Minggu , September 23 2018
Home / Headline / Hengki, Buronan Pembunuhan Driver Taksi Online Tewas Ditembak Polisi

Hengki, Buronan Pembunuhan Driver Taksi Online Tewas Ditembak Polisi

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Abdinegara. (Foto/Dok/Humas Polda Sumsel)

Palembang, KoranSN

Hengki yang merupakan Buronan perampokan sadis terhadap driver taksi online Tri Widyantoro, Rabu siang (11/4/2018) tewas ditembak aparat kepolisian Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Informasi yang dihimpun Hengki tewas saat ditangkap di kawasan Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Polisi terpaksa memberikan tindakan tegas lantaran saat ditangkap Hengki melawan dan hendak melarikan diri.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membenarkan jika pelaku Hengki sudah ditangkap dan tertembak mati oleh anggotanya saat melakukan penangkapan di Brebes Jawa Tengah.

“Usai ditembak, sempat dilarikan ke rumah sakit namun saat tiba di rumah sakit pelaku Hengki meninggal dunia,” katanya, Kamis (12/4/2018).

Diungkapkan Kapolda, tindakan tegas yang diberikan anggotanya kepada pelaku Hengki sebagai bukti, jika dirinya tidak main-main dalam menindak para pelaku kejahatan yang sadis.

“Saya tidak main-main terhadap pelaku kejahatan yang sadis. Saya sikat dan saya rilis di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang,” tandasnya.

Untuk diketahui, pihak kepolisian Polda Sumsel, Jumat (30/3/2018) menemukan tengkorak dan tulang yang merupakan jenazah korban, Tri Widyantoro di rawa-rawa yang berada kawasan Desa Muara Sungsang Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin.

Bukan hanya menemukan jenazah korban, polisi juga berhasil menangkap dua pelaku yang merampok dan membunuh korban, keduanya yakni; Poniman dan Bayu Irwansyah. Dari kedua pelaku ini, Poniman tewas tertembak polisi lantaran melawan saat dilakukan penangkapan.

Baca Juga :   Candra Tewas Usai Dada dan Punggungnya Dibacok Celurit

Kemudian, Sabtu malam (31/3/2018) pukul 19.30 WIB, tersangka Tyas Dryantama (20), oknum mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang menyerahkan diri ke Polda Sumsel dengan diantar oleh ayahnya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, kasus perampokan dan pembunuhan korban Tri Widyantoro ini terjadi pada Kamis 15 Februari 2018 lalu di kawasan perkebunan sawit Tanjung Lago Banyuasin.

“Dalam kasus ini, awalnya polisi menangkap tersangka Bayu kemudian dikembangkan hingga ditangkap tersangka Poniman. Namun saat penangkapan Poniman ini, tersangka melawan hingga tewas tertembak. Sementara untuk tersangka Tyas telah menyerahkan diri ke Polda Sumsel. Kini tinggal pelaku Hengki yang masih dalam pengejaran,” katanya.

Diungkapkan Kapolda, kasus ini terjadi berawal dari pelaku yang tewas tertembak yakni, Poniman menyuruh Bayu memesan taksi online melalui aplikasi, hingga pesanan tersebut didapatkan oleh korban dengan tujuan Jalan Kapten A Arsyad Way Hitam Palembang menuju Kenten Ujung Banyuasin.

Setiba di lokasi kejadian, para pelaku meminta korban memberhentikan mobil, saat itulah Poniman dibantu Hengki (DPO) menjerat leher korban dengan tali tambang dari belakang. Sedangkan tersangka Bayu memegangi kedua tangan korban, sementara tersangka Tyas membekap mulut korban hingga korban tewas.

“Usai korban tewas, para pelaku membuang jenazah korban ke semak-semak di kawasan Sungsang Banyuasin. Lalu para pelaku membawa kabur mobil korban ke kawasan Kecamatan Lalan Muba. Terungkapnya kasus ini, setelah polisi mendapati handphone (HP) korban yang dijual pelaku di salah satu counter HP di mall yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Palembang. Kemudian polisi melakukan penyelidikan hingga menangkap Bayu dan Poniman. Dari pengakuan tersangka Bayu ini lah ditemukan jenazah korban yang dibuang para di kawasan Sungsang,” jelas Kapolda.

Baca Juga :   Penangkapan Seorang Pembawa Narkoba Hebohkan Warga Betung

Lebih jauh diungkapkan Kapolda, saat ditemukan jenazah korban sudah menjadi tengkorak dan tulang. Bahkan ada bagian tubuh korban yang hilang diduga dimakan hewan buas seperti Biawak.

“Yang ditemukan hanya tengkorak kepala korban, tulang paha, tulang pinggul, dan sebagian tangan. Sedangkan untuk bagian tubuh lainnya hilang dimakan hewan buas di sana, sebab lokasi pembuangan merupakan rawa-rawa dan jauh dari pemukiman warga,” ujarnya.

Untuk itulah, lanjut Kapolda, dengan ditemukannya jenazah korban yang telah menjadi tengkorak maka dokter forensik akan melakukan tes DNA untuk memastikan jika jenazah tersebut adalah korban.

“Jadi walaupun keterangan tersangka yang diamankan, baju korban dan mobil milik korban yang kami temukan identik milik korban, tapi kita masih harus melakukan tes DNA untuk memastikan tengkorak dan tulang tersebut adalah korban. Sementara untuk para pelaku dalam kasus ini dikenakan Pasal 365 KUHP, Pasal 338 KUHP dan Pasal 340 KUHP yang ancaman pidananya maksimal pidana mati,” tandas Kapolda. (ded)

Daftar Calon Tetap Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Anton Wijaya

Anton Wijaya

Lihat Juga

Awas! Perampok Berkedok Jual HP di Situs Online Beraksi

Palembang, KoranSN Masyarakat harus berhati-hati saat janjian bertemu untuk melakukan pembelian ataupun menjual barang yang ...

error: Content is protected !!