Home / Lacak / Hasil Forensik, Mrs X di Ogan Ilir Dibunuh dengan Dijerat Kawat Sebelum Dibakar

Hasil Forensik, Mrs X di Ogan Ilir Dibunuh dengan Dijerat Kawat Sebelum Dibakar


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
dr Indra Sakti. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Hasil otopsi terhadap mayat Mrs X yang ditemukan tewas terbakar di semak-semak di Jalan Kebun Sawit Dusun IV SP 2 Desa Sungai Rambutan Kecamatan Indralaya Utara, diketahui jika korban lebih dulu tewas dibunuh dengan dijerat menggunakan kawat, setelah itu barulah korban dibakar.

Demikian dikatakan Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, dr Indra Sakti, Selasa (22/1/2019) usai melakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban.

Diungkapkan Indra, diketahuinya korban sudah dalam kondisi tewas saat dibakar pelaku setelah pihaknya memeriksa saluran pernafasan dan tenggorokan korban. Dimana hasil dari pemeriksaan tersebut tidak ditemukan abu atau serpihan sisa-sisa pembakaran yang terhirup oleh korban.

“Artinya, korban dibakar pelaku sudah dalam keadaan meninggal dunia. Sebab, kalau korban dibakar hidup-hidup tentunya di saluran nafas dan tenggorokannya ditemukan abu yang terhirup saat api membakar tubuh korban. Selain itu, dari pemeriksaan yang dilakukan kami mendapati luka jeratan tali kawat. Dari itulah korban lebih dulu meninggal dunia usai dijerat pelakunya, setelah itu barulah korban dibawa ke lokasi kejadian dan dibakar di atas spring bed tersebut,” terangnya.

Masih dikatakan Indra, sejauh ini sudah ada satu keluarga yang mendatangi Rumah Sakit Bhayangkara karena menduga jika korban merupakan keluarganya. Dari itulah pihaknya telah mengambil sample guna pemeriksaan DNA untuk memastikan kebenaran tersebut.

“Baru ada satu keluarga dari Gelumbang Muara Enim datang melapor jika ada keluarga mereka yang hilang. Dari penuturan keluarga tersebut, jika mereka mengenali korban dari cincin yang digunakan di lengan jenazah tersebut. Memang saat pemeriksaan kami menemukan cicin warna perak di jari sebalah kiri korban. Tapi karena jenazah ini terbakar hampir 100 persen, makanya cincin itu juga ikut rusak, sehingga susah untuk pembuktiannya,” ujarnya.

Baca Juga :   Polsek Bayung Lincir Bekuk Pencuri Sarang Walet

Selain itu lanjut Indra, kesulitan pihaknya saat melakukan otopsi yakni hangusnya tubuh korban termasuk seluruh organ tubuh. Sedangkan untuk tengkorak dan tulang belulang korban masih utuh, namun hasil dari otopsi pihaknya tidak menemukan bekas pukulan benda tumpul.

“Jadi bagian tubuh dan organ tubuhnya hangus terbakar, semuanya berubah dan sulit dikenali. Untuk itulah tes DNA yang hanya dapat memastikan identitas korban. Maka dari itu, saat ini kami telah mengambil tulang paha pada jenazah korban guna kepentingan tes DNA, tulang inilah yang akan dicocokan dengan sampel darah yang diambil dari keluarga yang mengaku mengenali korban melalui cincin korban. Sementara untuk tes DNA dilakukan di Mabes Polri dan membutuhkan waktu sekitar satu minggu lebih,” tandas Indra.

Burhan (45), warga Gelumbang Muara Enim saat ditemui di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang mengatakan, dirinya dan keluarganya menduga jika jenazah yang ditemukan dibakar tersebut merupakan keponakannya bernama Ina Antimurti.

“Keponakan saya ini pergi dari rumah sejak, Sabtu lalu (19/1/2019). Kemudian setelah kami membaca pemberitaan di media-media, pada Minggu (21/1/2019) ada penemuan jenazah di Indralaya Utara hingga kami langsung datang ke Polres Ogan Ilir untuk menanyakan ciri-ciri jenazah tersebut. Saat itu pihak kepolisian menyampaikan, jika di jari korban ditemukan cincin yang setelah kami lihat mirip dengan cicin keponakan saya Ina Antimurti. Untuk itulah kami datang ke rumah sakit ini guna diambil sample untuk tes DNA,” ungkapnya.

Baca Juga :   Giliran Staf Dinas Kesehatan Banyuasin Diperiksa KPK Jadi Saksi Yan Anton

Lanjut Burman, dalam pengambilan sample tersebut petugas mengambil darah dari Juwita yang merupakan adik dari Ina Antimurti.

“Inikan masih dugaan, dari itu untuk memastikan identitas korban apakah benar keponakan saya makanya dilakukan tes DNA. Sebab, sampai sekarang kami belum mengetahui keberadaan Ina Antimurti ini. Keponakan saya ini sudah menikah tapi dia telah bercerai dengan suaminya sekitar 2 tahun yang lalu,” tutup Burman.

Terpisah, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, jika saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya dan motif pembunuhan korban.

“Kasus ini sangat sadis dan keji makanya saya tidak main-main menanganinya. Sebab korban tewas dibakar lalu lehernya dijerat, maka dari itu dalam pengungkapan kasus ini Polda Sumsel menurunkan tim memback-up Polres Ogan Ilir. Namun dalam penyelidikan ini, lebih dulu kami masih berkoordinasi dengan Forensik dan Labfor guna mengungkap identitas korban. Nanti setelah nama korban diketahui, barulah kita lidik siapa pelakunya dan motifnya apa, jadi kami masih melakukan penyelidikan,” ungkap Kapolda.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Sungai Rambutan Kecamatan Indralaya Utara, Minggu (20/1/2019) dihebohkan penemuan mayat wanita misterius yang belum diketahui identitasnya di halaman kawasan UPT II Kota Terpadu Mandiri (KTM) Rambutan. Saat ditemukan, jenazah korban hangus terbakar di atas spring bed yang tampak juga usai dibakar.

Pihak kepolisian yang mendapati informasi tersebut langsung mendatangi lokasi penemuan jenazah tersebut. Setelah itu Tim Identifikasi Polres OI langsung membawa mayat korban yang hangus terbakar ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang guna dilakukan visum. (ded/man)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Nyanyian Iwan Menggiring Iskandar ke Satres Narkoba Lahat, Sabu Senilai Rp 30 Juta Gagal Beredar

Lahat, KoranSN Iskandar (54), warga Lorong Kedukan Bukit II RT 014 RW 004 Kelurahan 35 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.