Hari Cuci Tangan Sedunia di KI Diwarnai Penikaman Siswa SMP

CUCI TANGAN PAKAI SABUN – Ratusan siswa sekolah dasar dan SMP di Palembang melakukan cuci tangan bersama dalam rangka peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia di Kambang Iwak Palembang, Rabu (18/10). Kegiatan ini bertujuan untuk mengajarkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan sejak usia dini. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Peringatan hari cuci tangan sedunia yang dilakukan di Kambang Iwak (KI) Kecamatan IB I dengan dihadiri siswa-siswi SMP dan SD se-Kota Palembang, Rabu pagi (18/10/2017) diwarnai dengan aksi penikaman siswa salah satu SMP di Kota Palembang.

Korbannya yakni, Eric Valensia (14), warga Jalan Syakyakirti Lorong Pancasila Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus Palembang. Korban ditikam senjata tajam (Sajam) jenis pisau oleh tersangka ‘WH’ (14), warga Jalan Candi Welan 24 Ilir Kecamatan IB I Palembang, yang tak lain oknum siswa SMP yang juga menghadiri acara tersebut.

Bahkan akibat tikaman yang dilakukan oleh tersangka membuat pisau menancap di bagian tubuh belakang korban Eric Valensia. Sedangkan ‘WH’ langsung meninggalkan lokasi usai melakukan penikaman.

Usai kejadian korban dibawa oleh guru dan rekan-rekannya ke rumah sakit, sementara siang harinya tersangka ‘WH’ berhasil ditangkap anggota kepolisian Polsek IB I Palembang saat tersangka berada di kawasan Cinde.

Baca Juga :   Warga Almunawar Butuh Pagar Pembatas Sampah

Saat diamankan di Polsek IB I Palembang, tersangka ‘WH’ mengatakan, jika ia dan korban beda sekolah, ia berada di lokasi kejadian lantaran diminta oleh gurunya untuk ikut dalam acara peringatan hari cuci tangan sedunia.

“Awalnya, saya dan teman-teman duduk di kawasan Kambang Iwak sembari menghadiri acara hari cuci tangan. Tak lama kemudian ada teman kami yang dikeroyok hingga saya mendekati lokasi untuk menolong. Setiba di lokasi kejadian, mereka yang mengeroyok bubar lalu saya mencabut pisau yang saya bawa mencari orang yang mengeroyok teman saya tadi. Karena ketika itu korban ada di sekitaran lokasi makanya korban saya tikam dari arah belakang. Tidak tahu apakah korban ikut mengeroyok teman saya atau tidak,” ujarnya.

Baca Juga :   Alex Noerdin: Saya Ingin Semua Fokus Bekerja

Masih dikatakannya, jika setiap hari dirinya memang selalu membawa pisau yang disimpannya di dalam ikat pinggang. Hal itu dilakukannya untuk menjaga diri, sebab dirinya mengaku pernah ditodong saat pulang sekolah.

“Pisau itu saya beli di online. Kemudian saya simpan di tali pinggang dengan cara menyelipkannya. Karena saya pernah ditodong makanya pisau itu selalu saya bawa setiap kali saya sekolah,” ujarnya.

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pasien Corona Sembuh di Sumsel Capai 1.147 Orang

Palembang, KoranSN Total jumlah pasien positif Covid-19 yang sembuh di Sumsel saat ini mencapai 1.147 orang. …