Telekomunikasi, DPRD Prabumulih Kunker OKU Timur

Martapura, KoranSN Komisi III DPRD Kota Prabumulih melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Dinas Komunikasi dan …