Home / Lacak / Jadi Bandar Sabu, Jurnalis Asal Empat Lawang Diringkus

Jadi Bandar Sabu, Jurnalis Asal Empat Lawang Diringkus

Ilustrasi. (foto-net)

Empat Lawang, KoranSN

Aparat Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Empat Lawang, kemarin membekuk seorang bandar sabu bernama Jurnalis (35), warga Desa Taba Kecamatan Saling Kabupaten Empat Lawang.

Penangkapa Jurnalis ini, berkat tindak lanjut pengembangan yang dilakukan polisi terhadap salah seorang bernama Noto Susanto (33), warga Fajarbakti Kecamatan Tebingtinggi, yang sebelumnya kedapatan menyimpan atau memiliki narkoba.

Kasat Reserse Narkoba Polres Empat Lawang, AKP Joni Indra Jaya mengatakan, berkat nyanyian Noto Susanto, pihak berhasil membekuk seorang bandar yang biasa menyuplai sabu kepada sejumlah warga disekitar tempat tinggalnya.

Tersangka Noto yang kesehariannya seorang petani ini, lanjut Joni ditangkap bersama barang bukti berupa satu paket kecil sabu dengan berat bruto 0,21 gram, seperangkat alat hisap sabu serta HP, yang digunakan tersangka untuk berkomunikasi melakukan transaksi sabu dengan tersangka Jurnalis.

“Berawal dari adanya informasi masyarakat terkait keresahan masyarakat dengan maraknya peredaran narkoba serta sebuah rumah milik tersangka Noto yang sering dijadikan sebagai tempat pesta atau transaksi sabu, tim langsung melakukan penelusuran hingga kita berhasil membekuk tersangka Noto ini,” katanya.

Tak cukup sampai disitu, kepolisian juga langsung melakukan pengembangan terkait asal muasal sabu yang ada di tangan tersangka Noto.

“berkat nyanyian tersangka Noto ini, kita mendapatkan sebuah nama yang diduga sebagai pemasok sabu. Selang beberapa jam kita langsung membeku sang bandar yakni; Jurnalis alias Jur. Keduanya langsung kita amankan ke Polres Empat Lawang untuk diproses perkaranya sesuai hukum yang berlaku,” ungkap Joni Indra Jaya.

Dijelaskan Joni, tersangka Noto melanggar pasal 112 dan 127 UU no 35 tahun 2009 dengan ancaman panjara empat tahun dan maksimal sepuluh tahun penjara.

Sedangkan tersangka Jurnalis yang merupakan bandar terancam pasal 114 UU no 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 10 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Jurnalis yang sehari harinya juga seorang petani ini menjelaskan, sabu tersebut ia dapat dari orang yang tidak ia kenal yang biasa disebut dengan panggilan ‘BOS’

“BOS itu setahu saya berdomisili di Kota Lubuk linggau Pak!,” aku tersangka. (foy)

Publisher : Awid Durohman

Awid Durohman

Lihat Juga

Warung Mie Ayam Depan Lippo Diamuk ‘Si Jago Merah’

Lubuklinggau, KoranSN Si Jago merah kembali mengamuk. Kali ini api melalap Rumah Tokoh (Ruko) Mie ...

error: Content is protected !!