Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Kesehatan / IDI: Dokter Kampanyekan Rokok Elektronik Tersesat

IDI: Dokter Kampanyekan Rokok Elektronik Tersesat

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih (duduk dua kanan) saat jumpa pers pernyataan sikap IDI dan organisasi perhimpunan anggotanya tentang yayasan yang mengampanyekan dunia bebas asap rokok bentukan industri rokok multinasional di Jakarta. (foto-antaranews)

Jakarta, KoranSN

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Daeng M Faqih menilai dokter yang ikut serta mengampanyekan rokok elektronik lebih aman digunakan daripada rokok biasa adalah dokter yang tersesat.

“Saya masih berpikir positif. Barangkali mereka belum tahu atau belum terinformasi dengan benar sehingga menganggap rokok elektronik tidak berbahaya,” kata Daeng, Jumat (22/11/2019).

Baca Juga :   5 Manfaat Luar Biasa Minum Air Hangat Setiap Hari

Daeng mengatakan bila ada dokter yang ikut mengampanyekan rokok elektronik lebih aman dari rokok biasa bisa

dikatakan melanggar etika kedokteran. Bila dokter itu anggota IDI, maka bisa dilaporkan ke majelis etik IDI.

Menurut Daeng, pernyataan yang menyebutkan rokok elektronik lebih aman daripada rokok biasa adalah pernyataan yang menyesatkan.

Pasalnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah menyatakan bahwa rokok elektronik sama berbahayanya dengan rokok biasa. Rokok elektronik juga bisa menyebabkan kecanduan.

“Bahkan bisa terjadi kecanduan ganda, yaitu kecanduan rokok biasa dan rokok elektronik,” ujarnya.

Baca Juga :   KNPK Dukung Kominfo Blokir Iklan Rokok yang Tak Sesuai Peraturan

Daeng berharap, para praktisi kesehatan di Indonesia cukup terinformasi dan mewaspadai strategi industri rokok multinasional yang sudah memproduksi dan memasarkan produk baru, yaitu rokok elektronik dan tembakau yang dipanaskan.

Industri rokok multinasional telah membentuk yayasan yang mengampanyekan dunia bebas asap rokok yang disinyalir, sebagai bagian dari upaya memasarkan rokok elektronik dan tembakau yang dipanaskan.

IDI dan organisasi perhimpunan anggotanya telah menyatakan menolak bekerjasama dengan yayasan merupakan afiliasi industri rokok demi melindungi generasi yang akan datang. (Antara/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Dinkes Bandarlampung Klaim Angka Stunting Rendah

Bandarlampung, KoranSN Dinas Kesehatan Bandarlampung mengklaim bahwa angka stunting di kota setempat masih terbilang rendah, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.