Ini Faktor Penyebab Kemacetan di Palembang

Dirlantas Polda Sumsel Kombes Pol Raden Slamet Santoso. (foto-dedi/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumsel, Kombes Pol Raden Slamet Santoso, Selasa (27/12/2016) mengatakan, ada beberapa faktor penyebab kemacetan yang kerap terjadi di Kota Palembang.

Adapun penyebabnya, terdiri dari; prilaku pengedara dan pengemudi kendaraan yang menerobos atau melawan arus lalu lintas serta para pengendara sepeda motor, yang kerap melewati marka pembatas jalan saat mengantri di lampu merah.

“Bila kedapatan tentunya kita lakukan penegakan hukum. Ini dilakukan untuk memberikan pembelajaran agar pengendara dan pengemudi kendaraan memiliki etika berlalu lintas yang baik,” katanya.

Selain itu, lanjut Raden, faktor yang membuat kemacetan terjadi yakni, kapasitas jalan di Kota Palembang yang tak sebanding dengan jumlah kendaraan. Selain itu, banjir dibeberapa titik usai hujan turun juga berdampak terjadinya kemacetan.

“Bukan hanya itu, aktivitas masyarakat yang mengedarai kendaraan saat pergi bekerja di pagi hari serta pulang kerja di sore hari juga membuat kemacetan terjadi di jam-jam tertentu. Kemacetan ini terjadi, dikarenakan lebar jalan tidak sebanding dengan kendaraan yang ada,” terangnya.

Masih dikatakan Raden, dampak dari pembagunan LRT, fly over dan pembangunan jalan tol juga membuat terjadinya kemacetan kendaraan. Sebab, dari aktivitas pembangunan tersebut membuat adanya lubang-lubang di jalan sehingga arus lalu lintas terhambat.

“Satu detik saja satu kendaraan yang terhambat karena lubang, maka di belakang kendaraan itu terjadi penumpukan kendaraan. Untuk itulah saat ini kita menekan para pengembang pembangunan agar menambal sementara lubang yang ada di jalan-jalan. Penekanan dilakukan dengan cara melayangkan surat dan sejauh ini para pengembang memberikan respon yang cukup baik,” jelasnya.

Baca Juga :   Atasi Banjir, Harnojoyo Buat Kanal Sungai 1 Km

Labih jauh dikatakannya, untuk mengurangi kemacetan lalu lintas di Kota Palembang saat ini dirinya sedang melakukan contraflow, yang merupakan sistem pengaturan lalu lintas dengan mengubah arah normal arus kendaraan pada suatu jalan raya.

Contraflow, kata Raden, untuk saat ini baru diberlakukan di dua penggal jalan raya yakni, di arus lalu lintas Jalan Veteran menuju simpang Charitas serta di Jalan A Rivai tempatnya di depan Kantor Gubernur Sumsel menuju arah Simpang Caritas.

“Di dua jalan ini, contraflow diberlakukan pagi hari mulai pukul 06.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Sedangkan untuk pemberlakukan di sore hari, kita lakukan tergantung terjadinya kepadatan kendaraan,” ungkapnya.

Dijelaskan Raden, dalam contraflow tersebut dirinya membuat arus lalu lintas satu jalur menjadi tiga jalur dengan cara memasang pembatas jalan portable.

“Misalkan, untuk arus lalu lintas di Jalan Veteran. Arus dari arah Veteran menuju Simpang Caritas, kita buat menjadi tiga jalur dengan memasang pembatas jalan. Dengan demikian, setiap kendaraan yang melintasi jalan tersebut akan menempati jalur yang sesuai arah tujuannya. Hal ini kita lakukan untuk mengatasi atau mengurangi kemacetan yang terjadi di jalur tersebut,” terangnya.

Baca Juga :   Ratusan Mahasiswa se Sumsel Long March, Ajak Muslimah GEMAR 2017

Sambung Raden, dalam  mengantisipasi kemacetan yang terjadi pihaknya juga akan terus melakukan patroli serta membuat rekayasa lalu lintas dan membuat titik-titik pemutaran arah di lokasi-lokasi jalan yang terjadi kemacetan.

Lebih jauh dikatakan Raden, sedangkan dalam pengamanan tahun baru, pihaknya dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sumsel bersama Bid Dokes Polda Sumsel serta Dishub, telah melakukan tes urine kepada sopir bus antar kota di Terminal Alang-Alang Lebar Palembang.

“Tes urine dilakukan bertujuan untuk memastikan keselamatan para penumpang yang melakukan aktivitas pulang dan pergi mudik di akhir tahun. Dari tes urine tersebut, terdapat satu sopir bus yang hasil pemeriksaan di lapangan tesnya positif. Untuk saat ini sopirnya masih kita periksa sembari menunggu hasil dari labfor. Jika nanti hasil labfor memperkuat, sopir itu positif menggunakan narkoba maka kita akan menyerahkannya ke Ditres Narkoba Polda Sumsel atau Satres Narkoba Polresta Palembang, guna ditindaklanjuti,” tutup Raden. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

248 Polisi di Sumsel Gunakan Narkoba

Palembang, KoranSN Kapolda Sumsel, Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S, Selasa (7/7/2020) mengatakan, …