Hindari Pinjaman Online Ilegal, Ini Tips Dari OJK

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam Lumban Tobing saat memberikan paparan. (foto-anton/koransn)

Palembang, KoranSN

Praktek pinjaman online atau financial technology (Fintech) sedang marak di Indonesia. Ada yang ilegal artinya tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ada pula yang legal. Nah,  untuk terhindar dari fintech ilegal ini ada tips dari OJK.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK Tongam Lumban Tobing mengatakan, hingga saat ini  ada 2.018 fintech ilegal yang ditemukan OJK. Keberadaan fintech ilegal ini telah menyebabkan kerugian negara yang sangat besar.

Baca Juga :   Astra Grup Edukasi Anak Yatim Bijak Gunakan Uang

“Kami menduga, pangsa pasar fintech peer to peer ini sangat besar di Indonesia,” kata Tongam saat menjadi narasumber pada pelatihan dan gathering media massa KR 7 Sumbagsel, Jumat (21/2/2020).

Menurutnya, sangat mudah melakukan pinjaman di fintech ilegal menjadi salahsatu alasan banyak masyarakat yang melakukan pinjaman, padahal tanpa disadari resikonya sangat berat, belum lagi bunganya yang tidak jelas, termasuk feenya juga tidak jelas.

“Terkadang ada yang meminjam satu juta yang ditransfer hanya 600 ribu,” ujarnya.

Oleh karena itu, Tongam memberi beberapa tips yang harus diperhatikan masyarakat sebelum melakukan pinjaman di fintech peer to peer ini.

Baca Juga :   Imlek di Hotel Aston Hadirkan Artis

“Pertama, pinjamlah pada fintech yang terdaftar di OJK, kemudian pinjamlah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan, lalu pinjamlah untuk kepentingan produktif, dan terakhir pahami manfaat, biaya bunga dan jangka waktunya,” ungkap Tongam. (awj)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Rupiah Akhir Pekan Masih Lanjutkan Tren Positif

Jakarta, KoranSN Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ini, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.