Isa Pembunuh di Kertapati Divonis 20 Tahun

Suasana sidang vonis terdakwa Maintariksa alias Isa. (foto-dedy/koransn)

Palembang, KoranSN

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang, Selasa (11/8/2020) memvonis Maintariksa alias Isa yang merupakan terdakwa pembunuhan korban Adi Saputra, di Jalan Kemas Rindo Kemang Agung Kertapati Palembang dengan vonis 20 tahun penjara.

Ketua Majelis Hakim, Mangapul Manalu SH MH saat membacakan vonis untuk terdakwa Isa di persidangan mengatakan, dalam perkara ini korban dan terdakwa yang saling kenal dan berteman mulanya terlibat perselisihan dikarenakan adanya keselahpahaman lantaran korban sering meledek terdakwa hingga membuat terdakwa mempersiapkan pisau lalu menusukan pisau tersebut ke perut dan tangan korban.

“Oleh karena itu, kami Majelis Hakim mengadili terdakwa Maintariksa alias Isa dengan ini terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Untuk itu terdakwa divonis dengan hukuman 20 tahun penjara,” tegas Hakim.

Menurut Hakim, berdasarkan fakta persidangan, keterangan saksi-saksi dan barang bukti yang telah dihadirkan selama persidangan terungkap jika pembunuhan korban tersebut terjadi pada 13 Februari 2020 sekitar pukul 17.30 Wib, bertempat di Jalan Kemas Rindo Lorong Keluarga RT 15 Kelurahan Kemang Agung Kecamatan Kertapati Palembang.

Baca Juga :   JPU Kejati Tunggu Salinan Putusan Hakim Terkait Divonis Bebas Terdakwa Dugaan Korupsi Kredit BSB

“Sebelum melakukan pembunuhan terhadap korban, awalnya terdakwa lebih dulu mempersiapkan pisau dengan panjang 20 Cm usai melihat korban Adi Saputra sedang duuduk di sebuah warung. Hal inilah yang menguatkan jika perbuatan terdakwa sudah terencana. Sebab disaat terdakwa melihat korban hingga terdakwa mempersiapkan pisau dan menikam korban, tentunya terdapat rentan waktu yang harusnya terdakwa tidak melakukan penikaman tersebut,” paparnya.

Lebih jauh diungkapkannya, untuk itulah pihaknya selaku Majelis Hakim yang menyidangkan perkara tersebut menilai jika perbuatan terdakwa telah melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana.

“Apalagi dalam kasus ini terdakwa menikamkan pisau ke tubuh korban sebanyak dua kali, terdiri dari; di perut dan di tangan korban. Untuk itulah kami menilai perbuatan terdakwa dalam perkara ini tidak ada yang meringankan,” jelas Hakim.

Dilanjutkannya, atas putusan tersebut terdakwa masih memiliki langkah hukum untuk melakukan banding.

“Silahkan terdakwa menyampaikan dalam persidangan ini apakah menerima, pikir-pikir atau banding terkait vonis yang telah kami putuskan,” tanya Hakim.

Baca Juga :   Terekam CCTV Pencuri Motor di Balap Sepeda IB I Ditangkap

Sementara terdakwa Maintariksa alias Isa menyampaikan dalam sidang yang digelar secara virtual tersebut, jika dirinya menerima vonis yang telah ditetapkan oleh Majelis Hakim.

“Saya menerima vonis tersebut,” ujar terdakwa singkat di persidangan.

Usai mendengar jawaban dari tersangka, selanjutnya Majelis Hakim menutup persidangan dengan mengetukan palunya.

Terpisah, Rizal selaku kuasa hukum terdakwa mengatakan, jika pihaknya keberatan atas putusan Majelis Hakim yang telah memvonis terdakwa dengan hukuman 20 tahun penjara.

“Hukuman tersebut terlalu tinggi, sebab kami menilai dalam kasus ini terdakwa tidak berencana membunuh korban. Oleh karena itu kami akan berkoordinasi dengan terdakwa dan keluarganya guna menanggapi vonis dari Majelis Hakim ini,” tutupnya. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Polisi Buru Pelaku Perampokan Pengusaha Kelapa Sawit

Meulaboh, KoranSN Polres Nagan Raya, Aceh, memburu pelaku perampokan yang menimpa Suryanto (42), seorang pengusaha …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.