Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Headline / Ibu Fera Ungkap Prada Deri Pramana Terdakwa Mutilasi Korban Sering Main Pukul

Ibu Fera Ungkap Prada Deri Pramana Terdakwa Mutilasi Korban Sering Main Pukul

Suhartini ibu korban Fera Oktaria saat berikan kesaksian di persidangan terdakwa Deri Pramana. (Foto-Ferdinand/KoranSN)

Palembang, KoranSN

Suhartini (50), ibu korban Fera Oktaria (21), yang dibunuh dan dimutilasi terdakwa Prada Deri Pramana, Kamis (1/8/2019) menjadi saksi dalam persidangan terdakwa di Pengadilan Militer I-04 Palembang.

Dalam kesaksiannya Suhartini mengungkapkan, walaupun dirinya tidak melihat secara langsung jika saat semesa hidup korban Fera sering dipukuli oleh terdakwa, namun teman-teman dekat korban telah menyampaikan kepadanya kalau terdakwa sering main pukul saat berpacaran dengan korban.

“Setelah kejadian anak saya meninggal dunia, teman Fera bercerita jika terdakwa ini sering main pukul hingga Fera tidak tahan dan memutuskan hubungan pacaran. Bukan hanya itu, terdakwa juga pernah mengirimkan SMS ancaman ke Fera yang berisi ‘kalau kau (Fera) putus samo aku, dak lamo nyawa kau’. Karena itulah Fera kerap merasa ketakutan usai putusan dengan terdakwa,” terangnya.

Dijelaskan saksi, ketakutan Fera bertambah disaat adanya telpon dari tempat dinas terdakwa di Baturaja yang menyampaikan kepada kakak perempuan Fera jika Prada Deri Pramana saat itu kabur dari tempat tugas.

Baca Juga :   Komplotan Pencuri Mobil Bersenpi Gasak Mobil PT Creative Group

“Telpon itu diterima oleh kakaknya Fera sebelum Fera hilang dan akhirnya ditemukan telah meninggal dunia. Terkait hal itu, Fera juga sempat menyampaikan kepada saya dengan mengatakan, ‘Mak (Ibu) doa ke bae agar aku (Fera) idak apo-apo’. Selain itu, Fera juga menyampaikan jika saat itu dirinya takut jika terdakwa ini datang ke tampat kerjannya di minimarket, sebab terdakwa ini suka memukul,” ungkapnya.

Lanjutnya, sebelum korban hilang dan ditemukan meninggal dunia, ada juga teman korban yang menyampaikan jika Fera pernah meloncat dari sepeda motor saat berjalan dengan terdakwa Prada Deri Pramana.

“Fera terjun dari motor karena terdakwa ini memukuli Fera di jalan. Nah, dari itulah anak saya tidak mau lagi berpacaran dan memutuskan hubungan pacaran dengan terdakwa. Setelah mereka putus, saya juga dapat cerita dari teman Fera jika terdakwa ini cemburuan. Karena itulah, saat itu Fera merasa takut jika bertemu dengan terdakwa, apalagi Fera ini bekerja di minimarket dan sering pulang malam,” terangnya.

Baca Juga :   Pelaku Pembakar Lahan di Sumsel Terancam 5 Tahun Penjara

Lanjutnya, sedangkan disaat korban hilang dirinya merasa cemas dan keesokan harinya dirinya juga sempat menanyakan keberadaan Fera kepada nenek terdakwa.

“Rumah orang tua dan nenek terdakwa ini dekat rumah kami. Makanya saat Fera hilang kami langsung tanyakan kepada neneknya. Tapi saat itu, nenek terdakwa menyampaikan tidak tahu. Hingga kami terus mencari keberadaan Fera dan melapor kepihak kepolisian, tak lama kemudian barulah kami mendapat kabar jika Fera sudah ditemukan meninggal dunia dan jenazahnya telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Usai mendengar kabar tersebut, saya dan anak laki-laki saya langsung mengecek ke rumah sakit, dan ternyata benar jika jenazah tersebut adalah Fera,” ungkap Suhartini beruraian air mata.

Lebih jauh dikatakannya, jika korban Fera merupakan anaknya yang bungsu dari empat beradik.

“Fera ini baru bekerja di minimarket, dan saat mulai bekerja Fera membeli sepeda motor untuk bekerja dengan kredit. Saya tidak menyangka kini anak saya sudah meninggal dunia, bahkan pelakunya adalah terdakwa ini,” tandasnya. (ded)

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Selain Pagaralam & Lahat, Harimau Juga Ada di 6 Daerah Termasuk Banyuasin dan Muba

Pelembang, KoranSN Berdasarkan data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel, Harimau Sumatera ternyata bukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.