Senin , Desember 10 2018
Home / Politik dan Pemerintahan / HD: Pekerja Anak Mesti Dihapuskan di Sumsel

HD: Pekerja Anak Mesti Dihapuskan di Sumsel

Penampilan anak-anak bermain musik pada acara One Day for Children 2018 di Griya Agung, Rabu (14/11/2018). (foto-humas pemprov)

Palembang, KoranSN

Usai menghadiri HUT Brimob ke-73, Gubernur Sumsel Herman Deru membuka One Day for Children Tahun 2018 Program Rehabilitasi Sosial Anak di Griya Agung, Rabu (14/11/2018). Pada kesempatan itu HD menegaskan dirinya tak ingin melihat lagi ada pekerja anak di Sumsel.

“Pekerja anak harus dihapuskan dari Sumsel. Anak-anak prasejahtera yang bekerja itu akan kita alihkan saja mereka agar bisa sekolah sekali. Dinsos akan kita minta inventarisasi agar anak-anak ini bisa sekolah lagi seperti anak lainnya,” ujar HD.

Dikatakan HD, dirinya meminta Dinsos Provinsi untuk segera berkoordinasi dengan Kadinsos di Kabupaten dan Kota untuk mengakomodir masalah tersebut. Selanjutnya HD juga berkomitmen membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak prasejahtera ini.

“Bisa kita beri bantuan khusus langsung, tapi sesuai data yang ada. Hal seperti ini harus dilakukan agar kita bisa membentuk karakter mereka sebaik mungkin, dan kita tidak menjadi generasi yang berdosa,” tambah HD.

Terkait One Day for Children Tahun 2018 Program, HD berpendapat bahwa sentuhan kasih sayang dan perhatian orang tua mestinya dilakukan setiap hari. Bukan pada hari-hari tertentu saja karena peran orang tua erat kaitannya dengan pembentukan karakter anak-anak.

Baca Juga :   Febrita Deru Kenalkan Budaya Sumsel ke Kancah Nasional

“Anak adalah pewaris negeri, dan kita para orang tua adalah orang-orang yang mendesainnya. Ada istilah lama, anak-anak itu bagai selembar kain putih dan kita orang tua adalah generasi yang mewarnai mereka. Nah warna, corak dan bentuk ini tergantung kita. Kita yang menentukan,” jelasnya.

HD juga memaparkan, ke depan tantangan yang akan dihadapi anak-anak ini sangatlah ketat dan berat. Karena itu pondasi mereka haruslah kokoh terutama pondasi agama. Saat ini katanya kemajuan teknologi terkadang membiaskan silaturahmi yang mulanya sakral menjadi hal yang dianggap biasa.

“Kita tidak boleh abai soal itu. Karena kecanggihan teknologi tidak bisa menggantikan silaturahmi. Lihat saja sekarang anak-anak yang jauh tinggal video call jika tak bisa mudik. Komunikasi memang sudah sangat murah, tapi tetap silaturahmi dengan orang tua dan bertemu langsung itu lain rasanya. Nah ini yang harus tetap kita jaga dari anak-anak kita,” ujarnya.

Baca Juga :   Bahas 5 Raperda, DPRD Sumsel Bentuk Pansus

Sementara itu Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Rasyidin mengatakan One Day for Children Tahun 2018 Program Rehabilitasi Sosial Anak kali ini mengambil tema “Anak Indonesia, Anak Genius (Gesit, Empati, Berani, Unggul, Sehat. Rasyidin berharap acara ini dapat memotivasi anak-anak di Sumsel ini untuk meraih masa depan mereka seperti anak-anak lainnya.

“Kami Dinsos melalui kepala melalui acara anak-anak satu hari ini menjadi penyemangat agar mereka mampu bangkit sebagaimana anak lainnya,” ujar Rasyidin.

Usai membuka acara secara resmi, Gubernur Sumsel menyempatkan diri berbaur dengan ratusan anak-anak yang hadir. Gubernur bahkan ikut menjajal sejumlah permainan khas anak-anak dan ikut larut dalam kegembiraan.

Selain mengembangkan fisik agar sehat melalui kegiatan ini diharaokan dapat memotivasi anak sekaligus membangkitkan rasa sosial mereka. Tampak Gubernur HD begitu gembira bermain bersama anak-anak. Tak hanya bermain ular tangga, engklek, HD bahkan ikut bernyanyi dan menari bergembira bermain congklak bersama anak-anak. (awj)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Sekda Tutup Diklat Kepemimpinan Provinsi Sumsel

Palembang, KoranSN Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Nasrun Umar menutup Diklat Kepemimpinan Tingkat III ...

error: Content is protected !!