Home / Lacak / Ican, Tersangka Pemerkosa Sekaligus Pembunuh Bocah SD Divonis Mati

Ican, Tersangka Pemerkosa Sekaligus Pembunuh Bocah SD Divonis Mati

Terdakwa Irsan alias Ican saat menjalani persidangan. (foto-deni/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Irsan alias Ican, tersangka pemerkosaan sekaligus pembunuhan terhadap korban Putri (8), bocah SD di Kertapati yang jenazahnya ditemukan di dalam karung dan sempat menggemparkan warga beberapa waktu lalu divonis hukuman mati oleh majelis hakim.

Terdakwa Ican atau yang akrab disapa Ican belut ini divonis mati oleh majelis hakim yang diketuai Subur Prasetyo dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Palembang, Rabu (6/12/2017).

Majelis hakim menilai, hukuman tersebut pantas disematkan terhadap terdakwa karena perbuatan Ican belut termasuk kejam dan sadis sehingga membuat keluarga korban serta masyarakat sekitar menjadi trauma ketakukan. Meski terdakwa tidak terbukti dalam melakukan perencaan pembunuhan bersama-sama dengan rekannya Andreas. Ini artinya terdakwa merupakan pelaku utama dalam kasus pencabulan yang disertai pembunuhan ini.

“Perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76 D Undang Undang No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Selain itu, perbuatan terdakwa terbukti melanggar Pasal 340 KUH Pidana tentang pembunuhan berencana. Menjatuhkan pidana mati terhadap terdakwa Irsan alias Ican,” terang majelis hakim.

Atas putusan ini, majelis hakim memberikan waktu pikir pikir selama satu minggu kedepan sebelum menentukan sikap terhadap terdakwa dan kuasa hukumnya.

“Kami pikir pikir yang mulia,” ungkap kuasa hukum terdakwa Irsan dari Posbakum Palembang, Rizal.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU), Purnama Sofyan SH MH menolak nota pledoi atau pembelaan yang dibacakan kuasa hukum terdakwa Andreas, rekan terdakwa Ican yang terlibat dalam kasus tewasnya korban bocah SD ini.

Sebelumnya, M Purnama Sofyan SH MH menuntut terdakwa  Irsan alias Ican dengan pidana mati karena terbukti melakukan pembunuhan berencana sesuai dengan Pasal 340 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pidana tentang pembunuhan berencana dan turut serta melakukan pembunuhan.

Sedangkan untuk terdakwa Andreas dituntut dengan pidana penjara 20 tahun sesuai Pasal 340 Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUH Pudana sesuai perumusan dalam Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76 D UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak Jo Pasal 56 ke 1,2 KUHP.

“Putusan majelis hakim terhadap terdakwa Irsan sudah sangat tepat. Selain untuk membuat efek jera terhadap pelaku dan juga agar kejadian kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur tidak terjadi lagi khususnya di Palembang,” ujarnya.

Usai mendengarkan putusan dari majelis hakim, keluarga korban yang langsung datang melihat persidangan langsung bersorak gembira mendengar Ican divonis pidana mati.

“Kami sangat berterima kasih dengan putusan ini terhadap majelis hakim. Karena selama ini kami dan warga sekitar sangat takut dan resah atas perbuatan terdakwa ini,” terang salah satu anggota keluarga korban.

Sekedar mengingatkan, perbuatan terdakwa bermula dari terdakwa Irsan memanggil korban Putri untuk masuk kedalam rumah kemudian dibawah kedalam kamar lalu diperkosa dan dilakukan perbuatan asusila oleh terdakwa. Lalu, saat korban sekarat terdakwa Irsan memasukan tanganya ke dalam kemaluan korban kemudian menghabisi nyawa korban dengan cara dicekik lalu kembali diperkosa. Setela itu, korban dimasukan kedalam karung dan disimpan dibawah ranjang untuk nantinya dibuang ke Sungai Musi namun terlebih dahulu diketahui oleh anggota keluarga korban, yakni orang tua angkat korban. (den)

Publisher : Imam Ndn

Lihat Juga

Polda Sumsel Geledah dan Segel Kantor PT Hasanah Barokah Sriwijaya

Palembang, KoranSN Pihak kepolisian Subdit I Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Sumsel, Jumat (22/6/2018) menggeledah lalu ...

error: Content is protected !!