Rabu , Desember 12 2018
Home / Foto / HDMY Tetap Larang Angbara Melintasi Jalan Umum

HDMY Tetap Larang Angbara Melintasi Jalan Umum

Ratusan sopir truk batubara saat mendatangi kantor Gubernur Sumsel, Rabu (21/11/2018). (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Herman Deru-Mawardi Yahya (HDMY) tetap pada komitmen awal melarang angkutan batubara (Angbara) melintasi jalan umum. Hal ini disampaikan keduanya melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Sumsel Nasrun Umar saat menerima unjuk rasa ratusan sopir angbara yang mendatangi kantor Gubernur Sumsel, Rabu (21/11/2018).

“Dalam kesempatan ini, saya menyampaikan permohonan maaf pak gubernur dan wakil gubernur yang tidak bisa menemui langsung karena kedua-duanya sedang dinas luar,” kata Sekda.

“Larangan (Angbara melintas di jalan umum) ini, sudah jadi kebijakan Gubernur Sumsel dengan beberapa pertimbangan dan kajian sehingga tidak bisa dicabut kembali, namun bukan berarti kami tidak memikirkan masyarakat, masalah ini terus kami pikirkan,” katanya menambahkan.

Dikatakan Nasrun, Pemerintah Provinsi Sumsel telah memberikan 3 solusi pasca pelarangan angkutan batubara melintasi jalan umum, mulai dari jangka pendek, jangka menengah hingga jangka panjang.

Dikeluarkannya Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 74 tahun 2018 telah dikaji berdasarkan beberapa kajian yang dimana sudah pasti Pemprov Sumsel memberikan solusi bagi masyarakat.

Diuraikannya secara rinci mulai dari jangka pendek, Gubernur Sumsel Herman Deru telah memanggil pemilik jalan jalur khusus Servo PT. Titan Energy untuk dapat mengangkat batubara. Namun, sistem jalan angkutan batu bara tersebut tidak boleh menggunakan mobil kecil hanya sampai stockpile.

“Nah dari stockpile baru diangkut oleh mobil-mobil PT Titan menuju Muara Lematang,” katanya.

Untuk jangka menengah, Nasrun telah mengusulkan untuk dibuatkan jalur khusus yang akan dipakai para angkutan batu bara.

Baca Juga :   2015, Target 200 Rumah Dibedah

“Selaku Sekda Sumsel sekaligus pernah menjabat Kadishub, Saya merasa punya tanggung jawab untuk selalu memikirkan ini,” tuturnya.

Sementara jangka panjangnya, dikatakannya Gubernur Sumsel juga telah memberikan rekomendasi persetujuan izin prinsip kepada perusahaan untuk membuat jalur angkutan khusus batu bara.

“Jadi bukan tidak ada jalan keluar. Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel beserta jajaran berada pada kepentingan Bapak dan Ibu semua. Karena keberhasilan kami (Pemprov Sumsel) adalah tidak membuat masyarakat susah. Angka pengangguran turun dan angka kemiskinan menurun,” ungkapnya.

Seperti diketahui, ratusan sopir Angbara, pedagang, dan keluarga sopir yang berasal dari sejumlah kabupaten/kota di Sumsel, antara lain Muaraenim, Lahat, PALI, Prabumulih, Musi Banyuasin dan OKI mendesak Gubernur Sumsel Herman Deru mencabut larangan angkutan batubara melintas di jalan umum.

Berbagai spanduk bertuliskan penolakan, serta ramai-ramai pendemo menyuarakan orasinya meminta kebijakan agar Pemprov Sumsel mengeluarkan kebijakan yang tidak membuat mereka kehilangan pekerjaan. Sebelum memulai unjuk rasa, pendemo memulai dengan berdoa dan membaca Surat Yasin bersama.

Salah satu sopir truk batubara dari OKI, Aria mengaku, kedatangannya ke kantor Gubernur bersama rekan seprofesinya kurang lebih 300 massa, dengan mengendarai kurang lebih 50 truk batubara.

“Kami berangkat dari OKI itu dari pagi dengan dikawal oleh polisi agar tidak menyebabkan kemacetan,” ujarnya.

Baca Juga :   Perampok Sadis Toko Emas di OKU Timur Tewas Ditembak Mati

Ia mengaku, pelarangan angkutan batubara melintasi jalan umum mematikan rezekinya dan keluarga, sementara setiap bulan ia harus membayar cicilan mobil (truk) Rp 9 juta per unit.

“Kami ini masih kredit pak, membeli mobil dengan menjual kebun karet warisan orang tua. Kalau mobil kami ditarik, mau bagaimana lagi kami,” keluhnya.

Ia berharap, Gubernur Sumsel mencabut larangan truk batubara melintasi jalan umum, atau memberikan solusi terbaik bagi para sopir angkutan batubara yang terdampak kebijakan gubernur tersebut.

“Jika memang belum ditemukan solusinya maka kami pun akan menginap disini (Pemprov) Sumsel sampai ditemukan solusi,” tukasnya.
Koordinator Lapangan, Arismawan meminta solusi terbaik dari gubernur Sumsel atas kebijakan larangan

truk batubara melintas di jalan umum. Ia yakin, gubernur dan wakil gubernur akan memperhatikan tuntutan masyarakat, mengingat program gubernur yang ingin mengurasi angka pengangguran dan kemiskinan.

“Kami minta solusi terbaik, kami sangat mendukung program Bapak Herman Deru yang akan menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran, dan tidak membiarkan kami kehilangan pekerjaan,” ungkapnya.

Eri, pedagang yang terdampak kebijakan larangan batubara melintas jalan umum mengaku sangat kesusahan. Ekonominya bertambah sulit dengan kebijakan itu, apalagi saat ini ia sedang membiayai anaknya untuk berkuliah.

“Kami ini hanya untuk menghidupi anak bini kami, makanya kami minta angkutan batubara bisa melintasi jalan umum lagi, sekarang ini kami kesulitan mencari makan pak,” ujarnya. (awj)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Eksekutor Pembunuh Sofyan Divonis 10 Tahun Penjara

Palembang, KoranSN Terdakwa ‘FR’ (16), salah satu pelaku perampokan dan pembunuhan sadis driver taksi online ...

error: Content is protected !!