Home / Headline / Hutang Rp 150 Juta Motif Pembunuhan Anggota TNI di OKU Timur

Hutang Rp 150 Juta Motif Pembunuhan Anggota TNI di OKU Timur


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin Mengajak Masyarakat untuk datang Ke TPS dan menggunakan hak pilih
Tersangka Sumarlin alias Marlin mengenakan sebo penutup wajah, saat dihadirkan dalam gelar ungkap kasus di Polda Sumsel, Sabtu (2/2/2019). (Foto-Dedy/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Sumarlin alias Marlin (35), warga Desa Way Halom Kecamatan Buay Madang OKU Timur (OKUT) pelaku pembunuhan anggota TNI Kopda Zeny, yang terjadi saat korban menghadiri undangan hajatan pernikahan salah satu warga di Desa Tanjung Raya Belitang OKUT menyerahkan diri ke Polda Sumsel.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, Sabtu (2/2/2019) mengatakan, adapun motif tersangka menikam Kopda Zeny dengan senjata tajam jenis pisau hingga membuat korban meninggal dunia, karena korban memiliki hutang uang kepada tersangka senilai Rp 150 juta.

“Antara korban dan tersangka ini saling kenal, dan kejadian ini karena korban memiliki hutang kepada tersangka, tapi hutang itu belum dibayarkan korban. Lalu saat kejadian, tersangka dan korban bertemu di acara orgen tunggal pesta pernikahan, disaat mereka joget keduanya bersenggolan hingga tersangka yang tadinya sudah lama kesal dengan korban, langsung menikam korban dengan pisau hingga korban meninggal dunia saat dilarikan ke rumah sakit,” kata Kapolda saat gelar ungkap kasus di Mapolda Sumsel.

Menurut Kapolda, usai kejadian tersangka melarikan diri hingga akhirnya tersangka menyesali perbuatannya dan menyerahkan diri ke Polda Sumsel.

Baca Juga :   M Yulizar, Pria 40 Tahun Ditangkap Atas Tuduhan Pencabulan

“Sebelum tersangka menyerahkan diri, pihak kepolisian dan Denpom bersama-sama melakukan penyelidikan dan mengejar tersangka yang saat itu buron. Namun akhirnya tersangka menyerahkan diri,” ungkapnya.

Dilanjutkan Kapolda, diketahui jika korban Kopda Zeny bukan anggota TNI dari Kodam II/Swj melainkan anggota TNI AD yang bertugas di Puslatpur Martapura.

“Dan saya juga telah berkoordinasi dengan Pangdam II/Swj dalam penyelidikan kasus pembunuhan korban yang dilakukan oleh tersangka Sumarlin alias Marlin ini,” jelas Kapolda.

Lanjut Kapolda, tersangka Marlin merupakan tersangka tunggal dalam kasus pembunuhan korban.

“Awalnya diduga ada 5 pelaku, namun dari penyelidikan diketahui jika hanya tersangka Marlin yang membunuh korban. Untuk yang lainnya, hanya saksi, sebab saat kejadian mereka hanya melihat lihat saja. Kini tersangka Marlin telah diamankan di Polda Sumsel, dan dalam kasus ini tersangka dijerat Pasal 338 KUHP dan Pasal 340 KUHP,” tandas Kapolda.

Sementara tersangka Sumarlin alias Marlin mengatakan, jika dirinya menyesali perbuatannya telah menikam korban dengan pisau hingga membuat korban meninggal dunia.

“Saya melakukan itu karena korban tidak membayar hutang. Maafkan saya, saya khilaf telah menikam korban, dan kepada keluarga besar TNI, Puslatpur, Kodam II/Swj serta kepada keluarga Almarhum saya minta maaf yang sebesar-besarnya, saya menyesal,” ungkap tersangka.

Baca Juga :   Kapolda Janji Konsisten Usut Kasus Campang Tiga

Diberitakan sebelumnya, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II Sriwijaya, Kolonel Inf Djohan Darmawan, Selasa (29/1/2019) membenarkan, jika Kopda Zeny yang merupakan anggota TNI tewas usai dikeroyok dan ditikam oleh lima pelaku di OKUT.

Menurut Kapendam, kejadian yang menewaskan korban ini terjadi saat korban dan keluarganya sedang menghadiri undangan pesta hajatan di Desa Tanjung Raya Kecamatan Belitang.

“Korban ini memang benar anggota TNI dan korban tugas di Kodiklatad (Komando Pembina Pendidikan TNI Angkatan Darat). Korban datang ke OKU Timur tidak sendirian, sebab ada juga keluarganya yang ikut. Di sana korban menghadiri undangan hajatan pernikahan keluarga atau kerabatnya,” kata Kapendam.

Diungkapkannya, disaat korban berada di lokasi hajatan tersebut tiba-tiba datang lima orang pelaku yang langsung mengeroyok korban. Bahkan salah satu pelaku menikam korban dengan senjata tajam.

“Atas kejadian itu korban Kopda Zeny meninggal dunia setelah dilarikan ke rumah sakit,” ungkapnya.

Terpisah Kapolres OKU Timur, AKBP Erlintang Jaya saat itu juga membenarkan kejadian yang menewaskan Kopda Zeny tersebut. Bahkan pihaknya telah mengetahui identitas pelaku, yakni berinisial ‘MA’.

“Benar ada kejadian tersebut. Untuk identitas pelaku sudah kami ketahui, kini anggota masih melakukan pengejaran untuk menangkap para pelaku tersebut, dan kami juga menghimbau agar pelaku segera menyerahkan diri,” tegas Kapolres. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

13 Kali Beraksi di Kayuagung OKI, 2 Jambret Dibekuk

Kayuagung, KoranSN Sepak terjang dua pemuda pengangguran di perkotaan Kayuagung yang telah 13 kali menjambret …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.