IRT Kuras Uang Rp 4 Juta di ATM

Tersangka
Tersangka Peni Leorita (Foto-Deni/Koransn.com)

Palembang, KoranSN

Peni Leorita alias Peni (28), Ibu Rumah Tangga (IRT) yang tercatat sebagai warga Jalan Ki Merogan RT 39 RW 08 Kelurahan Kertapati Kecamatan Kertapati, Minggu (2/10) ditangkap Sat Reskrim Polsek SU I usai menguras uang di ATM milik korban Yulianto (29), sebesar Rp 4 juta.

Saat diamankan, tersangka Peni menerangkan aksi yang dilakukannya ini bermula ketika melihat korban Yulianto bersama istrinya tengah melakukan penarikan uang di mesin penarikan uang yang berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim Kelurahan Tuan Kentang Kecamatan SU I.

“Melihat korban sedang melakukan penarikan uang, saya langsung mendekati korban dengan berpura-pura hendak melakukan penarikan uang. Saat meminjam ATM, saya memperdaya korban dengan ilmu ‘gendam’ yang saya kuasai agar korban meminjamkan ATM miliknya kepada saya. Saat itu saya berdalih, jika hendak mengambil uang kiriman dari saudara di Kota Bandung,” katanya.

Baca Juga :   Nawawi Pomolango: Idealnya Kasus Pemerasan Oleh Jaksa Ditangani KPK

Dilanjutkannya, setelah berhasil mendapatkan pinjaman ATM, ia memasukan ATM korban ke dalam mesin ATM sambil didampingi korban untuk menekan tombol password. Setelah memasukkan kartu ATM ke dalam mesin, ia berpura-pura menelpon saudaranya untuk menanyakan jika uang belum ditransfer.

“Sambil berpura-pura menelpon saya langsung menarik uang di ATM korban dengan nominal sebesar Rp 4.748.000 juta. Setelah uang tersebut berada ditangan, saya mengembalikan ATM itu kepada korban dan langsung pergi meninggalkan lokasi. Uang itu tersebut saya katakan dengan korban adalah uang kiriman saudara saya yang berada di Bandung,” jelasnya.

Kabag Ops Polresta Palembang, Kompol Andi Kumara yang mendapatkan informasi penangkapan tersangka mengakatan, jika kejahatan bermodus pinjam ATM yang dilakukan tersangka dengan memperdaya korbannya menggunakan ilmu gendam sudah aksi kedua kalinya dilakukan IRT tersebut.

Baca Juga :   Buronnya Djoko Tjandra Bukti Lemahnya Integritas Oknum Penegak Hukum

“Atas perbuatannya tersangka dikenakan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan. Saat ini tersangka dam pemeriksaan penyidik guna untuk mencari informasi mendalam terkait kasus yang dilakukannya,” singkatnya. (den)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Decky Canser

Avatar

Lihat Juga

Ketua KPK Prihatin 26 dari 34 Provinsi Terjadi Kasus Korupsi

Jakarta, KoranSN Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri mengaku prihatin karena 26 dari 34 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.