Home / Headline / Home Industri Miras Oplosan di Tanah Mas Disergap Polisi

Home Industri Miras Oplosan di Tanah Mas Disergap Polisi

Sukseskan Asian Games di Jakarta dan Palembang Tahun 2018

“Ancaman hukuman pidananya jika diakumulasikan yakni 20 tahun kurungan penjara. Terungkapnya kasus ini setelah kami mendapati informasi dari warga, sehingga kami melakukan penyelidikan dan penyergapan,” tegas Kapolda.

Lanjut Kapolda, jika pemilik home industri Miras oplosan tersebut berbeda dengan pemilik home industri Miras oplosan di kawasan IB I, yang pada awal September 2017 lalu juga dilakukan penggerebekan oleh Polda Sumsel.

“Kalau untuk kasus home industri Miras oplosan di IB I kemarin, pemiliknya seorang perampuan dan sampai kini masih dalam pengejaran. Sedangkan untuk home industri Miras oplosan di Tanah Mas Banyuasin ini, pemiliknya seorang pria bernama Roby yang saat ini juga masih kami kejar untuk dilakukan penangkapan,” tandas Kapolda.

Sementara tersangka Mulyadi Gunawan alias Boby mengatakan, jika ia dan ketiga rekannya hanya pekerja. Untuk pemiliknya yakni Roby warga Semarang.

“Sejak September 2017 lalu kami bekerja di sini, kami digaji Roby dengan sistem hasil produksi Miras yakni, untuk setiap satu dus Miras yang diproduksi kami mendapatkan upah Rp 40 ribu. Jadi tinggal dijumlahkan saja kalau dalam satu harinya kami bisa memproduksi Miras sebanyak 40 dus,” katanya.

Lebih jauh diungkapkan tersangka, dirinya dan ketiga rekannya merupakan warga datangan dari Bogor dan Lampung. Selama di Palembang ia dan rekan-rekannya dikontrakan Roby di kawasan kenten.

“Setiap hari Roby menjemput dan mengantar pulang kami datang ke tempat ini. Akan tetapi saat kami disergap polisi Roby sedang berada di luar hingga dia berhasil melarikan diri,” jelasnya.

Daftar Calon Sementara Anggota DPRD Kabupaten Lahat Periode 2019-2024

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Dibacok Berkali-kali Sopir di Lahat Bersimbah Darah

Lahat, KoranSN Safrudin (46), seorang sopir di Lahat yang berdomisili di Kelurahan Pagar Dewa Kecamatan ...

error: Content is protected !!