Senin , Oktober 22 2018
Home / Lacak / Isteri Driver Taksi Online Temukan Bercak Darah di Dalam Mobil Tri Widyantoro

Isteri Driver Taksi Online Temukan Bercak Darah di Dalam Mobil Tri Widyantoro

Tampak Rohana isteri korban Tri Widyantoro ketika di Polda Sumsel untuk melihat mobil milik korban. (foto-dedy/koransn.com)

Palembang, KoranSN

Rohana, (44) isteri korban driver taksi online, Tri Widyantoro (44), Selasa (3/4/2018) menemukan bercak darah di dalam mobil korban.

Hal ini terungkap saat Rohana bersama keluarganya datang ke Polda Sumsel untuk melihat barang bukti mobil milik korban yang diamankan polisi saat penangkapan pelaku Poniman dan Bayu Irwansyah di Kecamatan Lalan Musi Banyuasin.

Dikatakan Rohana, jika kondisi mobil tersebut saat ini sangat kotor, berbeda pada saat mobil tersebut masih digunakan oleh suaminya yang selalu bersih baik pada bagian luar maupun dalam mobil.

“Selain mobil itu kotor, di dalam mobil tersebut tadi saya melihat juga ada bercak darah,” ujarnya.

Diungkapkannya, kedatangannya bersama keluarga ke Polda Sumsel memang untuk memastikan jika mobil yang dijadikan barang bukti oleh pihak kepolisian tersebut merupakan mobil milik suaminya.

“Sudah saya lihat mobil nya, dan benar memang mobil tersebut milik suami saya. Mobil itulah yang digunakan suami saya untuk bekerja sebagai taksi online,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, setelah melihat mobil tersebut maka dirinya menilai jika tulang belulang yang ditemukan polisi di kawasan Sungsang Banyuasin beberapa waktu yang lalu benar adalah suaminya
Tri Widyantoro.

“Selain mobil tersebut, baju yang ditemukan polisi juga sama dengan milik suami saya, jadi benar jenazah tersebut adalah suami saya. Walaupun demikian tentunya kami masih juga harus menunggu
hasil dari pemeriksaan tes DNA,” tutupnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumsel, Kombes Pol Budi Suryanto mengungkapkan, dalam kasus pembunuhan korban ada empat orang pelaku terdiri dari; Poniman tertembak mati saat dilakukan penangkapan, Bayu Irwansyah kini sudah tertangkap dan Tyas Dryantama telah menyerahkan diri, sementara untuk Hengki masih dalam pengejaran anggota kepolisian.

“Nah untuk keberadaan pelaku Hengki yang masih dikejar ini, masih kami lacak dan kami selidiki, apakah masih di Sumsel atau sudah di luar Sumsel,” ujarnya.

Baca Juga :   Pemerkosa & Pembunuh Bocah di Kertapati Dituntut Hukuman Mati

Masih dikatakannya, jika peran Hengki dalam kasus pembunuhan korban sangan sentral, lantaran pelaku termasuk salah satu yang menjerat leher korban menggunakan tali tambang.

“Jadi, dari keterangan para tersangka yang sudah tertangkap, peran pelaku Hengki ini cukup senteral dalam kasus ini. Meskipun demikian, nanti kita pastikan jika pelakunya sudah tertangkap,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, pihak kepolisian Polda Sumsel, Jumat (30/3/2018) menemukan tengkorak dan tulang yang merupakan jenazah korban, Tri Widyantoro di rawa-rawa yang berada kawasan Desa Muara Sungsang Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin.

Bukan hanya menemukan jenazah korban, polisi juga menangkap dua pelaku yang merampok dan membunuh korban keduanya yakni; Poniman dan Bayu Irwansyah. Dari kedua pelaku ini, Poniman tewas tertembak polisi lantaran melawan saat dilakukan penangkapan.

Kemudian, Sabtu malam (31/3/2018) pukul 19.30 WIB, tersangka Tyas Dryantama (20), oknum mahasiswa Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang menyerahkan diri ke Polda Sumsel dengan diantar oleh ayahnya.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, kasus perampokan dan pembunuhan korban Tri Widyantoro ini terjadi pada Kamis 15 Februari 2018 lalu, di kawasan perkebunan sawit Tanjung Lago Banyuasin.

“Dalam kasus ini awalnya polisi menangkap tersangka Bayu Irwansyah, kemudian dikembangkan hingga ditangkap tersangka Poniman. Namun saat penangkapan Poniman ini, tersangka melawan hingga tewas tertembak. Sementara untuk tersangka Tyas Dryantama telah menyerahkan diri ke Polda Sumsel. Sedangkan satu pelaku lainnya yakni Hengki masih dalam pengejaran,” katanya.

Diungkapkan Kapolda, kasus ini terjadi berawal dari pelaku yang tewas tertembak yakni, Poniman menyuruh Bayu memesan taksi online melalui aplikasi, hingga pesanan tersebut didapatkan oleh korban dengan tujuan Jalan Kapten A Arsyad Way Hitam Palembang menuju Kenten Ujung Banyuasin. Setiba di lokasi kejadian, para pelaku meminta korban memberhentikan mobil, saat itulah Poniman dibantu Hengki (DPO) menjerat leher korban dengan tali tambang dari belakang. Sedangkan tersangka Bayu memegangi kedua tangan korban, sementara tersangka Tyas Dryantama membekap mulut korban hingga korban tewas.

Baca Juga :   Antisipasi Teror, Polda Koordinasi Dengan Densus 88

“Usai korban tewas kemudian para pelaku membuang jenazah korban ke semak-semak di kawasan Sungsang Banyuasin. Lalu membawa kabur mobil korban ke kawasan Kecamatan Lalan Muba. Terungkapnya kasus ini setelah polisi mendapati handphone (HP) korban yang dijual pelaku di salah satu counter HP di mall yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Palembang. Kemudian polisi melakukan penyelidikan hingga menangkap Bayu Irwansyah dan Poniman. Dari pengakuan tersangka Bayu ini lah ditemukan jenazah korban yang dibuang para pelaku di kawasan Sungsang,” jelas Kapolda.

Lebih jauh diungkapkan Kapolda, saat ditemukan jenazah korban sudah menjadi tengkorak dan tulang. Bahkan ada bagian tubuh korban yang hilang diduga dimakan hewan buas seperti Biawak.

“Yang ditemukan hanya tengkorak kepala korban, tulang paha, tulang pinggul, dan sebagian tangan. Sedangkan untuk bagian tubuh lainnya hilang dimakan hewan buas di sana, sebab lokasi pembuangan merupakan rawa-rawa dan jauh dari pemukiman warga,” ujarnya.

Untuk itulah, lanjut Kapolda, dengan ditemukannya jenazah korban yang telah menjadi tengkorak tersebut maka dokter forensik akan melakukan tes DNA untuk memastikan jika jenazah tersebut adalah korban.

“Jadi, walaupun keterangan tersangka yang diamankan, baju korban dan mobil korban yang kami temukan identik milik korban, tapi kita masih harus melakukan tes DNA untuk memastikan tengkorak dan tulang tersebut adalah korban. Sementara untuk para pelaku dalam kasus ini akan dikenakan Pasal 365 KUHP, Pasal 338 KUHP dan Pasal 340 KUHP yang ancaman pidananya maksimal pidana mati,” tandas Kapolda. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Buronan Begal Sadis di Kemuning Keok Ditembak

Palembang, KoranSN Andriansyah alias Andre (38), tersangka begal motor di kawasan Kemuning yang selama ini ...

error: Content is protected !!