Ingat! Mengemudi Saat Mengantuk Lebih Berbahaya daripada Mabuk

Ilustrasi (Foto-detik.com)

Jakarta, KoranSN

Mengantuk saat berkendara nampaknya hal yang sulit dihindari oleh pengemudi, apalagi ketika menyetir jarak jauh untuk mudik. Padahal, mengemudi saat kondisi mengantuk sangatlah berbahaya.

“Mengendara dalam kondisi mengantuk itu lebih berbahaya dibanding mabuk. Mengendara dalam kondisi mengantuk bahayanya adalah kemampuan konsentrasi, kewaspadaan, respons refleksnya sudah buruk,” tutur praktisi kesehatan dari RS Mitra Keluarga Kemayoran, dr Andreas Prasadja RSPGT.

Setiap tahun, data kepolisian menunjukkan penyebab kecelakaan yang utama saat melakukan perjalanan mudik adalah mengantuk atau kelalaian manusia.

Baca Juga :   Sehatkah Bila Hanya Minum Jus Sayur dan Buah Seharian?

“Nah, kenapa manusia bisa lalai? Satu-satunya ya ngantuk. Apa lagi? Nggak ada, karena kemampuan konsentrasi dan kewaspadaan kita semua hanya dibangun pada saat tidur,” sebut dokter yang lebih akrab disapa dr Ade ini.

Lebih lanjut, dr Ade mengatakan tidak ada satu zat pun yang bisa menggantikan efek restoratif tidur. Sebab itu, tidur merupakan komponen satu-satunya yang harus kita jaga terutama saat berencana akan mudik dengan menyetir kendaraan sendiri.

“Kita harus memprioritaskan kesehatan tidur kita, jangan cuma minum vitamin, konsumsi penambah energi, kafein, itu no. Jadi persiapan untuk diri kita adalah mempersiapkan kesehatan tidur,” pungkasnya. (detik.com)

Baca Juga :   Pasien Positif COVID-19 Meninggal di Metro Bertambah

Publisher : Apriandi

Avatar

Lihat Juga

Kemenag Sultra Dorong Percepatan Vaksinasi Jamaah Calon Haji

Kendari, KoranSN Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendorong percepatan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.