Indra Tewas Bersimbah Darah Usai Ditikam dari Belakang

saat adengan tersangka menikam korban dari belakang. (foto-ferdinand/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Indra Jaya (32), tewas bersimbah darah usai ditikam senjata tajam oleh tersangka Arsa (43), mantan oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Palembang dari arah belakang. Hal tersebut terungkap saat petugas Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumsel, Kamis (13/7/2017) melakukan rekonstruksi kasus pembunuhan korban di lokasi kejadian yakni, di halaman parkir kolam renang Lumban Tirta Jalan POM IX Palembang.

Bahkan dalam rekonstruksi tersebut diwarnai kericuan lantaran keluarga korban tak terima atas perbuatan tersangka. Kejadian ini terjadi saat kakak kandung korban yakni, Armadi emosi ketika melihat tersangka didatangkan petugas kepolisian, disaat petugas lengah Armadi sempat berusaha memukul wajah tersangka.

Tak cukup sekali, Armadi berulang kali geram ingin memukul tersangka hingga kericuhan sempat terjadi. Aparat sempat kesal dan marah dengan tingkah Armadi hingga membuat petugas terpaksa mengamankan Armadi demi kelancaran jalannya rekonstruksi.

Sementara Efi Kurmarlina (38), isteri korban tak bisa membendung air matanya ketika melihat sosok laki-laki yang sudah mengahabisi nyawa suaminya. Sambil meneteskan air mata, ibu empat anak ini berharap kepada pihak kepolisian agar tersangka dihukum seberat-beratnya. Hal itu lantaran semenjak suaminya meninggal ia harus banting tulang menghidupi anak-anaknya seorang diri.

“Kejadian ini saat anak saya yang kecil masih berumur 1 tahun, hingga sekarang anak saya sudah berusia 8 tahun, tersangka baru tertangkap. Kalau bisa tersangkanya dihukum seumur hidup, saya hanya minta keadilan,” ujarnya.

Baca Juga :   Siswi SMP di Kayuagung Menghilang

Pantauan di lokasi, adegan yang mengakibatkan korban Indra Jaya tewas terlihat di adegan ke tujuh, dimana tersangka Arsa menikam korban secara sadis dari arah belakang ketika korban sedang duduk di pos penjagaan bersama saksi Teguh yang ada lokasi kejadian. Akibat tikaman tersebut membuat korban langsung tersungkur ke tanah.

Rekonstruksi sendiri dimulai dengan adegan tersangka Arsa menghubungi saksi Teguh menggunakan ponsel untuk bertemu di lokasi kejadian. Setelah bertemu, tersangka mempertanyakan sepeda motornya yang diduga sudah digadaikan oleh korban kepada saksi Teguh, namun saksi mengatakan menunggu korban Indra Jaya terlebih dahulu.

Di adegan kedua sambil menunggu, tersangka sempat mampir ke sebuah warung yang tak jauh dari lokasi untuk menenggak minuman keras. Di adegan ketiga dan keempat tersangka bertemu dengan korban Indra Jaya dan saksi Teguh. Lalu, antara tersangka dan korban terlibat percakapan serius yang turut disaksikan oleh saksi Teguh.

Tersangka menanyakan sepeda motornya yang digadaikan. Namun karena tak ada respon kemudian tersangka geram, lantas mengeluarkan pisau di balik punggungnya dan langsung menikam korban dari arah belakang hingga korban tersungkur ke tanah.

Baca Juga :   KPK Periksa Nurhadi dan Menantunya

Melihat korban roboh kemudian saksi Teguh mencoba melarikan korban ke Rumah Sakit Siti Khodijah untuk menyelamatkan nyawanya. Namun nyawa korban tak tertolong lagi.

Kanit IV Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Zainury mengatakan, rekonstruksi dilakukan untuk melengkapi berkas tahap pertama kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), sebelum nantinya masuk meja persidangan.

“Tersangka dijerat Pasal 340 Jo 338 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman penjara seumur hidup,” ujarnya.

Masih dikatakannya, tersangka Arsa ditangkap setelah tujuh tahun menjadi buron karena membunuh korban Indra di lokasi kejadian pada 26 Oktober 2010 lalu. Selama tujuh tahun dalam pelarian tersangka kabur ke kampung halamannya di Musi Rawas sambil bertani dan beberapa tempat lainnya.

Lanjut Kanit, tersangka ditangkap saat sedang berada di rumah tersangka di Jalan Mayor Zen Sri Selincah Kalidoni Palembang. Penangkapan tersangka berkat adanya informasi dari masyarakat yang melihat kepulangan tersangka. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Wali Kota Cimahi Diduga Terima Suap Rp 1,6 Miliar

Jakarta, KoranSN Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna (AJM) telah …