Home / Headline / Hiraukan Ultimatum, Akbar Otak Pembunuhan Sadis Driver Taksi Online Terancam Ditembak Mati

Hiraukan Ultimatum, Akbar Otak Pembunuhan Sadis Driver Taksi Online Terancam Ditembak Mati

Sukseskan MXGP Indonesia di Palembang, Indonesia



Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri Pemerintah Kabupaten Banyuasin

Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Jenazah korban Sofyan saat hendak dibawa keluraga ke rumah duka usai menjalani pemeriksaan forensik di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. (foto-dok/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Akbar yang merupakan otak kasus perampokan dan pembunuhan sadis driver taksi online Sofyan (47), terancam ditembak mati. Pasalnya, hingga saat ini pelaku menghiraukan ultimatum Polda Sumsel yang akan memberikan tindakan tegas jika tidak segera menyerahkan diri.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Widodo, Minggu (6/1/2019) menegaskan, karena Akbar menghiraukan ultimatum Polda Sumsel makanya hingga kini Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel masih mengejar untuk menangkap pelaku.

“Akbar ini tidak menghiraukan ultimatum Polda Sumsel untuk menyerahkan diri, bahkan pelaku tidak mengindahkan warning yang telah kami berikan. Untuk itulah, jika tertangkap nanti maka Akbar akan menerima dan menangung resikonya sendiri, karena dia sampai saat ini tidak meyerahkan diri,” tegasnya.

Masih dikatakan Kabid Humas, bahkan sampai kini tim Jatanras yang dikerahkan di lapangan masih fokus untuk menangkap Akbar.

“Tungga saja perkembangannya, sebab anggota masih terus fokus mengejar untuk menangkapnya,” ujarnya.

Disingung apakah saat ini pelaku Akbar masih di Sumsel atau di luar Sumsel? Diungkapkannya, jika dirinya belum dapat memberitahukan hal tersebut guna kepentingan proses penangkapan tersangka.

“Yang jelas kami sudah mengetahui keberadaannya, hanya saja pelaku Akbar ini selalu berpindah-pindah. Namun yang jelas, anggota hingga kini masih mengejarnya,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakannya, dalam kasus perampokan dan pembunuhan driver taksi online Sofyan tersebut saat ini hanya Akbar saja yang belum tertangkap. Sebab untuk tiga pelaku lainnya yakni; Ridwan alias Rido (42), warga Desa Batu Gajah Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, Acundra alias Acun (21), warga Dusun V Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo Muratara dan ‘FR’ (16), warga Dusun II Desa Kertasari Kecamatan Karang Dapo, semuanya telah berhasil diamankan Polda Sumsel.

Baca Juga :   Pegawai Bengkel Omega Ditemukan Tewas dengan Pisau Tertancap di Dada

“Bahkan dari tiga pelaku yang telah diamankan, untuk pelaku ‘FR’ saat ini telah divonis hakim dalam persidangan anak di pengadilan. Kemudian untuk dua pelaku lainnya, Ridwan alias Rido dan Acundra alias Acun berkas perkaranya sudah siap, hingga dalam waktu dekat keduanya juga akan disidangkan di pengadilan,” tandasnya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, sebelumnya mengungkapkan, untuk pelaku Akbar yang belum tertangkap saat ini terdektesi masih berada di wilayah Sumsel.

“Akbar ini otaknya dan dia masih belum tertangkap. Keberadaannya terdektesi masih di Sumsel, mudah-mudahan Akbar tidak menyerahkan diri, biarkan saja dia berlari hingga saat tertangkap nanti dia dapat kami sikat beneran,” tegas Kapolda.

Diketahui, terungkapnya kasus ini setelah istri korban yakni Fitriani (32), didampingi keluarganya, Selasa lalu (30/10/2018) melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Sumsel lantaran Sofyan tak kunjung pulang ke rumah. Laporan tersebut diterima pihak kepolisian dengan bukti laporan Nomor: LPB/862/X/2018/SPKT Polda Sumsel.

Baca Juga :   Membegal, Remaja di Kertapati Dibekuk Polisi

Menindaklanjuti laporan korban, kemudian Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara membentuk tim untuk menyelidiki kasus tersebut. Hasilnya, Minggu (11/11/2018) pukul 20.30 WIB salah satu pelaku yakni; Ridwan (42) berhasil ditangkap di kawasan Desa Sungai Lanang Kecamatan Rawas Ulu Muratara. Usai ditangkapnya Ridwan, lalu polisi melakukan pemeriksaan kepada tersangka hingga akhirnya jenazah korban Sofyan ditemukan sudah dalam kondisi tidak untuh lagi.

Kemudian pada Kamis malam (15/11/2018), pelaku ‘FR’ dan Acun menyerahkan diri ke Polsek Karang Dapo Muratara. Selain itu dalam kasus ini, Polda Sumsel juga berhasil menemukan mobil jenis minibus warna hitam milik korban Sofyan. Mobil ini ditemukan, Jumat siang (16/11/2018) tergeletak di pinggir jalan di kawasan Kerinci Jambi tepatnya di perbatasan Padang Sumatera Barat.

Sementara dari para pelaku yang diamankan tersebut, untuk ‘FR’, Selasa lalu (11/12/2018) telah divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Klas I A Palembang dengan hukuman pidana 10 tahun penjara. Vonis terdakwa dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Subur Prasetyo di ruang sidang anak yang digelar secara tertutup, lantaran terdakwa merupakan anak dibawah umur.

Dalam vonis tersebut, hakim menjerat ‘FR’ dengan Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 tentang pembunuhan berencana. (ded)

Iklan Warung Seblak Dadaan Sunda di Citimall Lahat

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

5 Komisioner KPU Palembang Ditetapkan Polresta Palembang Jadi Tersangka

  Palembang, KoranSN Polresta Palembang telah menetapkan lima Komisioner KPU Kota Palembang sebagai tersangka terkait …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.