Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Dari Desa ke Desa / Harga Cabai Merah di PALI Melonjak Naik

Harga Cabai Merah di PALI Melonjak Naik

Tampak salah satu lapak pedagang cabe.(foto-anas/koransn)

PALI, KoranSN

Harga cabai merah di Pasar Inpres Pendopo kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI mengalami lonjakan kenaikan. Terpantau, cabai merah yang semula hanya berkisar Rp 60.000,00 per kg kini naik menjadi Rp 80.000,00 per Kg.

Kondisi inipun telah berlangsung sejak satu pekan terakhir.

Tak ayal, mahalnya harga cabai merah membuat sejumlah ibu rumah tangga dan pengusaha warung makan di Pendopo mengeluhkan kondisi tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh Indrawati (27), ibu rumah tangga asal Kelurahan Talang Ubi Timur. Dari keterangannya, akibat harga cabe merah yang naik membuat dirinya mengurangi penggunaan cabai merah.

Baca Juga :   PALI Masih Harus Beli Air ke PDAM Lematang Enim

“Padahal suami saya suka makan pedas, akibat harga cabe merah yang mahal membuat saya tidak bisa masak-masakan yang disukai suami saya. Karena, harganya terlampau mahal. Belum lagi harus memenuhi kebutuhan rumah tangga yang lain, seperti beras, bayar listrik, tagihan air PAM, dan lainnya,” keluh ibu satu orang anak itu.

Selain ibu rumah tangga, tampak pedagang warung makan juga terkena imbas dari mahalnya cabai merah. Bahkan, sebagian terpaksa menaikkan harga makanan yang dijual untuk menghindari kerugian.

Baca Juga :   Serap Aspirasi Warga Mangunjaya Kayuagung

“Tepakso kami naikke harga lauknya mas, karena kalau tidak naik, nanti kami yang rugi. Karena, bagi kami, cabe sudah seperti kebutuhan pokok, hal itu disebabkan lauk pauk yang kami jajakan menggunakan cabe merah ketika memasak,” kata Sopian (46) pedagang warung makan yang ada di Kecamatan Talang Ubi.

Sementara itu, dari penuturan Sobri salah satu pedagang cabai merah di Pasar Tradisional Pendopo mengaku,p bahwa tingginya harga cabe merah disebabkan stok cabai terbatas.

“Harga belum bisa stabil, kami juga mengikuti harga dari agen cabai,” ungkapnya. (ans)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Bupati OI: BPD Mitra Kepala Desa Bukan Pesaing atau Rivalnya

Indralaya, KoranSN Badan Permusyawaratan Desa (BPD) adalah lembaga pemerintahan desa dan sebagai mitra kepala desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.