Rabu , November 21 2018
Home / Headline / Heriyanto Bandar Besar Narkoba di PALI Tewas Ditembak Polisi

Heriyanto Bandar Besar Narkoba di PALI Tewas Ditembak Polisi

Jenazah Heriyanto yang merupakan bandar narkoba di PALI saat tiba di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Heriyanto (30), warga Desa Air Hitam Dusun I Kecamatan Penukal Abab Kabupaten PALI, Kamis (6/9/2018) tewas ditembak mati pihak kepolisian Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel yang melakukan penyergapan di kediaman tersangka.

Selain menembak mati Heriyanto, polisi juga menangkap anak buahnya bernama Didi Karmadi (27). Meskipun Didi tidak tewas ditembak mati, namun bokong belakang tubuh Didi ditembak polisi lantaran tersangka sempat berusaha melarikan diri ketika penggerebekan dilakukan.

Sedangkan satu pelaku lainnya yakni Rizal (DPO) yang juga anak buah Heriyanto, berhasil melarikan diri dalam penyergapan. Sementara dari pengungkapan kasus bandar narkoba tersebut, pihak kepolisian berhasil mengamankan barang bukti 2 Kg narkoba jenis sabu.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara didampingi Direktur Reserse Narkoba, Kombes Pol Farman mengatakan, dalam pengungkapan kasus bandar nakorba di PALI tersebut awalnya pihaknya melakukan penyelidikan selama tiga hari hingga akhirnya dilakukan penyergapan di kediaman bandar Heriyanto.

“Saat kami sergap, di rumah itu ada tersangka Heriyanto dan dua anak buahnya yakni; Didi Karmadi dan Rizal. Ketika akan ditangkap Heriyanto melawan dan merebut senjata api milik anggota sehingga polisi memberikan tindakan tegas dengan menembak tangan tersangka. Usai ditembak, ternyata tersangka terus melakukan perlawanan dan mencoba melarikan diri. Akibatnya, tubuh belakan tersangka ditembak anggota hingga mengakibatkan Heriyanto tewas di lokasi kejadian,” katanya.

Masih dikatakan Kapolda, sementara dari kedua anak buah Heriyanto yakni Didi Karmadi dan Rizal, hanya Didi yang berhasil ditangkap. Sedangkan Rizal kabur dalam penyergapan itu.

“Tersangka Didi Karmadi tertangkap setelah bokongnya ditembak oleh anggota saat tersangka sedang lari. Usai tertembak, Didi jatuh tersungkur dan langsung diborgol anggota,” ujarnya.

Menurut Kapolda, dari penggerebekan rumah bandar nakorba di PALI tersebut pihaknya juga berhasil mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu seberat 2 Kg.

“Dari penyelidikan dan pemeriksaan terhadap tersangka Didi Karmadi, jika barang bukti sabu itu awalnya berjumlah 5 Kg. Namun, 3 Kg sabu sudah lebih dulu dijual Heriyanto sebelum kami melakukan penggerebekan,” ungkapnya.

Lanjut Kapolda, bahkan dari penyelidikan yang dilakukan juga diketahui jika Heriyanto sudah 3 tahun menjadi bandar narkoba. Adapun lokasi pemasaran narkoba yang dilakukan Heriyanto bersama pelaku lainnya yakni di kawasan PALI hingga ke pelosok-pelosok desa.

“Bukan hanya itu, tersangka juga pernah memasok narkoba ke Jambi. Jadi, tersangka Heriyanto yang tewas kami tembak mati ini merupakan bandar besar narkoba dan tergolong sindikat jaringan pengedar Aceh dan Sumatera Utara. Sebab, semua narkoba yang diedarkan tersangka berasal dari dua wilayah tersebut,” terangnya.

Lebih jauh diungkapkan Kapolda, dengan terungkapnya kasus tersebut maka saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku Rizal, yang berhasil melarikan diri saat penyergapan dilakukan.

“Dari itu kasusnya masih kami kembangkan. Selain itu, dalam proses penyelidikan kami juga masih mendalami Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Apabila dalam penyelidikan ini didapati ada aset kekayaan tersangka Heriyanto dan Didi Karmadi yang diperoleh dari hasil menjual narkoba, maka aset tersebut akan kami lakukan penyitaan,” tutup Kapolda.

Sementara tersangka Didi Karmadi mengatakan, 2 Kg sabu yang diamankan pihak kepolisian dalam penyergapan tersebut merupakan milik Heriyanto. Sedangkan dirinya hanya sebagai pekerjanya saja.

“Sudah sekitar 3 tahun Heriyanto menjual narkoba. Selama ini tugas saya hanya membantu Heriyanto memasarkan sabu dan juga menjaga rumahnya. Memang sebelumnya jumlah sabu tersebut 5 Kg tapi 3 Kg sabu sudah terjual, sehingga sisanya hanya 2 Kg sabu. Sementara untuk asal sabu dari mana, saya tidak tahu. Sebab semuanya Heriyanto yang mengetahuinya. Selama kerja dengan Heriyanto, sabu itu memang dijualkan kepada para pembeli di sekitaran PALI termasuk ke desa-desa, bahkan pernah juga kami menjualkan sabu ke Jambi,” tandas tersangka. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Acun dan Fran, Eksekutor Pembunuhan Sadis Driver Taksi Online Gemetar Dengar Suara Tembakan

Palembang, KoranSN Acundra alias Acun (21), warga Dusun V Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo dan ...

error: Content is protected !!