Home / Nasional / Herman Deru: Maret, Kita Guyur Petani Karet dengan Saprodi dan Subsidi Tunai

Herman Deru: Maret, Kita Guyur Petani Karet dengan Saprodi dan Subsidi Tunai


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Gubernur Sumsel, H Herman Deru saat diwawancarai usai rapat terbatas di Kediaman Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan di Mega Kuningan Barat Jakarta. Pada kesempatan itu, Gubernur memberikan kabar gembira untuk petani karet di Sumsel yang akan diberikan Saprodi serta subsidi tunai. (foto-humas pemprov)

Jakarta, KoranSN

Gubernur Sumsel H.Herman Deru membawa kabar gembira bagi petani karet di Sumsel. Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, paling lambat awal Maret ini para petani karet ini akan diguyur subsidi sarana dan produksi (Saprodi) serta subsidi tunai.

Hal itu dikatakannya usai menghadiri rapat terbatas dengan Menteri Pertanian RI Amran Sulaiman, Menteri PUPR Mohammad Basoeki Hadimoeljono, dan beberapa Menteri lainnya serta Ketua Umum Gapkindo Moenarji Soedargo dan Wakil Ketum Gapkindo Alex K Eddy di Kediaman Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, di Mega Kuningan Barat Jakarta, Senin (11/2/2019) pagi.

“Pemerintah khususnya Presiden sebenarnya sangat perhatian dengan harga karet di tingkat petani. Makanya tadi dalam rapat ada dirumuskan formula baru dan saya juga mengusulkan ide untuk memberikan susidi tunai. Jadi nanti petani karet akan diberi subsidi Saprodi dan subsidi tunai,” jelas HD.

Baca Juga :   Akun Ustaz Somad Di-suspend, Kominfo Minta Klarifikasi ke Instagram

Pemberian bantuan subsidi itu menurutnya paling lambat akan dilakukan awal Maret 2019 dan pihaknya sebagai pelaksana di lapangan akan berkoordinasi dengan Kementan. Dengan dua macam subsidi saat ini dan jangka menengah, diharapkan tak hanya produksi karet petani yang meningkat tapi juga pendapatan mereka.

“Saprodi itu bisa mengurangi biaya produksi juga meningkatkan hasil produksi. Katakanlah saat ini harga karet Rp 6000-7000/kg dengan subsidi saprodi (biaya produksi mereka bisa berkurang Rp1000/kg dan ditambah lagi subsidi tunai Rp1000/kg, saya yakin pendapatan petani akan naik,” tambahnya.

Selain dua opsi tersebut, saat ini dikatakannya pemerintah juga sudah melakukan pembelian langsung karet ke Petani di kawasan Betung melalui Kementerian PUPR. Karet-karet ini dibeli langsung untuk tambahan campuran aspal seharga Rp 8500/kg.

“Pembelian langsung karet di Betung ini juga sudah berjalan. Ya mudah-mudahan pendapatan petani meningkat,” ujarnya.

Saat ini lanjut orang nomor satu di Sumsel tersebut Sumsel masih menjadi daerah penyumbang penghasil karet terbesar di Indonesia mencapai 30%. Karena alasan itu pula petani karet Sumsel mendapat perhatian yang cukup besar dari pemerintah, hingga diagendakan rapat khusus dengan kementerian terkait secara lengkap.

Baca Juga :   Cak Imin Yakin Jokowi Tak Pilih AHY Jadi Cawapres

“Indonesia ini kan luas, harus diakui terkadang pemerintah sudah menjalankan program di satu titik tapi di titik lainnya belum jelas. Sehingga terkesan pemerintah tidak perhatian padahal yang sebenarnya tidak seperti itu. Nah melalui subsidi tunai yang saya usulkan tadi akam memperjelas bahwa bantuan ini bentuk perhatian dari pemerintah. Kita berterima kasih sekali pada Pak Presiden yang sudah memerintahkan kita mengatasi hal ini,” ulasnya.

Menurut mantan Bupati OKU Timur dua periode itu antisipasi pemerintah ini sangat tepat agar jangan sampai petani-petani karet menjadi tidak bersemangat mengelola lahan pertaniannya. Karena itu Pemprov sebagai pelaksana di lapangan memastikan, secepatnya penyaluran subsidi ini akan direalisasikan.

“Saya pikir awal Maret subsidi dari Kementerian Pertanian sudah berjalan. Dan saya juga akan berupaya membantu mendorong dengan CSR dari anggota-anggota Gapkindo,” urainya.

Gubernur Sumsel H. Herman Deru sendiri terbang ke Jakarta dengan didampingi Kepala Dinas Perkebunan Fakhrurozi, Kepala Dinas Kehutanan, serta Kepala Dinas Pertanian dan Holtikuktura Sumsel.

Sementara itu berdasarkan data dari Gapkindo pada tahun 2017 produksi karet Sumsel mencapai 1.242.802 ton. Sementara itu pada tahun 2018 mencapai 1.082.068 ton. “Kita masih menjadi penyumbang karet terbesar di Indonesia,” ujar Ketua Gapkindo Sumsel Alex Eddy yang ikut rapat tersebut. (awj)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Mendagri Sarankan Bupati Mandailing Natal Lanjutkan Jabatannya

Jakarta, KoranSN Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo mengaku segera mengundang Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.