Hukuman Dua Tersangka Dugaan Korupsi Samsat Banyuasin Bertambah

PELIMPAHAN- Tampak tersangka Ahmad Firdaus dan Hadi Ismanto (menutupi wajah) ketika hendak dibawa ke Rutan Pakjo Palembang usai dilimpahkan Polda Sumsel ke Kejati Sumsel..jpg
PELIMPAHAN- Tampak tersangka Ahmad Firdaus dan Hadi Ismanto (menutupi wajah) ketika hendak dibawa ke Rutan Pakjo Palembang usai dilimpahkan Polda Sumsel ke Kejati Sumsel.(Foto-Dedy/Koransn)

Palembang, KoranSN
Kasi Penkum dan Humas Kejati Sumsel Hotma Hutadjulu, Rabu (15/6/2016) mengungkapkan, jika Ahmad Firdaus (mantan teller Bank Sumsel Babel Samsat Banyuasin) dan Hadi Ismanto (mantan petugas CPU UPTD Samsat Banyuasin) tersangka dugaan korupsi setoran Pajak Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Tahun 2012-2013 Samsat Banyuasin, hukuman pidana keduanya dipastikan akan bertambah.

Hal itu dikatakannya, usai menerima pelimpahan kedua tersangka dari penyidik Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumsel di Kejati Sumsel.

“Tersangka Ahmad Firdaus dan Hadi Ismanto sebelumnya terjerat dugaan korupsi pajak kendaraan Samsat Banyuasin tahun 2012 dan telah divonis hakim masing-masing 4 tahun penjara. Dengan kembali ditetapkan keduanya sebagai tersangka untuk dugaan korupsi setoran Pajak PKB dan BBNKB Tahun 2012-2013 Samsat Banyuasin maka hukuman pidana keduanya, dipastikan akan bertambah. Sebab nantinya vonis kembali ditetapkan dari itulah hukuman masing-masing tersangka akan ditambah. Bahkan untuk perkara kedua tersangka tidak ada pemotongan masa tahanan lantaran keduanya kan kini sudah ditahan di Rutan Pakjo,” tegas Hotma Hutadjulu.

Baca Juga :   Keterangan Saksi dari BPKAD Untuk Gelar Perkara

Menurutnya, dalam dugaan kasus korupsi setoran Pajak PKB dan BBNKB tersebut diduga terjadi kerugian negara Rp 1.262.106.475,00. Adapun modus kedua tersangka yakni, dengan cara mengurangi setoran pajak dan BBNKB yang telah dibayarkan wajib pajak dengan mengubah data base diserver sehingga mengakibatkan kerugiaan negara.

“Usai dilimpahkan kedua tersangka kembali kita periksa di Kejati Sumsel. Selanjutnya keduanya kita tempatkan di Rutan Pakjo Palembang. Untuk persidangan kedua tersangka akan dilakukan sekitar 20 hari kedepan, karena saat ini jaksa tengah mempersiapkan berkas persidangannya,” tandasnya.

Baca Juga :   7 WNA China Illegal Diamankan Pihak Imigrasi Palembang

Terpisah Direktrur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Tomsi Tohir didampingi Kasubdit Tipikor AKBP Hari Barata membenarkan kedua tersangka telah dilimpahkan pihaknya ke Kejati Sumsel.

“Karena kedua tersangka ini merupakan terpidana yang ditahan di Rutan Pakjo Palembang maka saat pelimpahan keduanya kita jemput di Rutan dan selanjutnya kedua tersangka langsung kita serahkan ke Kejati. Sedangkan untuk barang bukti berupa dokumen-dokumen sudah lebih dulu kita limpahkan ke Kejati Sumsel,” tutupnya. (ded)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

KPK Cecar Nurdin Abdullah Soal Persetujuan Proyek dan Penerimaan Uang

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar tersangka Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) nonaktif Nurdin Abdullah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.