Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Nasional / Hasto: Tidak Tahu Keberadaan Harun Masiku

Hasto: Tidak Tahu Keberadaan Harun Masiku

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto berjalan saat menghadiri pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan di Jakarta. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengaku tidak mengetahui keberadaan caleg PDIP Harun Masiku yang telah ditetapkan sebagai tersangka suap oleh KPK terkait dengan penetapan anggota DPR RI terpilih 2019-2024.

“Kalau Harun Arsyid di dalam cerita kita sering mendengar, tapi kalau Harun ini saya gak tau. Di dalam khususnya dimana,” kata Hasto usai meninjau Pameran Rempah disela-sela Rakernas I PDI Perjuangan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat (10/1/2020).

Hasto menilai adanya kepentingan tertentu yang ikut memframing kasus ini. Oleh karena itu, dia memastikan PDIP akan menyikapinya dengan dewasa karena bukan kali ini PDIP diterpa isu miring.

“Sebagai contoh ada pihak yang melakukan framing seolah-olah yang namanya Doni itu staf kesekjenan ditangkap. Saya mencari yang namanya Doni staf saya, ini namanya Doni,” kata Hasto sambil menunjuk Doni yang berada disampingnya.

Baca Juga :   Tunjukkan Komitmen Pengelolaan Sosial dan Lingkungan, Pertamina EP Sabet Empat PROPER Emas

Kendati demikian, Hasto mengatakan menghormati upaya KPK dalam mengembangkan kasus ini.

Ia memastikan partainya dalam melakukan pergantian antar waktu (PAW) berdasarkan undang-undang yang berlaku. Tidak sembarangan, apalagi didasari lobi-lobi politik.

“Tugas DPP partai termasuk saya sebagai sekjen adalah menjalankan berdasarkan keputusan dari MA, judicial review yang kami lakukan pada akhirnya menyerahkan kepada parpol,” tuturnya.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan Komisioner KPU WS sebagai tersangka penerimaan suap terkait pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI periode 2019-2024.

KPK juga turut menetapkan mantan anggota Bawaslu Agustiani Tio Fridelina, caleg DPR dari PDIP, Harun Masiku serta seorang swasta bernama Saeful sebagai tersangka.

Diketahui, Wahyu meminta dana operasional Rp900 juta untuk membantu penetapan Harun sebagai anggota DPR RI pengganti antar waktu (PAW).

Dalam konstruksi, KPK menjelaskan bahwa pada awal Juli 2019, salah satu pengurus DPP PDIP memerintahkan Doni advokat mengajukan gugatan uji materi Pasal 54 Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2019 Tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara.

Baca Juga :   KPK Sita 16 Bidang Tanah Adik Zulkifli Hasan

“Pengajuan gugatan materi ini terkait dengan meninggalnya caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas pada Maret 2019,” ungkap Wakil Ketua KPK Lili Pintauli.

Gugatan itu kemudian dikabulkan MA pada 19 Juli 2019. MA menetapkan partai adalah penentu suara dan pengganti antar waktu.

“Penetapan MA ini kemudian menjadi dasar PDIP berkirim surat kepada KPU untuk menetapkan HAR sebagai pengganti caleg yang meninggal tersebut,” katanya.

Namun, pada 31 Agustus 2019, KPU menggelar rapat pleno dan menetapkan Riezky Aprilia sebagai pengganti almarhum Nazarudin Kiemas yang juga adik dari mendiang Taufik Kiemas.

Dua pekan kemudian atau tanggal 13 September 2019, PDIP kembali mengajukan permohonan fatwa MA dan pada 23 September mengirimkan surat berisi penetapan caleg.

“SAE menghubungi ATF dan melakukan lobi untuk mengabulkan HAR sebagai PAW,” ujar Lili. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Pakar: Pemindahan Ibu Kota Negara Dorong Ekonomi di Luar Jawa

Jakarta, KoranSN Pakar tata kota Dr Yayat Supriyatna mengatakan bahwa pemindahan ibu kota negara (IKN) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

WhatsApp chat