Jaksa Hadirkan Notaris Jadi Saksi Sidang Dugaan Korupsi Tugu Batas Kota Palembang

Tampak salah satu tugu perbatasan Kota Palembang. (Foto dokumen ferdinan/koransn)

Palembang, KoranSN

Hari ini Senin (9/9/2019) Notaris akan dihadirkan Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Palembang untuk menjadi saksi persidangan empat terdakwa dugaan kasus korupsi tugu batas Kota Palembang di Pengadilan Negeri Tipikor Kelas I A Palembang.

Demikian dikatakan Kasi Pidsus Kejari Palembang, Andi Andri Utama melalui Kasubsi Penuntutan, Hendy Tanjung, Minggu (8/9/2019).

Adapun empat terdakwa yang kini menjalani persidangan yakni; terdakwa Khairul Rizal selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan juga Kasi di Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Perumahan Kota Palembang, terdakwa M Ichsan Pahlevi dan Ahmat Thoha yang keduanya merupakan kontraktor dan terdakwa Asmol Hakim selaku Konsultan Pengawas.

“Jadi besok (hari ini), kita agendakan seorang Notaris menjadi saksi dalam persidangan. Sebab dalam dugaan kasus ini, ada surat kuasa yang diterbitkan terkait terdakwa M Ichsan Pahlevi dan terdakwa Ahmat Thoha. Kita lihat saja nanti di persidangan, apakah saksi yang telah kita agendakan tersebut dapat hadir,” ungkapnya.

Masih dikatakannya, selain itu dalam persidangan tersebut kuasa hukum dari para terdakwa juga ada yang akan menghadirkan saksi meringankan (a De Charge).

“Pada sidang sebelumnya kuasa hukum terdakwa menyampaikan akan menghadirkan saksi yang meringankan. Oleh karena itu dalam persidangan nanti akan ada saksi meringankan dari terdakwa,” ungkapnya.

Lebih jauh dikatakannya, sejauh ini sudah banyak saksi yang telah dihadirkan pihaknya dalam persidangan. Dimana dari keterangan para saksi yang di bawah sumpah tersebut, menguatkan dakwaan yang sebelumnya telah dibacakan pihaknya selaku JPU Kejari Palembang dalam persidangan.

Baca Juga :   Penyebar Hoax Virus Corona di Muara Enim Ngaku Hanya Iseng dan Bercanda

“Berdasarkan keterangan saksi-saksi selama ini, tentunya menguatkan unsur dakwaan kita, yang mana pemenang proyek dalam dugaan kasus ini memang sejak awal sudah diarahkan pemenangnya,” terangnya.

Dilanjutkannya, kedepan tidak ada lagi saksi dari pihak ASN di lingkungan Dinas PUCK dan Perumahan Pemkot Palembang yang dihadirkan dalam sidang. Sebab para saksi dari ASN tersebut, semuanya telah dihadirkan dalam persidangan sebelumnya.

“Tinggal nanti kedepan kami akan hadirkan saksi ahli. Nah, saat sidang dengan agenda saksi ahli ini digelar, untuk saksi Ana Heryana selaku mantan Kadis Dinas PUCK dan Perumahan Palembang tahun 2013 (Saat ini menjabat Kepala Dinas Koperasi dan UKM Palembang) wajib hadir di persidangan. Hal ini dikarenakan saat menjadi saksi, Ana menyampaikan jika pekerjaan pembangunan tugu batas kota saat itu sudah 100 persen sehingga terjadi pembayaran. Padahal, pembayaran dilakukan saat progres pekerjaan masih 80 persen,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam dugaan kasus ini empat terdakwa yang kini menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang, yakni terdakwa Khairul Rizal, M Ichsan Pahlevi, Ahmat Thoha dan terdakwa Asmol Hakim telah didakwa Tim Jaksa Penutut Umum (JPU) Kejari Palembang dengan Pasal2, Pasal 3, Pasal 9 Jo Pasal 55 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi.

Baca Juga :   Kalah Pra Peradilan, 'JA' Segera Diperiksa Jadi Tersangka Dugaan Kasus Korupsi Lahan Kuburan di OKU

Sekedar mengingatkan, dugaan kasus ini terungkap hasil penyelidikan dan penyidikan penyidik Tindak Pidana Korupsi Sat Reskrim Polresta Palembang hingga akhirnya, Rabu (17/6/2019) keempatnya saat itu dilimpahkan penyidik Tindak Pidana Korupsi Sat Reskrim Polresta Palembang ke Jaksa Kejari Palembang.
Usai diserahkan ke jaksa, keempatnya dijebloskan Jaksa Tindak Pidana Khusus Kejari Palembang ke penjara Rumah

Tahanan Negara (Rutan) Pakjo Palembang. Menindaklanjuti pelipahan tersebut, Senin (29/7/20199) Jaksa Penuntut Umum Kejari Palembang melimpahkan berkas perkara ke Pengadilan Negeri Kelas 1 A Palembang.
Bukan hanya itu, di hari yang sama Jaksa Pidana Khusus Kejari Palembang juga melakukan penyitaan uang kerugian negara dalam dugaan kasus ini. Adapun jumlah uang yang disita, yakni sebesar Rp 505.923.660,08.
Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Palembang, Andi Andri Utama saat itu mengatakan, uang senilai Rp 505.923.660,08 yang diserahkan oleh istri keempat tersangka tersebut merupakan total kerugian negara dalam dugaan kasus pembangunan tugu perbatasan di Jakabaring.
“Uang tersebut dikumpulkan keempat tersangka dengan patungan, yang kemudian semua uang diserahkan oleh masing-masing istri keempat tersangka kepada kami selaku Jaksa Kejari Palembang,” tutupnya saat itu. (ded)

Publisher : Awid Durrohman

Awid Durrohman

Lihat Juga

Penodong Bergolok di 12 Ulu Ditangkap

Palembang, KoranSN Yogy Firnando (23), tersangka penodongan yang dalam melancarkan aksinya selalu menggunakan senjata tajam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.