IKPM Gontor Palembang Dukung Penuh Pendirian Gontor di Muba

Ketua Panitia Silaturahmi dan Musyawarah IKPM Palembang, Rulius Surachman saat memberikan sambutan. (foto-anton/koransn)

Palembang, KoranSN

Ikatan Keluarga Pondok Modern (IKPM) Pondok Modern Gontor Cabang Kota Palembang, resmi terbentuk melalui musyawarah mufakat dengan menunjuk Kahfi, SAg sebagai ketua, dalam Silaturahmi dan Musyawarah IKPM Cabang Palembang, di Hotel Swarna Dwipa, Minggu (26/7/2020).

Dalam kesempatan itu, Kahfi mengatakan kedepan hal yang paling utama adalah menjalin silaturahmi antar alumni dan bersama-sama melakukan hal yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Kita dibentuk selama sekian tahun di pondok, begitu keluar, minimal harus bermanfaat untuk orang lain atau minimal lingkungan sekitar kita, itu kita kedepankan,” ungkap alumni Gontor tahun 1988 ini.

Kahfi juga mengomentari rencana pendirian pondok cabang Gontor di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Menurutnya, IKPM Palembang sangat mendukung rencana tersebut. Namun, sejauh mana progresnya ia mengaku belum mengetahui pasti.

Baca Juga :   Perbaiki Jalan di Desa Cahya Makmur

“Pendirian Gontor di Muba itu sangat bergantung bagaimana komunikasinya dengan Pondok Gontor. Yang jelas kalau sifatnya wakaf 100 persen tanpa ikatan, dalam artian pengelolannya diserahkan kepada Gontor 100 persen, kemungkinan akan terjadi, dan itu kita akan sangat mendukung dan setuju,” ujarnya.

Ketua Panitia Silaturahmi dan Musyawarah IKPM Cabang Palembang, Rulius Surachman mengatakan pembentukan IKPM Kota Palembang bertujuan untuk mengeratkan tali silaturahmi antar alumni Pondok Modern Gontor, khususnya yang berada di Kota Palembang.

“Selain menjadi ajang silaturahmi, IKPM yang kita bentuk ini juga diharapkan sebagai wadah bagi alumni untuk saling menguatkan dan bersinergi, sesuai dengan arahan Trimurti bahwasanya alumni Gontor adalah perekat umat bukan malah pemisah umat,” ungkapnya.

Sementara itu, sejumlah alumni senior turut hadir dan memberikan sambutan dalam kesempatan itu, diantaranya H. Zakaria Karim (alumni 1967), Husnul Arifin (alumni 1970), H. Karim Subki (1972), Zaini Husin Umrie, Fajarudin Anom, Sarbini dan Fajar Jamad.

Baca Juga :   Ketua RT Wajib Sosialisasikan Asian Games ke Masyarakat

“Alumni pondok kapanpun periodenya itu merasa dekat, inilah panca jiwa pondok yg melekat di jiwa para alumni,” kata Zaini Husin Umrie.

Ia mengatakan, panca jiwa pondok yakni keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyyah dan kebebasan.

“Ukhuwah Islamiyyah itu penting, artinya persatuan, karena inilah yang menguatkan kita,” pungkas mantan Anggota DPRD Sumsel ini. (awj)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Garuda Buka Kembali Layanan Penerbangan, Herman Deru: Ini Saatnya Meningkatkan Ekonomi

Palembang, KoranSN Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru menerima audiensi PT Garuda Indonesia dalam rangka …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.