Isu Hong Kong, Xinjiang Picu Ketegangan China-AS Terkini

Jubir Kemlu China Zhao Lijian. (foto-antaranews)

Beijing, KoranSN

Isu protes antipemerintah di Hong Kong dan sanksi terhadap sejumlah perusahaan terkait Xinjiang menjadi dua isu utama terkini yang memicu ketegangan hubungan antara China dan Amerika Serikat (AS).

China memperingatkan pada Senin bahwa pihaknya akan mengambil langkah balasan jika AS bersikukuh tutur campur soal Hong Kong, menyusul ancaman sanksi yang mungkin diberikan kepada China atas rencana pengesahan undang-undang keamanan nasional di kota itu.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, dalam sebuah jumpa pers menyebut AS tengah berupaya mengacaukan keamanan nasional China, dan pemerintah China telah mengajukan surat protes keras kepada Gedung Putih.

Baca Juga :   Kerusuhan Hong Kong Jadi Lebih Serius, Tapi Pemerintah Mengendalikan

Sebelumnya, Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Robert O’Brien menyatakan bahwa regulasi keamanan bagi Hong Kong dapat berujung pada sanksi dari AS.

Selain isu Hong Kong, Lijian juga mengatakan bahwa Kementerian Luar Negeri China menyesalkan dan menolak dengan keras sanksi AS terbaru, yang diberikan kepada beberapa perusahaan China terkait isu kelompok Uighurs di Xinjiang.

Lijian menegaskan, isu itu adalah murni masalah dalam negeri China.

Pada Jumat (22/5/2020) pekan lalu, Departemen Perdagangan AS menyatakan pihaknya memberikan sanksi terhadap sembilan perusahaan dan lembaga China.

Baca Juga :   Angka Pernikahan di China Sangat Rendah

AS menyebut mereka “terlibat dalam pelanggaran HAM serta penyiksaan yang dijalankan dalam kampanye China untuk melakukan represi, penahanan massa secara sewenang-wenang, pemaksaan tenaga kerja, dan pengawasan dengan teknologi tinggi terhadap Uighurs.” (Antara/Reuters/ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Indonesia-Australia akan Kirim Pasukan Pemelihara Perdamaian ke Mali

Jakarta, KoranSN Indonesia dan Australia tengah mematangkan rencana untuk pengerahan bersama (co-deployment) pasukan pemelihara perdamaian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.