Home / Lacak / JA Menangkan Proses Praperadilan

JA Menangkan Proses Praperadilan


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Johan Anwar saat usai diperiksa, Kamis kemarin (25/8)
‘JA’ saat diperiksa penyidik Polda Sumsel beberapa waktu yang lalu.(foto-doc/perdinad/koransn)

Palembang,KoranSN
‘JA’ yang ditetapkan Polda Sumsel sebagai tersangka dalam dugaan kasus korupsi proyek pengadaan lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kelurahan Kemelak Bindun Langit Kecamatan Baturaja Timur Kabupaten OKU saat ini memenangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Baturaja usai mengugat Polda Sumsel.

Hal tersebut dibenarkan ‘JA’ saat dikoonfirmasi melalui handphone, Selasa (29/11/2016).”Ya benar, saya telah memenangkan praperadilan tersebut,” kata ‘JA’.’JA’ enggan berkomentar banyak saat disinggung langkah selanjutnya yang akan dilakukan pihaknya?  “Maaf ya, saya tidak bisa berkomentar, takutnya nanti ada yang salah,” tutupnya singkat.

Menanggapi hal ini, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo juga tidak memberikan komentar banyak. Kapolda hanya mengungkapkan, jika pihaknya menyerahkan kepada proses hukum.”Kalau prosesnya kan sedang bergulir jadi kita serahkanlah kepada proses hukum,” tandas Kapolda.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Cahyo Budisiswanto mengungkapkan, Polda Sumsel akan menindaklanjuti terkait putusan praperadilan Pengadilan Negeri Baturaja yang telah memenangkan ‘JA’.

“Memang putusan itu ada dan akan ditindaklanjuti oleh Polda Sumsel. Namun, terlebih dahulu kita akan mempelajari putusan tersebut. Selain itu, kita juga akan melakukan koordinasi dengan penyidik dan pembina fungsi diatasnya untuk melakukan gelar, serta melayangkan surat ke pengadilan untuk menanyakan terkait putusan praperadilan tersebut,” tutupnya.

Sedangkan Pengamat Hukum Sumsel, Dr Sri Sulastri SHMH menilai, Polda Sumsel dapat melakukan upaya banding sebagai langkah hukum selanjutnya.”Sedangkan untuk status tersangka yang memenangkan praperadilan itu tak serta merta hilang, karena masih ada langkah hukum selanjutnya yakni, banding,” ujarnya.

Lebih jauh Sri mengungkapkan, gugatan praperadilan terjadi bisanya dikarenakan beberapa hal yang diantaranya, penyidik kurang barang bukti atau penyidik salah dalam menerapkan pasal yang disangkakan kepada tersangka.

Baca Juga :   Jadi Bandit Pecah Kaca, Anggota Geng Motor Diterjang Timah Panas

“Selain itu, adanya kesalahan dalam proses penetapan seseoarng menjadi tersangka. Hal-hal inilah yang bisa digugat di sidang praperadilan. Meskipun demikian, saya menilai jika untuk sidang praperadilan belum masuk ke dalam materi perkara. Dari itulah, masih ada langkah hukum selanjutnya yang dapat dilakukan pihak yang kalah dalam gugatan praperadilan tersebut,” pungkas Sri.

Diberitakan sebelumnya, Jumat 9 September 2016, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo telah menetapkan ‘JA’ sebagai tersangka. Menurut Kapolda penetapan tersangka terhadap ‘JA’ berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan penyidik Polda Sumsel bersama penyidik Mabes Polri, di Mabes Polri.

“Dari hasil gelar perkara di Mabes Polri untuk status ‘JA’ sudah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu dilakukan karena unsur-unsur pidananya sudah terpenuhi bahkan lebih,” ungkap Kapolda saat itu.
Diketahui, sepanjang perjalanan dugaan kasus ini, penyidik Polda Sumsel telah memeriksa ‘JA’ beberapa kali sebagai saksi serta sebagai tersangka. Seperti pemeriksaan yang dijalani ‘JA’, Kamis 25 Agustus 2016 dan Jumat 26 Agustus 2016 dimana saat itu ‘JA’ diperiksa penyidik Polda Sumsel sebagai saksi.
Kemudian untuk pemeriksaan yang dijalani ‘JA’ pada Senin 19 September 2016 dan Selasa 20 September 2016 ‘JA’ diperiksa penyidik Polda Sumsel dengan status tersangkanya.

Usai menjalani pemeriksaan, saat itu ‘JA’ mengungkapkan, jika dirinya akan mematuhi prosedur hukum terkait dugaan kasus yang kini menjeratnya.
“Saya mematuhi prosedur hukum dan saya sudah dimintai keterangan, serta saya sudah berikan keterangan itu kepada penyidik,” ujar ‘JA’ waktu itu.

Kemudian, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Djoko Prastowo saat diwawancarai Rabu 19 Oktober 2016 mengungkapkan, jika berkas perkara ‘JA’ telah dilimpahkan Polda Sumsel ke kejaksaan.Dikatakan Kapolda saat itu, pelimpahan berkas perkara atau tahap satu dilakukan setelah keterangan para saksi-saksi diambil oleh penyidik Polda Sumsel.

Baca Juga :   Minggu Depan 6 Tersangka Kasus Suap Muba Disidang

Taklama dari berkas dilimpahkan ke ke kejaksaan, Kamis 10 November 2016, Kasi Penkum dan Humas Kejati Sumsel, Hotma Hutadjulu mengatakan, jaksa Kejati Sumsel telah menerbitkan P19 (kurang lengkap) terhadap berkas perkara ‘JA’. Berkas dinyatakan P19 setelah jaksa melakukan pemeriksaan dan penelitian kelengkapan berkas perkara usai berkas dilimpahkan Polda Sumsel ke Kejati Sumsel.

“Jadi, setelah melalui proses penelitian dan pemeriksaan terhadap berkas perkara ‘JA’, hasilnya jaksa Kejati Sumsel berpendapat ada beberapa hal yang harus dilengkapi oleh penyidik Polda Sumsel, karena itulah jaksa menerbitkan P19. Dalam P19 ini jaksa Kejati Sumsel memberikan petunjuk kepada penyidik Polda Sumsel agar dapat melengkapi berkas perkara ‘JA’,” paparnya saat itu.

Untuk diketahui, proyek pengadaan lahan TPU menggunakan anggaran APBD Tahun 2012 sebesar Rp 6,1 miliar. Dimana dalam dugaan kasus ini diduga terjadi mark-up atau pengelembungan anggaran sehingga berdasarkan hasil audit BPK RI Perwakilan Sumsel diduga terjadi kerugian negara sebesar Rp 3,49 miliar.

Dalam perkara ini, sebelumnya Polda Sumsel telah menetapkan empat tersangka mereka yakni; Ir H Najamudin (mantan Kepala Dinas Sosial OKU), Drs H Umirton (mantan Sekda OKU), Drs Akmad Juanidi (mantan Asisten I OKU), dan Hidirman (warga sipil pemilik lahan). Pada Selasa 12 April 2016, keempatnya telah dilimpahkan Polda Sumsel ke Kejati Sumsel dan kini keempatnya telah menjadi terpidana seusai divonis oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Kelas I Palembang. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Alwin

Avatar

Lihat Juga

2 Eksekutor Pembunuh Calon Pendeta di OKI Terancam Pidana Mati

Palembang, KoranSN Tersangka Nang (20) dan Hendri (18), yang merupakan eksekutor pembunuhan sadis calon pendeta …