Home / Foto / Jadi Saksi Dugaan Korupsi Pajak, Eva Santana Akui Terima Uang Upah Pungut

Jadi Saksi Dugaan Korupsi Pajak, Eva Santana Akui Terima Uang Upah Pungut


Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera Selatan
Tampak Eva Santana Putra saat memberikan kesaksian dalam sidang dugaan korupsi pajak hotel Dispenda Kota Palembang tahun 2011-2012 di PN Tipikor Klas I Palembang. Foto-Ferdinand Deffryansyah/koransn.com

Palembang koransn.com

Eva Santana Putra isteri mantan Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra, Kamis (4/5/2017) menjadi saksi Erfan Kusnandar (Mantan Kasi Pemeriksaan Bidang Pendataan dan Penetapan Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang) terdakwa dugaan korupsi pajak hotel tahun 2011-2012 yang mengakibatkan kerugian negara mecapai Rp 2.130.050,311 di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Klas I A Palembang.

Dalam persidangan Eva mengakui jika saat itu dirinya menerima sejumlah uang dari Sumaiyah (Mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang) yang merupakan uang upah pungut.

“Uang upah pungut merupakan uang resmi yang didapatkan oleh suami saya. Saya terima uang itu dari Sumaiyah yang saat itu Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang. Nah, saya tidak tahu kalau uang itu ternyata dari terdakwa Erfan ini. Bahkan saya baru kali inilah, di sidang ini bertemu dan melihat Erfan,” ujarnya saat memberikan kesaksian dalam persidangan.

Baca Juga :   KPK Tetapkan Bupati Muba & Istri Jadi Tersangka Kasus Suap Muba

Masih dikatakan Eva, nominal uang yang diberikan Sumaiyah kepadanya bervariasi mulai dari Rp 100 sampai Rp 200 juta. Bahkan Sumaiyah juga pernah membayarkan kartu kredit miliknya dengan limit Rp 50 juta.

“Sumaiyah bilang ke saya jika uang itu merupakan uang bagian suami saya. Kata dia, uang itu upah pungut bapak makanya saya terima dan saat itu saya tidak tahu sumber uangnya dari mana. Uang diberikan ke saya, karena ketika itu suami saya belum memiliki rekening dan tabungan makanya uang itu dikasihkan ke saya,” ujarnya.

Sementara Imran pihak PT Sitensis Karya Utama yang juga saksi dalam persidangan tersebut mengungkapkan, PT Sitensis Karya Utama merupakan perusahaan penjualan apartemen di Jakarta Timur. Pada tahun 2012 lalu, terdakwa Erfan Kusnandar membeli dua apartermen dengannya.

“Harga dua apartemen yang dibeli Erfan Kusnandar ini berbeda yakni; ada yang harganya sekitar Rp 332 juta lebih kemudian apartemen satunya lagi seharga Rp 400 juta lebih. Kedua apartemen ini dibeli besamaan oleh Erfan Kusnandar dengan pembayaran tunai dan debit,” jelasnya.

Baca Juga :   Polisi Ringkus Sindikat Gembos Ban Nasabah Bank

Selain saksi Eva Santana Putra dan saksi Imran selaku pihak dari PT Sitensis Karya Utama. Dalam persidangan tersebut juga dihadirkan saksi Darwin Simanjuntak yang merupakan pihak bank.

Usai mendengarkan keterangan para saksi, Ketua Majelis Hakim, JPL Tobing menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lainnya.

Sementara Eddy Santana Putra yang juga hadir di Pengadilan Negeri Palembang menemani isterinya untuk menjadi saksi mengungkapkan, jika uang upah pungut yang diberikan Sumaiyah kepada isterinya merupakan uang resmi.

“Saat itu Sumaiyah mau mengirimkan uang itu ke saya. Kemudian saya sampaikan, kirimkan saja ke Ibu (Eva). Itu uang resmi, sebab saya gak mau ambil uang yang ‘macem-mecem’. Saat itu dari Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang jika diakumulasikan dalam satu tahunnya saya bisa mendapat uang yang resmi Rp 400 juta sampai Rp 500 juta,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, dirinya tak menyangka jika ternyata uang tersebut dikait-kaitkan dengan terdakwa Erfan Kusnandar.

“Dak nyangko, mano tahu ternyato uang diberi Sumaiyah itu dari terdakwa Erfan Kusnandar,” tandas Eddy Santana. (ded)

Hotel Grand Inna Palembang

Wujudkan Milenial Cinta Tertib Lalu Lintas Berkeselamatan Menuju Indonesia Gemilang

Publisher : Awid Durrohman

Avatar

Lihat Juga

Ketua Waria Palembang Digorok Usai Bercinta, Pelaku Tertangkap di Lubuklinggau

Palembang, KoranSN Muhammad Jagad (30), tersangka kasus pembunuhan Ketua Organisasi Waria Kota Palembang, yakni korban …