Harga Garam Naik, IRT di PALI Terkejut

Tampak satu bungkus garam ukuran 250 gram yang ditunjukan salah seorang warga. (foto-anasrul/koransn.com)

PALI, SN
Sejumlah Ibu Rumah Tangga (IRT) di Kabupaten PALI merasa terkejut saat hendak membeli garam kasar beryodium di Pasar Inpres Pendopo Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI.

Pasalnya, tanpa pemberitahuan dan sebab yang pasti, tiba-tiba harga garam meloncak drastis. Dari harga yang sebelumnya satu bungkus dengan berat 250 gram hanya Rp 1.500 per bungkus tapi kini harganya menjadi Rp 2.500 per bungkus.

Sontak, naiknya harga bahan dapur yang rasanya asin itu membuat ibu-ibu di pasar Tradisional kaget.
“Iyo, padahal kemarin aku beli garam masih Rp 1.500 per bungkus. Hari ini sudah naik menjadi Rp 2.500. Naeknyo cukup tinggi pulo, 75 persen, cak mano kalu garam di toko-toko kecik. Pasti lebih tinggi pulo. Bahkan ada yang menjual Rp 3.500 per bungkus,” terang Nurlela (51), warga Lorong Masjid Kelurahan Talang Ubi Timur ketika dijumpai Suara Nusantara, Selasa (18/7/2017).

Baca Juga :   Belum Ada Pasangan Balon yang Akan Diusung Gerindra

Ia juga merasa heran dan bingung, karena harga-harga kebutuhan pokok naik terus.

“Kemarin listrik yang naik, ini sekarang lah garam pulo yang naek. Cak mano nak sejahtera rakyat Indonesia, hargo-hargo barang kebutuhan pokok serba naek galo. Kami minta kepada pak presiden Joko Widodo dengarkan keluhan kami ini,” tukasnya.

Sementara itu, Samsul (42) salah satu pedagang di pasar inpres Pendopo mengaku harga garam naik tersebut berasal dari agennya.

“Dari agennyo bae sudah naek Pak!, otomatis kami naek jugo. Kami nak nyari untung jugo. Untuk penyebab pastinya kami belum tahu, karena memang garam beda dengan bahan masakan lainnya. Tidak ada musim panen atau yang lainnya,” ujarnya. (ans)

Baca Juga :   PPI Desak Berantas Maksiat di Lubuklinggau
Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Forum Pengusaha Orgen Tunggal di Empat Lawang Berharap Larangan Manggung Dicabut

Empat Lawang, KoranSN Para pengusaha orgen tunggal (OT) di Kabupaten Empat Lawang yang mengatas namakan …