Minggu , Oktober 21 2018
Home / Kota Musi / Harga Pertamax dan Dex Series Naik

Harga Pertamax dan Dex Series Naik

Petugas SPBU di Jalan M Isa Palembang sedang mengisi BBM ke sepeda motor milik konsumen. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

PT Pertamina (Persero) mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Dex series serta biosolar non PSO naik pada pukul 11.00 WIB, sementara rencana kenaikan harga BBM Premium yang diumumkan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, akhirnya ditunda.

Kenaikan tersebut juga terjadi di Sumsel. Dimana harga Bahan Bakar Kendaraan (BBK) paling tinggi adalah Pertamax Series. kenaikan mencapai Rp 900/liter dari harga sebelumnya per 17 Juli 2018 Rp 9.700/liter menjadi Rp 10.600/liter. Begitu juga harga Pertamax Turbo dari Rp 10,900/liter menjadi Rp 12,450 per liter atau naik Rp 1.550/liter. Sedangkan Dexlite dari Rp 9,200 menjadi Rp 10.700. Namun harga Pertalite di Sumsel masih Rp 8.000/liter.

Dari dari data yang dihimpun di lapangan, saat ini harga BBK di Sumsel lebih tinggi dibandingkan Sumatera Utara dengan selisih Rp 200. Sedangkan untuk harga Pertalite, harga di Sumsel juga lebih tinggi dibandingkan Riau yakni Rp 7.800.

Baca Juga :   Mahasiswa 'Kepung' Kantor DPRD Sumsel

Salah satu pengendara motor, Sri (30) yang dijumpai di SPBU Pahlawan Palembang mempertanyakan, Sumsel sebagai lumbung energi dan memiliki produksi minyak tingga namun harga BBK lebih tinggi dibanding provinsi lain.

Dari pantauan di beberapa SPBU di Kota Palembang seperti di SPBU Golf terlihat pengendara yang hendak mengisi BBM memutarbalik kendaraan begitu mengetahui kenaikan harga BBM.

“Saya baru mengetahui kalau Pertamax naik karena itu saya tidak jadi isi Pertamax beralih isi Pertalite. Mudah-mudahan harga Pertalite tidak turut naik tambah susah kami nantinya,” ujar Diki saat dijumpai di SPBU Golf.

Hal senada diungkapkan Andre (25) saat hendak mengisi kendaraan roda empatnya di SPBU Koloner Burlian ia terkejut karena harga Pertamax naik. “Urung aku isi Pertamax laju isi Pertalite bae lah karena naiknyo cukup banyak,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut Pjs. Region Manager Communication and CSR Sumbagsel PT Pertamina (Persero) Taufikurrachman mengatakan, pnyesuaian harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, Pertamina Dex, dan Biosolar Non PSO merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus merangkak naik dimana saat ini harga minyak dunia rata-rata menembus 80 dolar per barel.
Untuk penetapannya dikatakannya, mengacu pada Permen ESDM No. 34 tahun 2018 Perubahan Kelima Atas Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 39 Tahun 2014, Tentang Perhitungan Harga Jual Eceran BBM.

Baca Juga :   Anggota Persit Ikuti Pelatihan Pembuatan Kalung dan Kain Jumputan

“Harga BBM non subsidi ini menyesuaikan harga pasar termasuk dollar, kalau saatnya turun yang pasti turun lagi. Untuk Pertamax sendiri dihadirkan karena kualitas, kami yakin masyarakat tidak akan pindah, dan kami menyerahkan kepada pasar,”ujarnya.

Ditambahkannya, saat ini rata per harinya konsumsi Pertalite sebesar 3.860 KL dan Pertamax 905.7 KL, sedangkan untuk per bulan konsumsi Pertalite Rp115.819 KL, Pertamax perbulan 27.172 KL. (ima)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Mahasiswa Sukseskan Pemilu di Sumsel

Palembang, KoranSN Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Kamis (18/10/2018) mengajak mahasiswa di Sumsel untuk ...

error: Content is protected !!