Penyerahan Dokumen Syarat Minimal Dukungan Pasangan Calon Perseorangan Dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Tahun 2020
Home / Nasional / Indonesia Desak Malaysia Bikin Kebijakan Perlindungan TKI

Indonesia Desak Malaysia Bikin Kebijakan Perlindungan TKI

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid. (foto-net/detiknews.com)

Jakarta, KoranSN

Kasus kekerasan terhadap TKI kembali terjadi. Terakhir, Adelina Lisao meninggal karena disiksa majikannya di Malaysia. Indonesia mendesak Malaysia membuat kebijakan perlindungan terhadap TKI.

Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengatakan Indonesia telah berulang kali meminta Malaysia mengimplementasikan program one channel policy. Menurutnya, kebijakan itu dapat mengurangi TKI ilegal yang masuk ke Malaysia.

“Kita sudah berkali-kali meeting dengan pemerintah Malaysia dengan konsep one channel policy yang saat ini selalu diminta dan didengung-dengungkan. Tapi justru pemerintah Malaysia yang terkesan men-delay-delay,” kata Nusron di Jakarta, Rabu (21/2/2018).

Baca Juga :   Pernah Ditolak, DPR Ngotot Usulkan Dana Aspirasi Rp 12,7 T

Dia mengatakan saat ini masih menunggu Malaysia menyepakati dibentuknya kebijakan itu. Sedangkan konsep one channel policy, menurut Nusron, dapat menyaring agen-agen penyalur TKI dengan lebih ketat.

“Sebagai satu pintu untuk pengurusan penempatan tenaga kerja Indonesia. Kalau ada apa-apa jelas siapa bertanggung jawab, jadi biar nggak terlalu banyak agen. Jadi agen-agen yang ada di sana di konsorsium dalam suatu kelembagaan, itu semua lewat satu pintu. Di luar pintu itu ditangkap,” kata Nusron.

Menurut Nusron, saat ini tantangan Pemerintah Indonesia tentang TKI yang bekerja di Malaysia adalah masih ada yang menggunakan visa turis, dan setiap 3 bulan masa berlaku visa itu dapat diperpanjang. Padahal seharusnya digunakan jalur resmi.

Baca Juga :   Karhutla di Sumsel Terus Meluas

“Justru itu mengurangi ilegal, konsep one channel policy ini. Ini kan masalahnya menggunakan free market kita nggak tahu orang datang ke Malaysia itu mau apa,” ujarnya. (detik.com)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Ketua SMSI Banten: Kepemimpinan Dapat Terwujud Atas Dasar Kaderisasi

Jakarta, KoranSN Bertema “Peran Kritis Mahasiswa Sumatera Selatan Dalam Mengawal Kebijakan Pemprov Sumsel Di Bawah …