Home / Headline / Home Industri Miras Oplosan di Tanah Mas Disergap Polisi

Home Industri Miras Oplosan di Tanah Mas Disergap Polisi

Kapolda Sumsel, Irjend Pol Zulkarnain Adinegara saat menggelar tersangka kasus Miras oplosan dan barang bukti di rumah yang dijadikan home industri Miras oplosan di kawasan Tanah Mas Km 14 Banyuasin, Kamis (8/2/2018). (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Aparat kepolisian Subdit I Indagsi (Industri Perdagangan) Ditresmrimsus Polda Sumsel, Selasa (6/2/2018) menyergap sebuah rumah di Jalan Tanah Mas No 021 RT 05 RW 02 Kelurahan Tanah Mas Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin, yang dijadikan tempat home industri minuman keras (Miras) beralkohol oplosan.

Dari penggerebekan ini polisi mengamankan empat orang pekerja yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Adapun keempat tersangka tersebut yakni; Mulyadi Gunawan alias Boby (29), Mumuh (20) dan Irfan Maulana (27) yang ketiganya merupakan warga Bogor, serta tersangka Ridwan (37), warga Lampung.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara saat meninjau lokasi home industri Miras oplosan, Kamis (8/2/2018) mengatakan, sejak September 2017 lalu keempat tersangka telah memproduksi Miras oplosan di lokasi. Keempatnya memiliki peran masing-masing dalam meracik Miras, yang terdiri dari; tersangka Mulyadi Gunawan berperan sebagai peracik Miras, tersangka Mumuh bertugas mengemas botol Miras, Irfan Maulana berperan memasukan Miras oplosan yang telah diracik ke dalam botol, sedangkan tersangka Ridwan memiliki peran menyusun Miras oplosan ke dalam kardus untuk dijualkan.

“Sedangkan untuk pemiliknya bernama Roby (DPO) masih dalam pengejaran anggota di lapangan. Dari hasil pemeriksaan terhadap empat tersangka diketahui jika Miras oplosan tersebut dibuat dengan cara mencapur alkohol dengan air mentah di dalam tedmon, lalu diberikan perasa dan pewarna. Setelah itu Miras dimasukan ke dalam botol lalu dipasang stiker palsu dan dipasaran. Dikarenakan Miras ini oplosan maka sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh warga, dan tidak menutup kemungkinan yang mengkonsumsi Miras ini bisa meninggal dunia,” ujar Kapolda saat menggelar tersangka dan barang bukti di lokasi kejadian.

Masih dikatakan Kapolda, dalam satu hari home industri Miras oplosan tersebut dapat memprodukasi 1.920 botol Miras dengan omset penjualan mencapai ratusan juta rupiah perbulannya.

“Satu hari saja para tersangka ini bisa membuat 40 dus Miras, yang satu dus-nya berisi 40 botol atau jika ditotalkan semuanya berjumlah 1.920 botol Miras perharinya. Dari penyelidikan, Miras oplosan tersebut dipasarkan di sejumlah kabupaten/kota di Sumsel seperti; Palembang, Lubuklinggau, Lahat bahkan sampai ke Jambi dan Bengkulu yang omset penjualannya yakni Rp 24 juta perhari atau mencapai Rp 720 juta perbulannya,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan Kapolda, dalam kasus ini para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumsen, Undang-Undang Kesehatan, Undang-Undang Pangan dan Undang-Undang Barang Berbahaya.

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Mencuri Pohon Durian, Oknum PNS di Lahat Diamankan

Lahat, KoranSN Pujo Siswoyo (46), oknum PNS di Lahat, Rabu (21/2/2018) diamankan pihak kepolisian karena ...

error: Content is protected !!