Senin , Oktober 22 2018
Home / Lacak / Jadi Buronan Polisi, Hengki Pembunuh Driver Taksi Online Diputuskan Kekasih

Jadi Buronan Polisi, Hengki Pembunuh Driver Taksi Online Diputuskan Kekasih

Surat cinta dari kekasih Hengki.

Maumu gitu, kalau gak sayang ngomong. Kamu, paling yang sudah gak sayang sama aku? Buktinya aku nanya dari kemarin, gak kamu jawab satupun pertanyaan aku.

Seharusnya kamu tahu dong aku kayak gini. Kamu emang gak sayang sama aku lagi. Yang gak sayang, aku apa kamu, ha….

Terkait surat cinta yang ditemukan tersebut, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Abdinegara, Jumat (13/4/2018) mengatakan, selain menemukan surat cinta, dari jenazah Hengki juga ditemukan jimat kebal dan menghilang, foto copy KTP dan foto milik Hengki.

“Untuk surat cinta ditulis tangan oleh pacar Hengki dan juga surat cinta yang dibuat Hengki untuk pacarnya. Tapi di dalam surat tersebut tidak ada tanggalnya,” ujarnya.

Diungkapkan Kapolda, pelaku Hengki tewas tertembak anggota kepolisian dalam penangkapan yang dilakukan di Brebes Jawa Tengah.

“Hengki ini kabur ikut temannya. Tapi temannya itu tidak tahu jika Hengki ini buronan, namun saat dia berada di Brebes sempat ada warga yang curiga kemudian Hengki difoto,” jelas Kapolda.

Lanjut Kapolda, selama kabur Hengki mengganti nama menjadi Hendri, akan tetapi anggota yang telah melakukan penyelidikan akhirnya berhasil menemukan dan menangkap pelaku.

“Selain itu, polisi juga melihat foto rumah yang diposting Hengki di facebook. Setelah dicek, ternyata rumah itu ada di Brebes hingga anggota melakukan penyergapan dan penangkapan. Akan tetapi, saat mau ditangkap Hengki melawan hingga tertembak dan meninggal dunia,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Hengki yang merupakan Buronan perampokan sadis terhadap driver taksi online Tri Widyantoro, Rabu siang (11/4/2018) tewas ditembak aparat kepolisian Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel. di kawasan Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

Baca Juga :   Perkara Dugaan Kasus Ujaran Kebencian Lanjut Tahap Dua

Polisi terpaksa memberikan tindakan tegas lantaran saat ditangkap Hengki melawan dan hendak melarikan diri. Usai tertembak jenazah Hengki dibawa ke Palembang dan tiba di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Kamis malam (12/4/2018).

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, usai pelaku Hengki tertembak, petugas sempat membawa ke rumah sakit.

“Namun saat tiba di rumah sakit, pelaku Hengki meninggal dunia,” katanya.

Diungkapkan Kapolda, tindakan tegas yang diberikan anggotanya kepada Hengki sebagai bukti, jika dirinya tidak main-main dalam menindak para pelaku kejahatan yang sadis.

“Saya tidak main-main terhadap pelaku kejahatan yang sadis. Saya sikat dan saya rilis di kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang,” tegas Kapolda.

Untuk diketahui, dalam kasus ini korban dirampok dan dibunuh oleh empat pelaku yakni; Poniman, Bayu Irwansyah, Tyas Dryantama dan Hengki Sulaiman.

Dari hasil penyelidikan polisi, Jumat (30/3/2018) Poniman dan Bayu ditangkap. Namun dari penangkapan kedua pelaku, Poniman tewas tertembak anggota kepolisian.

Kemudian dari hasil pemeriksaan terhadap pelaku Bayu, polisi akhirnya menemukan jenazah korban Tri Widyantoro yang sudah menjadi tengkorak dan tulang belulang di kawasan Desa Muara Sungsang Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin.

Sedangkan, Sabtu malam (31/3/2018) pukul 19.30 WIB, tersangka Tyas Dryantama menyerahkan diri ke Polda Sumsel dengan diantar oleh ayahnya. Terkahir, pelaku Hengki yang sempat menjadi buronan Polda Sumsel tewas tertembak dalam penangkapan di Brebes Jawa Tengah.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, kasus perampokan dan pembunuhan korban Tri Widyantoro terjadi pada Kamis 15 Februari 2018 lalu di kawasan perkebunan sawit Tanjung Lago Banyuasin.

Baca Juga :   Baku Tembak Surabaya Mencekam, Teroris Padamkan Listrik
Tampak Surat cinta yang dibuat Hengki untuk kekasihnya.

Kasus ini terjadi berawal dari pelaku Poniman menyuruh Bayu memesan taksi online melalui aplikasi, hingga pesanan tersebut didapatkan oleh korban dengan tujuan Jalan Kapten A Arsyad Way Hitam Palembang menuju Kenten Ujung Banyuasin.

Setiba di lokasi kejadian, para pelaku meminta korban memberhentikan mobil, saat itulah Poniman dibantu Hengki menjerat leher korban dengan tali tambang dari belakang. Sedangkan tersangka Bayu memegangi kedua tangan korban, sementara tersangka Tyas membekap mulut korban hingga korban tewas.

“Usai korban tewas, para pelaku membuang jenazah korban ke semak-semak di kawasan Sungsang Banyuasin. Lalu para pelaku membawa kabur mobil korban ke kawasan Kecamatan Lalan Muba. Terungkapnya kasus ini, setelah polisi mendapati handphone (HP) korban yang dijual pelaku di salah satu counter HP di mall yang berada di Jalan Jenderal Sudirman Palembang. Kemudian polisi melakukan penyelidikan hingga menangkap Poniman dan Bayu. Dari pengakuan tersangka Bayu inilah ditemukan jenazah korban yang dibuang para di kawasan Sungsang,” jelas Kapolda.

Lebih jauh diungkapkan Kapolda, saat ditemukan, jenazah korban sudah menjadi tengkorak dan tulang. Bahkan ada bagian tubuh korban yang hilang diduga dimakan hewan buas seperti Biawak.

“Yang ditemukan hanya tengkorak kepala korban, tulang paha, tulang pinggul, dan sebagian tangan. Sedangkan untuk bagian tubuh lainnya hilang dimakan hewan buas di sana, sebab lokasi pembuangan merupakan rawa-rawa dan jauh dari pemukiman warga,” ujarnya.

Untuk itulah, lanjut Kapolda, dengan ditemukannya jenazah korban yang telah menjadi tengkorak maka dokter forensik melakukan tes DNA untuk memastikan jika jenazah tersebut adalah korban. (ded)

CGV Cinemas Segera Hadir di Lantai 3 PTC Mall Palembang

Publisher : Apriandi

Apriandi

Lihat Juga

Polisi Bantah Kriminalisasi Ahmad Dhani

Jakarta, KoranSN Musisi Ahmad Dhani dijadwalkan bakal diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik ...

error: Content is protected !!