Ibu dan Anak di Banyuasin Tewas dengan Luka Bacokan

Keluarga korban saat di RS Bhayangkara. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Leni Kartini Sari (30), dan putrinya yang berusia 12 tahun menjadi korban pembunuhan sadis yang terjadi di kediaman mereka di Jalur 8 Jembatan 2 Desa Telang Jaya Kecamatan Muara Telang Kabupaten Banyuasin.

Kedua korban ditemukan Minggu (22/3/2020), sekitar pukul 08.00 WIB dengan kondisi bersimbah darah. Ketika ditemukan untuk Leni Kartini Sari kondisnya telah meninggal dunia, sedangkan putirnya dalam kondisi kritis hingga dilarikan ke RSMH Palembang. Namun sayangnya saat di rumah sakit, anak korban juga meninggal dunia.

Kapolsek Muara Telang, Iptu Gunawan S SH mengatakan, penemuan kedua korban bermula saat pihaknya mendapati informasi dari keluarga korban, yakni saksi Anuar selaku kakak kandung korban dan Sakirin keluarga ipar dari korban.

“Dari informasi tersebut kami langsung mendatangi lokasi kejadian. Setiba di TKP, untuk korban Leni Kartini Sari ditemukan sudah tewas lalu jenazahnya dibawa ke kamar jenazah RS Bhayangkara Palembang guna dilakukan visum. Sedangkan untuk anak korban berusia 12 tahun dilarikan ke RSMH Palembang lantaran saat ditemukan kondisnya masih hidup namun kritis. Akan tetapi setiba di rumah sakit sang anak pun ikut meninggal dunia,” ungkapnya.

Masih dikatakan Kapolsek, kedua korban saat ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di dalam kamar. Untuk korban Leni Kartini Sari terdapat sekitar empat luka bacokan senjata tajam di bagian kepala, sementara anak korban menderita satu luka bacokan di bagian kepala.

“Dari olah TKP kami tidak menemukan kerusakan di pintu dan jendela rumah korban. Selain itu barang-barang milik korban di dalam rumahnya yang juga sekaligus dijadikan warung, temasuk handphone korban tidak ada yang hilang diambil pelaku,” ungkapnya.

Baca Juga :   Listrik Sering Padam, Ketua Komite II DPD RI Sidak PLN Palembang

Lebih jauh dikatakannya, saat kejadian di dalam rumah hanya ada kedua korban saja. Sebab, suami dari korban Leni Kartini Sari saat ini masih menjalani hukuman di Rutan Pakjo Palembang dalam kasus penipuan.

“Kini kasus pembunuhan kedua korban masih dalam penyelidikan, selain itu kami juga masih menyelidiki motif pembunuhan korban. Sedangkan untuk pemeriksaan saksi-saksi, sejauh ini baru ada dua orang saksi yang telah kami periksa,” tandasnya.

Sementara Anuar (32), kakak kandung korban Leni Kartini Sari mengungkapkan, kediamannya dan rumah korban hanya berjarak sekitar 100 meter. Untuk penemuan jenazah korban bermula saat ia dan keluarganya curiga melihat rumah dan warung milik korban belum dibuka.

“Adik saya ini kan memiliki warung di rumahnya, biasanya sejak pagi hari warungnya telah dibuka. Namun pagi itu sekitar pukul 08.00 WIB, rumah dan warung korban belum dibuka hingga saya bersama ipar saya Sakirin menghampiri rumah korban dan memanggilnya dari luar rumah,” ungkapnya saat berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang.

Menurutnya, lantaran saat dipanggil dari luar rumah tidak ada jawaban dari korban lantas ia bersama saksi Sakirin masuk ke dalam rumah korban dengan cara merusak jendala rumah korban.

“Disaat kami berada di dalam rumah inilah saya melihat adik saya sudah meninggal dunia di dalam kamar. Sedangkan keponakan saya yakni anak dari korban kondisinya kritis hingga kami langsung membawanya ke Puskesmas kemudian dirujuk ke RSMH Palembang. Akan tetapi setiba di rumah sakit keponakan saya yang masih berusia 12 tahun juga meninggal dunia,” paparnya.

Dijelaskannya, pada malam hari sebelum adikanya ditemukan tewas dirinya sempat berkunjung ke rumah korban. Dimana saat itu ia tidak manaruh curiga sama sekali, dan tidak ada firasat apapun jika ternyata pagi harinya korban ditemukan sudah meninggal dunia.

Baca Juga :   Kapolda Sumsel: Dua Anggota yang Tertembak, Terkena Peluru Teman Sendiri

“Malam itu saya ke rumah adik saya untuk meletakan sepeda motor. Kala itu kami ngobrol biasa, tidak ada curiga dan firasat apapun. Sedangkan terkait apakah korban memiliki masalah pribadi, selama ini korban tidak pernah menceritakan masalahnya karena dia (korban) tertutup pada saya. Jadi, saya tidak tahu masalah pribadinya, termasuk teman cowoknya,” pungkasnya.

Sedangkan Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Dr Indra Sakti Nasution mengungkapkan, dari kedua korban pihaknya hanya melakukan pemeriksaan visum luar terhadap jenazah korban Leni Kartini Sari.

“Kalau untuk anak dari korban Leni Kartini Sari, anak tersebut meninggal dunia ketika tiba di RSMH Palembang. Sehingga usai meninggal anak tersebut langsung dibawa pihak keluarga ke rumah duka,” ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya, sementara untuk hasil pemeriksaan jenazah korban Leni Kartini Sari pihaknya menemukan luka di tubuh korban yang terdiri dari luka di bagian tangan, dada dan kepala.

“Dari luka-luka tersebut yang parah merupakan luka di bagian kepala. Adapun luka-luka ini merupakan akibat benturan benda tumpul seperti besi berkarat namun besi ini memiliki sedikit ketajaman. Jadi bisa saja alat yang digunakan memukul korban yakni senjata tajam tapi tumpul lantaran tidak pernah diasah,” tutupnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

2 Warga OKU Positif Covid-19 Diduga Terpapar di Palembang

Palembang, KoranSN Jubir Satgas Pencegahan dan Penanganan Corona Virus Disease-19 (Covid-19) Sumsel, Yusri yang juga …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.