Irwansyah Termuda dan Berprestasi

Muhammad Irwansyah saat mendapatkan penghargaan. (foto-robby/koransn.com)

PEMILIHAN gubernur (Pilgub) Sumsel diikuti oleh empat bakal pasangan calon. Diantara kandidat tersebut, Muhammad Irwansyah menjadi yang termuda, juga berprestasi.

Oleh karena itu, banyak yang ingin mengenal putra mantan wali kota Pangkalpinang dua perioide dan sekretaris daerah Sumatera Selatan Sofyan Rebuin ini. Kemudian, bagi Irwansyah Sumatera Selatan bukan lah hal baru bagi dirinya. Sebab Sumsel adalah kampung halaman sang Nenek di Kawasan 3 Ilir, Palembang.

Tidak hanya muda, Irwansyah merupakan pemimpin yang berkualitas dan teruji. Terbukti, usianya baru 29 tahun dan memecahkan rekor sebagai Walikota Termuda di Indonesia saat dilantik menjadi Walikota Pangkalpinang pada tahun 2013. Saat itu mampu mengalahkan lawannya yang memiliki perbedaan usia cukup jauh.

Di tahun yang sama saat ia terpilih menjadi wali kota Pangkalpinang, Irwansyah mendapatkan Gelar Datok (Pangeran Darjah Pangeran Mahkota Palembang) (DPMP) dari Kesultanan Palembang, Sultan Mahmud Badarudin III Prabu Diradja.
Pemimpin yang berkarakter pekerja keras ini sukses menggagas konsep kesehatan Green Hospital, dimana konsep ini adalah yang pertama di Indonesia* dan pembangunannya selesai pada Desember 2017.

Baca Juga :   Satgas Money Politic Bidik ‘Serangan Fajar’ dan Paslon Bagi Sembako

Rumah sakit Green Hospital pun mengadopsi konsep medical tourism, juga sebagai ‘yang pertama’ di Indonesia. Dengan program itu, ke depan Kota Pangkal Pinang diharapkan bisa menyerupai Kota Penang, Malaysia, yang terkenal sebagai tempat rujukan berobat sekaligus berwisata bagi wisatawan mancanegara.

Melalui konsep Rumah Sakit Green Hospital tersebut ia mendapatkan penghargaan dari ajang bergengsi *Wali Kota Entrepreneur Award dan Bupati Entrepreneur Award 2017* yang digelar Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) dan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) bersama Kellog Innovation Network *(KIN) ASEAN*.

Ia berhasil menyabet tiga kategori sekaligus yaitu inovasi dalam bidang kesehatan, pendidikan, dan pariwisata, karena mengadopsi konsep green hospital dan medical tourism.

Selanjutnya, ia sukses menggandeng MX GP untuk menggelar kejuaraan motocross internasional 2017 di Pangkalpinang. Pangkalpinang adalah satu-satunya daerah di Indonesia yang menggelar kejuaraan motorcross paling bergengsi di dunia tersebut. Tercatat ada sebanyak 18 negara yang ikut serta dalam event yang digelar setiap tahunnya itu.

Baca Juga :   Mahar Politik dan Mahalnya Biaya Pilkada Pengaruhi Timbulnya Korupsi

Selain itu, melalui kepemimpinan pria yang akrab disapa Wawan ini, Pangkalpinang banyak mendapatkan penghargaan, diantaranya dari Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia.

Kemenkumham menobatkan Pangkalpinang sebagai kota yang ramah HAM untuk kali ketiga. Pemkot Pangkalpinang terus berupaya untuk mendukung pemerintah dalam upaya peningkatan HAM di Indonesia.

Pada tahun 2017 ia juga mendapatkan penghargaan dari Ombudsman RI. Kota Pangkalpinang mendapatkan zona hijau terkait layanan administrasi dengan predikat kepatuhan tertinggi. Penghargaan ini diberikan dalam rangka fungsi Ombusman memantau dan mengoptimalkan pelayanan terhadap masyarakat. (rob)

Infografis Lembaga Penyalur LPG di Sumsel

Sosialisasi Penukaran Uang Peringatan Kemerdekaan 75 Republik Indonesia

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

BUMD Harus Berinovasi Agar Terus Berkontribusi Dongkrak PAD Sumsel

Palembang, KoranSN Gubernur Sumsel, H Herman Deru melalui Sekretaris Daerah (Sekda) H Nasrun Umar menekankan …