Minggu , September 23 2018
Home / Gema Sriwijaya / Harga Telur di Muratara Melonjak

Harga Telur di Muratara Melonjak

Tampak padagang di pasar Lawang Agung Kecamatan Rupit. (Foto-Sunardi/KoranSN)

Muratara, KoranSN

Dua minggu terakhir harga telur di Kabupaten Muratara melonjak mencapai Rp 48 ribu sampai Rp 50 ribu perkarpet, sehingga menjadi keluhan banyak pedagang.

Diana, salah satu pedagang di Pasar Lawang Agung, Kecamatan Rupit Muratara mengatakan, kenaikan harga terlur terjadi usai lebaran Idul Fitri kemarin.

“Dari sehabis lebaran, khususnya dua minggu terakhir harga telur terus naik. Dimana harga sebelumnya berkisar Rp 42 ribu hingga Rp 43 ribu perkarpetnya dan sekarang mencapai Rp 48 ribu hingga Rp 50 ribu perkarpetnya. Harga tersebut tergantung bentuk dan kondisi telur tersebut,” kata Diana, Jumat (13/7/2018).

Baca Juga :   Peletakan Batu Pertama Pembangunan di Desa Nanjungan

Dengan mahalnya harga telur tersebut, otomatis harga jual juga mengalami kenaikan, dan hal tersebut mempengaruhi banyak atau tidaknya telur yang bisa dijual kepada pelanggan.

“Kalau sekarang sepi yang membeli telur, mungkin karena harganya mahal. Kalau biasanya dalam sehari bisa menjual 10 hingga 15 karpet setiap harinya,” jelasnya.

Ditanya mengenai alasan mengapa harga telur mengalami kenaikan? Dirinya mengungkapkan jika hal ini disebabkan pasokannya berkurang, karena banyak ayam yang mati berakibat stok telur sedikit hingga telur mengalami kenaikan.

“Kalau saya tanya ke agen kenapa naik, mereka menjawab kalau di Medan banyak ayam yang mati,” ungkapnya.

Baca Juga :   Ditempatkan di Sel Tahanan Karantina

Sementara, Kepala Dinas (Kadis) Perdagangan Perindustrian dan Koperasi, Syamsu Anwar mengatakan, kenaikan maupun penurunan harga tersebut biasa terjadi, namun kenaikan tidak setiap hari.

“Kalau harga naik turun, mungkin pedagang minim stok, atau ada faktor lain dan di Muratara ini tidak memiliki agen besar seperti di tempat lain. Otomatis itu mempengaruhi tingkat harga di pasaran lokal,” katanya.

Ia mengungkapkan, akan selalu memonitor pasar untuk mengawasi harga telor tersebut, dan dirinya akan menurunkan tim jika kenaikan itu terus terjadi.

“Kita akan terus monitor pasar, kita terus pantau harga jual di pasar tersebut, apabila kenaikan itu terus terjadi maka kita akan turunkan tim untuk Sidak pasar,” pungkasnya. (snd)

Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

1.945 Pedagang Direlokasi ke PTM 2

Prabumulih, KoranSN Sebanyak 1.945 pedagang yang biasa berjualan di Jalan M Yamin, Jalan Kelapa dan ...

error: Content is protected !!