Home / Gema Sriwijaya / Impor Beras Merugikan Petani di Pagaralam

Impor Beras Merugikan Petani di Pagaralam

Seorang petani di Dusun Jambat Akar Kelurahan Jangkar Mas Kecamatan Dempo Utara Kota Pagaralam saat panen padi. (foto-asnadi/koransn.com)

Pagaralam, KoranSN

Rencana pemerintah pusat yang ingin mengimpor beras dari luar negeri, ternyata justru membuat petani padi merana dan gelisa terutama Kota Pagaralam yang merupakan salah satu daerah penghasil beras terbesar di Sumsel.

Sikap pemerintah ini disayangkan banyak petani padi karena akan berpengaruh terhadap harga gabah petani.

Petani di Dusun Jambat Akar Kelurahan Jangkar Mas Kecamatan Dempo Utara Kota Pagaralam Afan mengatakan, rencana pemerintah untuk impor beras dari luar negeri hanya akan membuat kestabilan harga jual beras goyah dan keberadaan beras lokal menjadi terganggu.

“Areal persawahan di Dusun Jambat Akar saja sudah luas, mencapai ratusan hektar, dan didominasi dengan tanaman padi. Kalau musim panen seperti sekarang ini, pasokan beras akan meningkat drastis. Alasan itulah, lebih baik memberdayakan beras lokal, makanya kita sebenarnya sudah mampu swasembada beras,” kata dia.

Sementara itu, seorang pelaku usaha penggilingan padi Irul mengungkapkan, saat ini petani sebagian besar mengalami musim panen. Halaman penggilingan padi miliknya dipenuhi jemuran padi, sedangkan bagian dalam gudang dipenuhi dengan tumpukan gabah kering yang siap giling.

“Rencana pemerintah untuk mengimpor beras saya rasa kurang tepat, karena saat ini sedang musim panen. Kita lagi banyak pasokan beras sekarang, bahkan untuk dikawasan Muara Enim dan Lahat beli pada kita. Saya rasa, memang sudah saatnya kita untuk swasembada beras,” ungkapnya.

Irul mengaku, bahwa impor beras saat ini akan merugikan petani, terutama saat musim panen. Karena beras lokal akan bersaing dengan beras impor dipasaran.

“Beras lokal tengah panen, ditambah beras impor, kalau beras lokal tak bisa bersaing, petani bisa saja merugi. Apalagi kalau beras impor lebih murah, petani padi tentu mengalami kesulitan menjual beras lokal,” tutupnya. (asn)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Dewan Rekomendasi 10 Catatan LKPJ Walikota

Lubuklinggau, KoranSN DPRD Kota Lubuklinggau, merekomendasikan dengan 10 cacatan strategis terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) ...

error: Content is protected !!