Home / Kesehatan / Hobi Kerokan, Bahayakah untuk Kesehatan?

Hobi Kerokan, Bahayakah untuk Kesehatan?

Ilustrasi. (foto-net)

Masyarakat Indonesia sudah sering mendengar istilah ‘kerokan’. Aktivitas kerokan biasa dilakukan saat tubuh merasa tidak enak, pegal-pegal atau masuk angin.

Istilah kerokan sendiri sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sejak ratusan bahkan ribuan tahun yang lalu. Metode pengobatan tradisional khas Jawa ini menggunakan alat bantu berupa benda tumpul, seperti koin, batu giok, kelereng, ruas jahe, potongan bawang merah, yang digunakan untuk menggosok area yang dirasa nyeri seperti daerah punggung dan leher.

Biasanya untuk menambah nikmatnya sensasi kerokan, tubuh akan diolesi cairan licin seperti minyak telon, olive oil, minyak kelapa, atau lotion untuk melindungi kulit agar terhindar dari luka gesekan. Lantas, bahayakah kerokan bagi kesehatan?

Baca Juga :   Sering Masturbasi Bikin Pria Cepat Botak, Mitos atau Fakta

Spesialis penyakit dalam dr. Wismandari Wisnu, SpPD-KEMD,FINASIM mengatakan kerokan tidaklah berbahaya jika tidak dilakukan setiap hari, selain itu alat yang digunakan sebaiknya steril.

“Kalau dibilang bahaya ya enggak, asal jangan kerokan setiap hari ya, bahaya si tidak selama kerokannya masih dalam tahap wajar. Misalnya pakai koin, asal koinnya bersih, sekali kali itu masih okelah, itu enggak membuat orang ketagihan, tidak mengerok sampai luka, walaupun jarang si melihat korokan sampai luka,” kata Wismandari.

Selain itu, Wismandari mengatakan meskipun terasa meringankan sakit, namun sesungguhnya kerokan tidak menyembuhkan penyakit dalam tubuh.

Baca Juga :   Efek Buruk Kopi Ketika Dikonsumsi Anak

“Itu mitos (kerokan bisa menyembuhkan penyakit), kerokan itu bukan untuk menyembuhkan, dia (kerokan) hanya membuat seseorang merasa enak, relaks dan nyaman. Nah perasaan itu yang membuat seseorang merasa saya sudah sembuh dari sakit,” katanya. (viva.co.id)

Konser Westlife di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Guru Besar: Pola Makan Tepat Cegah Prevalensi Penyakit Tidak Menular

Padang, KoranSN Guru Besar Ilmu Gizi Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat, Prof Delmi Sulastri …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.