Home / Seputar Polresta / Ichsan & Ahmat, Terdakwa Dugaan Korupsi Tugu Batas Kota Ajukan 4 Perusahaan Ikut Lelang Hingga Kurangi Volume Pembangunan

Ichsan & Ahmat, Terdakwa Dugaan Korupsi Tugu Batas Kota Ajukan 4 Perusahaan Ikut Lelang Hingga Kurangi Volume Pembangunan

Majelis Hakim saat memimpin sidang keempat terdakwa. (foto-ferdinand/koransn)

Palembang, KoranSN

Dua dari empat terdakwa dugaan korupsi pembangunan tugu perbatasan Kota Palembang di Jakabaring, yakni M Ichsan Pahlevi dan Ahmat Thoha, yang merupakan pihak kontraktor mengajukan empat perusahaan CV saat mengikuti proses lelang, bahkan keduanya juga memalsukan tandatangan.

Hal tersebut diungkapkan Tim Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Palembang yang terdiri dari Hery Fadlullah, Dian Febriani dan Romi Pasolini saat membacakan dakwaan para terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Kelas 1 A Palembang.

“Dalam dugaan kasus ini terdapat empat terdakwa, yakni terdakwa M Ichsan Pahlevi dan Ahmat Thoha, yang keduanya kontraktor pembangunan tugu. Kemudian terdakwa Asmol selaku konsultan pengawas dan terdakwa Khairul Rizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Untuk terdakwa M Ichsan Pahlevi dan Ahmat Thoha ini, mengajukan empat perusahaan saat lelang. Dimana awalnya, terdakwa M Ichsan Pahlevi mengajukan CV miliknya, namun ternyata CV tersebut tidak memenuhi kualifikasi mengikuti pelelangan. Sehingga M Ichsan Pahlevi dan Ahmat Thoha meminjam tiga perusahaan CV milik teman mereka untuk mengikuti proses lelang. Hasilnya, salah satu CV yang diajukan menjadi pemenang lelang,” papar JPU dalam dakwaanya.

Baca Juga :   Kalungkan Pisau ke Leher Korban Saat Beraksi, Pencuri Sadis di Kertapati Ditembak

Masih dikatakan JPU, sebelum lelang dimenangkan diketahui jika kedua terdakwa juga memalsukan tandatangan kepemilikan CV atau perusahaan yang dipinjam.

“Terdakwa memalsukan tanda tangan dengan cara menirukan tanda tangan masing-masing direktur perusahaan yang dipinjamnya,” katanya.

Masih dikatakan JPU, usai memenangkan lelang tersebut selanjutnya kedua terdakwa melakukan pengerjaan pembangunan tugu perbatasan. Dimana dalam pengerjaan pembangunan ini, terdakwa Asmol Hakim ditunjuk sebagai konsultan pengawas.

“Namun dalam proses pembangunan tugu perbatasan Kota Palembang di Jakabaring tersebut, ternyata para terdakwa mengurangi volume pembangunan hingga mengakibatkan kerugian negara dalam pengerjaan pembangunan tugu tersebut,” jelasnya.

Dilanjutkan JPU, sedangkan untuk terdakwa Khairul Rizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) diketahui tidak menjalan tugasnya dengan baik sebagai PPK, bahkan terdakwa tidak mempendomani peraturan Presiden tentang pengadaan barang dan jasa sehingga dugaan kasus korupsi ini pun terjadi.

Baca Juga :   Polisi Tetapkan 4 Tersangka Dugaan Korupsi Tugu Perbatasan Kota Palembang

“Selain itu, dalam dugaan kasus ini ketika proses pembangunan tugu baru mencapai 85 persen, terdakwa M Ichsan Pahlevi, Ahmat Thoha dan Asmol Hakim meminta kepada terdawka Khairul Rizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar terdawka Khairul Rizal mengajukan surat permintaan membayar (SPM). Atas pemintaan tersebut, maka terdakwa Khairul Rizal mengajukan SPM, hingga mengakibatkan terjadinya transaksi pembayaran pekerjaan pembangunan. Padahal diketahui, jika pembangunan tugu tersebut kala itu belum selesai 100 persen,” paparnya.

Lanjut JPU, dari itulah pihaknya selaku Jaksa Penutut Umum medakwa keempat terdakwa telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain, atau suatu korporasi hingga merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

“Bahkan akibat perbuatan para terdakwa ini terjadi kerugian negara dari pagu anggaran pembangunan tugu perbatasan di Jakabaring sebesar Rp 1.500.000.000,” tandasnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Prada Deri Pramana Dituntut Penjara Seumur Hidup, Keluarga Fera: Kami Minta Dihukum Mati

Palembang, KoranSN Keluarga Fera Oktaria (21), korban yang dibunuh dan dimutilasi terdakwa Prada Deri Pramana …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.