Hari Ini Jaksa Hadirkan Saksi Ahli Dalam Sidang Dana Hibah

Tumpal Pakpahan. (foto-dok/ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Hari ini, Senin (12/6/2017) Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejagung RI dan Kejati Sumsel mengagendakan saksi ahli dalam persidangan dugaan korupsi dana hibah Sumsel tahun 2013 di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Klas I A Palembang. Demikian dikatakan JPU Kejagung RI, Tumpal Pakpahan SH HM, kemarin.

Menurut Tumpal Pakpahan, saksi ahli yang akan dihadirkan dalam persidangan merupakan pihak yang melakukan audit kerugian negara dalam dugaan kasus ini. Saksi ahli tersebut dihadirkan dalam persidangan
untuk menjadi saksi terdakwa Laonma PL Tobing (Kepala BPKAD Sumsel) dan terdakwa Ikwanudin (Mantan Kepala Badan Kesbangpol Sumsel).

“Besok (hari ini) kita agendakan saksi hali memberikan kesaksian. Dalam kesaksiannya nanti saksi ahli ini akan menjelaskan terjadinya dugaan kerugian negara senilai Rp 21 miliar dalam dugaan korupsi dana hibah Sumsel tahun 2013,” katanya.

Masih dikatakan Tumpal Pakpahan, usai dihadirkan saksi ahli dalam persidangan maka selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan terhadap terdakwa Laonma PL Tobing dan terdakwa Ikwanudin.

“Jadi kita juga akan agendakan pemeriksaan kedua terdakwa dalam persidangan. Dimana untuk agenda pemeriksaan terdakwa ini, masing-masing terdakwa akan dihadirkan secara bergantian di dalam sidang,” ujarnya.

Baca Juga :   Terungkap Inilah Kesadisan Kawanan Perampok dan Pembunuh Driver Taksi Online Tri Widyantoro

Disingung apakah masih ada pemeriksaan saksi lainnya termasuk
saksi yang akan di konfrontir dalam persidangan? Dikatakan Tumpal Pakpahan karena waktu kurungan penjara terdakwa Laonma PL Tobing dan terdakwa Ikwanudin akan memasuki tahap tiga di masa persidangan, untuk itulah proses persidangan dipercepat.

“Untuk saksi lainnya termasuk saksi yang akan dikonfrontir kita lihat saja nanti, yang jelas kita tidak mau nanti sidang belum selesai masa tahanan kedua terdakwa sudah habis, sehingga berakibat kedua terdakwa dapat bebas. Untuk itulah dalam persidangan para saksi tidak semuanya dihadirkan. Bahkan minggu depan gilirian kuasa hukum kedua terdakwa untuk menghadirkan saksi meringankan (adcart),” tandasnya.

Seperti diketahui, dalam perkara ini sudah banyak saksi yang dihadirkan dalam persidangan yang diantaranya; saksi dari PNS, pejabat hingga mantan pejabat Pemprov Sumsel serta mantan anggota DPRD Sumsel periode 2009-2014.

Diberitakan sebelumnya, JPU Kejati Sumsel, Rosmaya SH MH didampingi JPU Kejagung RI, Tumpal Pakpahan telah mengatakan, dalam perkara ini pihaknya menemukan banyak proposal fiktif. Temuan tersebut berupa barang bukti proposal yang juga diperkuat dengan kesaksian para camat yang telah dihadirkan dalam persidangan.

Baca Juga :   Kasus Bocah SD Tewas Akibat Imunisasi Berbuntut ke Ranah Hukum

“Dari para camat yang diminta Kejagung menyerahkan surat panggilan untuk LSM dan Ormas penerima dana hibah terdapat alamat LSM dan Ormas pengaju dana hibah yang tidak jelas, hingga keberadaan LSM dan Ormas itu tidak ditemukan. Dikarenakan alamat surat panggilan tersebut dibuat berdasarkan alamat yang tertera di proposal makanya proposal tersebut fiktif,” terang Rosmaya.

Lebih jauh diungkapkan Rosmaya, jika proposal-proposal yang fiktif tersebut diduga dipergunakan untuk Pilkada. “Sebab saat itu di Sumsel akan berlangsung Pilkada, jadi proposal-proposal fiktif itu diduga untuk Pilkada,” tutup Rosmaya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Benih Lobster Jadi “Tsunami” Politik Prabowo dan Jokowi

Jakarta, KoranSN Sepulang dari perjalanan dinasnya di Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, Menteri Kelautan dan Perikanan …